
Alex dan Desi berjalan beriringan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Rasa lelah sudah dirasakan keduanya setelah menghadiri acara pernikahan Bima dan Maya. Alex membukakan pintu kamarnya. Membiarkan sang istri masuk lebih dulu. Lalu dirinya juga turut masuk ke dalam.
"Aku akan langsung membersihkan diri di kamar mandi," kata Alex yang di jawab anggukan kepala oleh Desi. Lalu ia berjalan ke arah kamar mandi. Melepaskan jas yang dari tadi ia kenakan. Meletakkannya di wastafel kamar mandi. Melonggarkan dasi yang sudah mengikat lehernya seharian penuh. Menatap dirinya sendiri di cermin kamar mandi. Menghela nafas berat. Tersenyum pada dirinya sendiri. Merasa bangga karena telah mempercayakan Maya pada Bima. "Aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku nanti saat aku melepaskan Sandra dan mempercayakan adik kecilku pada calon suaminya kelak," gumamnya sendiri. Seketika matanya berkaca-kaca saat ia mengingat semua apa yang telah ia lalui bersama keluarganya. Sandra yang hanya adik tirinya kini hubungan mereka bahkan melebihi seperti saudara kandung. Maya yang juga bukan siapa-siapa baginya dulu, kini bahkan sudah menjadi bagian dari keluarganya. Ia sudah menganggap Maya sebagai adiknya sendiri meski status Maya adalah sekertaris pribadinya. Ia tak tau apakah Maya akan tetap bekerja atau tidak pada dirinya setelah menikah. Ia tak akan memaksakan semua kehendaknya. Karena Maya saat ini sudah memiliki imam yang harus Maya hormati selain dirinya. "Sepertinya aku harus mencari seorang asisten pribadi lagi," gumamnya pelan. Ia harus memikirkan siapa yang akan menjadi orang kepercayaannya kelak. Ia akan meminta bantuan pada Maya sebelum Maya benar-benar keluar dari perusahaannya.
*
Beberapa saat kemudian Alex keluar dari kamar mandi. Memakai handuk sebatas pinggang sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
__ADS_1
Sedangkan Desi yang sudah menidurkan baby Alessia di tempat tidur bayinya saat ini pandangannya tertuju pada sang suami yang masih berdiri di ambang pintu kamar mandi. Akhir-akhir ini kebiasaan sang suami yang sesudah mandi menggunakan handuk sebatas pinggang membuat rasa di dadanya bergejolak dengan hebat. Setelah kelahiran baby Alessia, ia masih belum pernah berhubungan suami istri dengan Alex. Mungkin ia terlalu takut dengan apa yang terjadi nantinya. Ketakutan karena setelah melahirkan baby Alessia. Namun beberapa hari yang lalu secara diam-diam ia pergi ke dokter Elena dan ia mendapat penjelasan dari dokter Elena bahwa ia bisa melakukan hubungan suami istri setelah empat sampai enam minggu setelah persalinan. Dan sepertinya ini bahkan melebihi dari waktu yang dokter Elena katakan. Saat ini usia baby Alessia sudah sembilan minggu, itu artinya ia tak lagi harus parno dengan apa yang ia takutkan selama ini.
"Alessia sudah tidur?" Tanya Alex yang membuyarkan lamunan sang istri.
"Hem..." Jawab Desi seraya menganggukkan kepalanya. Bibirnya tersenyum penuh makna pada sang suami yang tengah berjalan ke arahnya. Ia kembali melihat tubuh atletis suaminya yang membuat dadanya kembali bergejolak dengan dahsyat. Hingga tanpa ia sadari, dirinya menelan ludahnya kasar saat harus dihadapkan dengan Alex yang tak memakai baju sama sekali.
Sedangkan Alex saat ini tengah membungkukkan badan dan mencium bayi kecilnya yang sedang tertidur pulas di tempat tidur bayi. "Dia tumbuh dengan sangat manis," katanya seraya mengelus pipi tembem putri kecilnya.
__ADS_1
Perkataan Desi membuat Alex menatap pada wanita yang masih menggunakan dress cantik berwarna merah maroon itu. Ia berjalan mendekati sang istri. Memeluk pinggang Desi dengan tangan kanannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. "Menurutmu aku manis?"
"Menurutku kau..." Menggantungkan kalimatnya sambil menelusuri pipi sang suami dengan jari telunjuknya. "Bukan hanya sekedar manis. Tapi kau terlihat seksi di mataku," kini jari telunjuknya sudah memegang bibir sang suami bagian bawah.
"Apa saat ini kau sedang menggodaku?" Kini tangan kirinya juga memegang pinggang sang istri. Mengunci Desi agar tak bisa menjauh darinya dengan memegangi pinggang sang istri dengan kedua tangannya.
Seakan tau apa yang akan Alex lakukan selanjutnya. Kini kedua tangannya mendorong dada Alex sebelum kedua tangan suaminya benar-benar menguncinya. Melepaskan diri dari jeratan sang suami. Seperti dirinya benar-benar tau adegan selanjutnya saat Alex sudah berkata seperti itu. "Aku mau mandi," berkata sambil mundur beberapa langkah ke belakang. Tak ingin melakukan hal yang sudah terpikir matang di otaknya tanpa mandi terlebih dahulu. Ia hanya ingin memberikan Alex sensasi yang berbeda setelah sekian lama ia dan Alex tak melakukan hubungan suami istri. Kepulangannya dari acara pernikahan Maya dan Bima membuat semua badannya lengket. Meski tak turun tangan langsung dalam pernikahan Maya dan Bima, ia sedikit kesulitan tadi saat baby Alessia merengek lantaran kelamaan di gendong olehnya. Sedikit berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi. Setelahnya ia menutup pintu kamar mandi rapat. Bersandar di pintu tersebut sambil memegang dadanya. Seakan tak bisa menahan rasa gejolak yang ada dalam dadanya saat ia harus bersitatap dengan Alex lebih lama lagi. Ia harus bergegas sebelum baby Alessia bangun. Atau kalau tidak semua rencana yang ada di kepalanya hancur.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian Desi keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi. Rambutnya ia gelung ke atas dengan handuk kecil. Namun sesaat dirinya mematung di depan pintu kamar mandi ketika pandangannya tertuju pada tempat tidurnya. Senyum di bibirnya tatkala mengembang saat ia melihat Alex yang tengah tidur dengan baby Alessia yang sudah ada di dalam dekapannya. Ia berjalan menuju ranjangnya. Tidak biasanya Alex memindahkan putri kecilnya seranjang dengannya jika tidak dalam keadaan mendesak. Misalnya baby Alessia tak bisa tidur lantaran harus ada sang ibu di sampingnya. Perlahan ia menaiki ranjang tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Berusaha setenang mungkin agar putri kecilnya tak terbangun dengan adanya dirinya. Ia melepaskan handuk kecil yang membungkus rambutnya. Menaruhnya di atas meja nakas. Ia tidur menghadap ke arah baby Alessia dan juga sang suami yang ada di sebelah kiri putrinya. Menjadikan tangan kirinya sebagai bantal. Bibirnya kembali tersenyum saat melihat Alex dengan lembutnya mendekap putri kecilnya. Nafas halus terdengar dari keduanya. Itu tandanya bahwa kedua orang ia cintai tengah tertidur pulas. Lalu ia bangun dan mencium pipi baby Alessia dan pipi sang suami. Setelahnya ia kembali membaringkan tubuhnya. Tangannya juga mendekap sang buah hati yang saat ini tengah memisahkan dirinya dan suaminya. Baby Alessia, hasil buah hati antara dirinya dan suaminya. Ia berjanji akan menjaga penuh titipan sang Khaliq padanya. Dan selang beberapa menit, akhirnya dirinya pun ikut terlelap di samping putri kecilnya. Ia bahkan sampai lupa tujuan utamanya yang tadinya membersihkan diri di kamar mandi untuk menyenangkan hati suaminya.
Bersambung