Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
32 : Eldania


__ADS_3

Setelah mengetahui sebagian besar cerita dari tujuan dan alasannya berada di Helion, akhirnya Duke Avrel memberikan kesempatan untuk membuat gadis yang masih dipanggil Eld itu untuk bekerja lebih keras dibanding siapapun. Itu adalah syarat umum untuk semua orang, siapa yang lebih banyak memberikan kontribusi maka dialah yang akan mendapatkan bayaran yang lebih tinggi dari siapapun. 


Oleh karenanya dia menjalankan kegiatannya, diantaranya adalah kembali menyajikan menu makanan yang baru pertama kali mereka makan dan rasakan, yang dimasak sendiri oleh Eldania sendiri.


“ Apa lagi yang kau sajikan kali ini?. “ tanya Duke Avrel terhadap sarapan paginya.  



" Macaroni schotel dan Beef steak Blackpepper. "



Ketika duke mulai mencicipi suapan pertamanya untuk kedua makanan itu, lalu ekspresi yang diperlihatkan adalah.....


" Apa ini?!. Ahh..... " Avrel menundukkan kepalanya sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia terlihat seperti orang yang frustasi. " Kenapa daging ini sangat empuk sekali?. Dan Macaroni schotel...sangat lembut ketika sudah masuk ke dalam mulut. Kau....dari mana kau mendapatkan ide dari semua ini?. "


" Kalau dibilang hasil dari eksperimen, apa anda percaya. " Melihat duke Avrel sampai bertingkah seperti itu, Eldania diam-diam tertawa geli di dalam hati. Dia tidak mengira bahwa Duke Avrel akan sangat begitu menyukai semua masakan yang Eldania buat seadanya itu. [ Dia tergila-gila sekali dengan masakanku. ]


" Aku akan percaya jika kau mau tinggal di istanaku. " kata Avrel.


" Tidak bisa...." Eldania langsung menolaknya dengan tegas. Dia sudah punya kehidupannya sendiri yang sudah lama dia nantikan, maka dari itu Eldania akan menghindari semua pekerjaan yang membuat dirinya punya hubungan lama dengan orang lain. 


___________


Kemudian pekerjaan yang lainnya dia secara resmi ikut dalam pasukan untuk membasmi monster yang masih berdatangan, walaupun tidak sebanyak kemarin, tetapi karena demi keinginannya untuk memenuhi tugasnya, maka dia akan melakukannya juga. 


Lalu karena dia punya pengalaman di pekerjaan sebelumnya sekaligus dia jadi memperlihatkan skill dalam bertarung melawan monster, itu membuatnya sukses menarik perhatian banyak mata, baik dari prajurit bayaran maupun ksatria. Karena itu pada sore harinya dia akhirnya mendapatkan tambahan aktivitas menyenangkan, yang tidak lain adalah mendapatkan banyak tawaran untuk melakukan Sparing dengan mereka semua. 


Duel dengan mereka yang ingin melawannya. 

__ADS_1


Dan……..


Eldania pun dengan senantiasa melayani mereka yang ingin bertanding dengannya. Namun, karena mereka memiliki perbandingan yang cukup jauh dalam hal teknik bertarung, maka…...


CTANG……


“ Hah..hah….hah…..” Nafas dari pria ini mulai tersengal-sengal dan pedang yang digenggamnya sudah terlepas dan melayang jauh di belakangnya. Ksatria ini langsung menoleh kebelakang, pedang yang dimilikinya sudah berpindah tempat dan itu sudah menancap ke dalam tanah.


“ Pemenangnya adalah nona Eld!. “ Teriak Evan sebagai wasit dari jalannya pertandingan yang sedang terjadi. 


“ A-aku kalah dari seorang gadis kecil!. “ gerutu ksatria yang sangat penasaran dengan nuansa duel dengan seorang perempuan yang awalnya dianggap remeh, namun sekarang yang dia dapatkan hanyalah rasa malu.


“ Ini duelnya yang ke tujuh puluh, bagaimana dia punya stamina sebanyak itu, padahal aku melihatnya sudah bangun lebih awal dari siapapun. “ bisik ksatria ini. Dia adalah orang yang secara diam-diam mendapatkan rasa tertarik untuk mengamati Eldania, baik dari jauh maupun dekat dia sudah melihat seberapa banyak usaha yang dikerahkan oleh perempuan yang lebih muda enam tahun darinya bekerja dari dini hari sampai petang ini.


“ Dari awal, dia sudah beda level dengan kita. “ ucap ksatria yang lainnya, dia sudah tahu perbedaan besar dari kemampuan antara mereka dengan gadis ini, jadi sudah tidak perlu diherankan lagi.


“ Hahh~.......” Eldania pun menghela nafas pelan, kini dia kembali memasang kuda-kuda untuk melawan peserta selanjutnya. Sekalipun dia memiliki beberapa senjata yang dia simpan di balik bajunya, dia tetap konsisten dengan senjata pedang yang sering digunakan. Karena baginya, penggunaan pedang itu melibatkan teknik dan unsur keindahan, serta pesona, itulah mengapa dia cenderung lebih sering menggunakan senjata pedang.


Adu besi yang saling menyapa membuat sebagian besar orang terlihat menikmati duel dengan kemenangan selalu berpihak kepada seorang gadis yang lebih muda dari mereka semua.


Tak terkecuali dengan Irine, Duke Avrel, Terrian, mereka bertiga mengamati sparing dari kejauhan di tempat mereka masing-masing.


DI tempat Duke Avrel berada.


[ Aku belum lama ini mendapatkan berita yang cukup menarik. ] Duke Avrel kemudian membuka sebuah amplop putih dengan segel lilin yang sangat dia kenali. Setelah dibuka, dua lembar kertas menjadi isi dari amplop tersebut. Dia membacanya, namun dengan waktu yang tidak memakan sampai dua menit, dia sudah tahu secara keseluruhan isi dari amplop tersebut. [ Seorang pria lajang sepertinya, tiba-tiba mempunyai adik perempuan yang sudah dewasa, lalu namanya Eldania. Seseorang yang berhasil mengalahkan raja iblis……. ] Kalimat di dalam pikirannya segera terhenti.


Seketika duke Avrel melamun saat melihat gadis bernama Eld yang sedang bertarung untuk ronde ke tujuh puluh dua kembali berlangsung. Dia kemudian tahu beberapa teknik berpedang yang dipakai oleh gadis itu, baginya sangatlah familiar.


[ Teknik pedang itu…..milik paman Yohan. ] Duke Avrel mengernyit. Duke Avrel sebenarnya memiliki seorang paman, namun pamannya tinggal di satu kerajaan di timur mengikuti istrinya yang berasal dari sana, dan beberapa bulan yang lalu secara kebetulan salah satu sepupu perempuannya yang merupakan anak dari pamannya itu telah pulang ke sana. 

__ADS_1


Dan hal tersebut membuatnya semakin punya rasa curiga terhadap gadis tersebut, yang kini sedang berdiri jauh di depan sana, di tengah kerumunan orang untuk melayani perduelannya bersama dengan para anak buahnya.


[ Itu adalah teknik pedang milik paman Yohan, apakah itu berarti  dia juga punya hubungan dengan dua anak beda sifat dari dua pasukan ksatria di kerajaan Linstone?. 


Dan kini tiba-tiba dia punya status sebagai adik angkat Deon, artinya dia pernah berhubungan dengan pasukan With Night juga. Lalu sampai punya pengalaman melawan raja iblis pula, dia terlalu hebat untuk itu.


Sekarang dari apa yang dikatakan Evan, dia adalah orang yang berhasil mengalahkan wanita separuh ular itu, dan terlebih lagi aku punya sedikit firasat dia punya wajah yang cukup mirip dengan anak yang 24 tahun lalu menolongku. 


Sebenarnya siapa dia?. Walaupun aku hanya mendapatkan sepucuk surat ini, aku langsung tahu….kalau dia bukanlah perempuan sembarangan. 


Dia memang masih muda, tapi kemampuan bertarungnya itu justru seolah terlihat melebihi kemampuan dari orang yang yang sudah berlatih lebih dari puluhan tahun.


Deon…..dari mana kamu mendapatkan adik angkat seperti ini?. Terlebih lagi, setelah ini anak ini akan melanjutkan perjalanannya ke Academy Klenon. Sarang berkumpulnya penyihir dari berbagai belahan dunia termasuk dari kaum iblis. ] batin Duke Avrel, dia dituntut untuk terus mempercayai semua apa yang sudah dia dapatkan. Segala informasi yang sudah dia miliki pada akhirnya menciptakan sebuah tali yang saling terhubung. 


Membuat Duke Avrel sekali lagi memberikan tatapan menyelidik kepada Eldania, karena tepat tidak jauh dari sana dia sempat melihat burung coklat itu sedang bertengger di salah satu pohon dan ikut mengamati pertandingan tersebut dengan tatapan seriusnya.


[ Burung itu….terus mengawasinya. ]


Di satu sisi, Irine sedang berwajah serius dengan apa yang sedang dia lihat. Dia sedang melihat pertandingan yang sedang diadakan oleh perempuan yang masih asing baginya dari atas tembok, tempat dimana dia sedang berdiri.


[ Padahal sudah selama ini, dia hebat bisa sparing sebanyak itu. Dia terlihat sepertiku. Eld…...perempuan itu cukup hebat, seperti sudah punya banyak pengalaman dalam bertarung. ] Irine ikut terlena dalam pikirannya yang kalut. [ Alih-alih menerima permintaan untuk sparing, dia sebenarnya sedang memberi peringatan pada mereka….kalau dia lebih hebat dari mereka. Dia licik juga...seperti Duke. ] Irine menyeringai.


Wajar saja, selama ini di Helion tidak ada seorang wanita yang bekerja sebagai prajurit bayaran. Dan satu-satunya perempuan yang ikut perang dalam pemusnahan monster selama ini hanyalah Irine seorang, dan itu pun dalam kategori sebagai penyihir tempur.


[ Ya...wajar saja, mereka melihatnya hanya dengan tatapan remeh hanya karena dia itu seorang perempuan yang ingin bekerja sebagai koki dan prajurit bayaran. Disini belum pernah ada peran seperti itu, dan sekarang….mereka yang berpikiran kecil langsung dibuat kalah telak. ] Irine kemudian tertawa cekikikan. " Haha...ini sangat menyenangkan bisa melihat ekspresi wajah kekalahan mereka. "


Irine pun menikmati pemandangan dari perduelan mereka semua, tidak terkecuali Terrian.


Pria ini berdiri di balik pohon sambil bersandar. Meskipun mulutnya diam, tidak dengan otaknya. [ Dari mana perempuan itu berasal?. Aromanya jelas punya sedikit kesamaan dengan dia....tapi tidak bisa memutuskan hanya dengan penianku itu.  ]

__ADS_1


Dan itulah akhir dari hari dimana kesibukan mereka dalam bekerja untuk membasmi monster dari tembok 2 Helion yang  kian berkurang berkat jasa yang tidak banyak diketahui oleh mereka.


Hanya Evan, Duke Avrel, dan kedua burung itu saja yang tahu, siapa seseorang yang mampu membalikkan keadaan ini, sehingga membuat kaum manusia mendapatkan sebuah kemenangan setelah terbunuhnya Durandal.


__ADS_2