
Sebuah ledakan terjadi yang otomatis membuka dua sisi tanah, membuat kolam yang berisi air darah merah itu segera terbuka dan menghilangkan segala isinya. Lalu memperlihatkan sebuah jurang cahaya. Durandal yang sudah tidak berdaya segera jatuh kedalam jurang tak berdasar itu.
Setelah masuk kedalam jurang yang sangat dalam, dalam seketika retakkan tanah itu menyatu kembali, memperlihatkan seolah tidak terjadi apapun di sana, sampai puluhan potongan kepala ular yang tergeletak di tanah, kini sudah lenyap.
[ Apa ini sudah selesai? ] Dania sedikit terbengong dengan kejadian hari ini, dimana ingatan mengenai pengetahuan tentang Durandal didalam mitologi yang pernah dibaca sewaktu dulu itu, ternyata berguna dan membuatnya bisa bertemu dengan sosoknya secara langsung. [ Dia besar, walaupun separuh bertubuh ular….tapi dia punya wajah yang cantik. Ah...aku bahkan iri dengan tubuhnya yang molek. Sayang....sekali. ]
______________
Sihir yang membuat mereka bisa berteleportasi ke tempat lain, membuat mereka cepat sampai di tempat tujuannya.
" Kenapa kau membawa kita ke Danau?" Avrel seketika membuat pertanyaan dengan tatapan penuh curiga.
Bagaimana tidak curiga jika tujuan awalnya adalah pergi ke kuil, tetapi penyihir yang dapat diandalkan karena bisa melakukan teleportasi, justru berteleportasi ke sebuah Danau yang tidak begitu jauh dari kamp mereka. Sebab hanya berjarak setengah kilometer saja.
" Apa yang sedang kalian butuhkan, ada disini. " kata Terrian.
Terrian hanya mencoba mengikuti semua rencana yang sudah tersusun, dan rencana dimana penggunaan air suci ternyata datang juga.
" Daripada terus mencurigainya, kenapa tidak dicoba saja?" Irine menyela ketegangan di antara mereka bertiga.
Dan irine mencoba mengambil air dengan ember yang secara kebetulan ada disana.
Dua puluh lima orang yang sudah berubah menjadi patung, dan percobaan pertama dari Irine..
BYURR….
Salah satu patung yang diguyur dengan air danau yang awalnya hanya memperlihatkan sebuah batu yang perlahan basah semua, lalu setelah basah menyeluruh, secara perlahan karakteristik batu yang keras, pelan-pelan berubah.
" Bisa…!" Irine sedikit berteriak karena senang, siraman pertama sungguh sukses.
" Hahh….hah…. " Ksatria ini buru-buru mengambil nafas sedalam-dalamnya. Dia juga merasa tidak percaya bahwa dia masih bisa hidup, setelah beberapa waktu lalu dia hanyalah patung yang sudah dikutuk dari mata mistik milik Durandal.
Tetapi kini dia sudah dalam kondisi normal dan bagianya itu sungguhlah menakjubkan.
Karena percobaan pertama sukses besar, maka satu persatu mereka di siram dengan air danau. Hingga Duke Avrel sendiri merasa tidak percaya, bahwa air danau yang biasanya digunakan untuk air minum mereka ternyata adalah air suci?!
__ADS_1
“ Bagaimana kau tahu danau ini adalah air suci? “ Tanya Duke Avrel kepada penyihir Terrian, walaupun Avrel masih belum tau siapa namanya karena terus menolak untuk memberitahu namanya.
“ Dari seseorang. “ Jawab Terrian dengan singkat.
[ Bagaimana mungkin ini terjadi? Jelas-jelas danau ini hanya berisi air biasa. Karena jika air danau ini memang air suci, maka dari awal pasti banyak orang yang tahu termasuk aku, karena setiap hari mereka sering mengambil air dari sini. ] Avrel masih dalam posisi curiga pada penyihir yang ada di depannya.
Duke Avrel kemudian mencoba mengambil air danau dengan kedua telapak tangannya sendiri, dan dia merasakan adanya kekuatan suci yang terkandung di dalam air tersebut.
[ Ini asli, aku sedikit merasakan adanya kekuatan suci di air ini. ] batin Duke Avrel setelah meminumnya. Manfaat lain setelah meminum sedikit air itu, dia merasakan tubuhnya seolah menjadi lebih ringan, rasa lelahnya juga ikut berkurang, sungguh keajaiban bisa merasakan air suci tanpa perlu pergi ke kuil.
Sedangkan Terrian terus menatap mereka satu persatu, jika memang dia mengantarkan mereka semua ke kuil, maka dia harus sedikit mengorbankan energi sihirnya. Tapi dia merasa lega karena tidak perlu jauh-jauh untuk menolong mereka semua.
[ Dia jelas mengetahui semuanya, dan sudah merencanakannya dengan sangat sempurna. ] pikir Terrian, terhadap orang yang sering dia temui tiap malam hari di tengah hutan.
Semenjak pertemuan pertamanya dengannya, Terrian jadi seringkali masuk kedalam hutan di tengah malam dan mencoba mencari tahu siapa orang itu, tetapi semuanya berakhir dengan dirinya yang selalu tertangkap basah dan hasilnya adalah menyuruhnya untuk bekerja sama.
________
Flashback On.
Karena baginya, hutan adalah tempat yang tidak sepenuhnya gelap, membuat Terrian menemukan satu titik dimana kilauan cahaya dari senjata yang sedang ditodongkan ke wajahnya, memantul cahayanya dan membuatnya menemukan siluet mata berwarna biru gelap yang cukup dingin milik pria di atasnya itu
“ Apa yang membuatmu diam-diam menguntitku? “ tanyanya.
Tangannya langsung menjauhkan senjatanya dari wajah pria ini agar tidak terus bersikap waspada terhadapnya.
“....................” Terrian mencoba memberontak karena tubuhnya sedang ditindih oleh pria asing itu.
“ Aku belum mengizinkan kamu berdiri. Jawab pertanyaanku dan terima permintaanku juga. " ancam pria ini.
[ Padahal dari segi fisik, aku lebih besar darinya. Tapi dia punya kekuatan sampai membuatku tidak bisa bergerak sama sekali. ] Terian mencoba beberapa kali memberontak tetapi kedua tangannya yang dimana tangan kanannya ditekan dengan kaki dan tangan kirinya di tekan dengan lutut dari pria diatasnya membuat semua usahanya sia-sia saja karena terlalu kuat.
“ Aku akan melepaskanmu jika kau menjawab semua ucapanku tadi. " ucap pria ini lagi.
[ Siapa dia? Aku sudah mencoba beberapa sihir agar orang ini terpental, tapi sihirku langsung dibatalkan dengan paksa. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa ada manusia yang bisa membatalkan sihir secepat itu?! Kelihatannya, aku mau tidak mau menuruti kemauannya. Lagi pula dia meminta bantuanku saja. Dan tujuannya juga sama. ] Terrian pun menjawab. “ Baiklah, aku hanya mencurigai seseorang yang datang ke hutan di tengah malam seperti ini. Dan aku akan membantumu, jadi lepaskan aku sekarang juga. "
__ADS_1
Dengan senang hati, pria tersebut segera menyingkir dari atas tubuhnya.
Karena tidak adanya sebuah ancaman yang terlihat dari mata pria asing itu, Terrian tidak langsung kabur, dan justru mencoba mendengarkan, dia ingin tahu bantuan apa yang diinginkan pria ini terhadapnya.
" Dari penampilanmu, kau bukan berasal dari sini. Berapa hari kau akan akan berada disini? “
“ Empat hari. “
“ Itu lebih dari cukup. Tujuan kita sama, jadi aku butuh bantuanmu agar pekerjaanku cepat selesai. Sekarang aku sedang memasang jebakan, jebakan sepanjang dua kilometer, apa kau sanggup untuk membuat beberapa lingkaran sihir? “
“ Sihir apa yang dibutuhkan? “ tanya balik Terrian.
“ Kira-kira sihir apa saja yang dibutuhkan agar siapapun yang melewati batasan ini, tubuhnya langsung terpotong?“ Dia mencoba membuat Terrian berpikir sendiri, karena itu lebih bagus ketimbang menjelaskannya.
--->>
Di Hari kedua.
Terrian kembali dipertemukan dengannya lagi di hari berikutnya karena sudah membuat perjanjian.
“ Tugasmu malam ini, bersihkan semua potongan daging itu. Aku tahu jebakan seperti ini tidak akan bertahan lama, tapi sebagai gantinya aku sudah menemukan sesuatu. “
[ Kenapa aku harus mendengar ucapannya?] Terrian juga sebenarnya tidak mengerti, kenapa dirinya mau-mau saja diperintah oleh orang yang belum lama dia kenal. Dan menerima semua segala ucapannya, tanpa membantah. [ Aku tidak bisa menolak permintaannya. Apa yang terjadi denganku? ] Batin Terrian lagi.
Sebuah tugas yang cukup mudah bagi Terrian, dan karena dalam sehari ini tidak begitu kacau sebab jumlah monster yang berdatangan semakin berkurang karena terjebak dalam jebakan yang sudah dibuat di sini, membuat Terrian lumayan mendapatkan waktu senggang.
[ Tapi apa yang akan dilakukannya malam ini? ] Terrian merasa dia hanya mendapatkan pekerjaan yang begitu mudah, tetapi terlihat tidak dengan dia.
_______
Flashback Off.
[ Dan kemarin malam, aku melihatnya seperti sedang berjaga di area hutan. Dan dia memberitahuku dengan tiba-tiba bahwa air di danau ini bisa menjadi obat untuk mereka yang berubah menjadi batu. Darimana dia tahu kalau ini akan terjadi? Aku sudah menyelidiki semuanya, tapi satu yang tidak aku selidiki adalah kuil darah itu, aku mengurungkan niatku masuk kesana. Jadi berarti ada kemungkinan dia memang diam-diam masuk kesana untuk mendapatkan semua informasi. Hingga bisa merencanakan segala kemungkinan yang akan terjadi?] Dari sekian banyaknya pertanyaan yang ada dari dalam pikiran Terrian ada satu yang begitu janggal.
Air suci.
__ADS_1