Kisah Cinta Alex Dan Desi

Kisah Cinta Alex Dan Desi
Aku Merindukanmu


__ADS_3

Ini adalah bulan kelima Desi menjadi menantu keluarga Marisa. Hari ini sepertinya beda dengan hari biasanya. Alex terlihat sangat sibuk dari tadi malam. Banyaknya panggilan telepon membuatnya harus merelakan sang istri untuk tidur terlebih dahulu. Setelah menunggu Desi tertidur. Satu kecupan hangat ia luncurkan di kening Desi, kemudian Alex kembali lagi ke ruang kerjanya.


Desi yang biasa bangun pagi di peluk oleh Alex kini sedikit merasa kecewa saat suaminya bahkan tak ada di sampingnya.


Setelah melakukan ritual mandi paginya Desi memakai pakaian lengkap kantor. Setelan kemeja bermotif kotak-kotak dan menggunakan celana palazzo sudah dipilih Desi sebagai pakaian yang terlihat sopan untuk pergi ke kantor.


Sebenarnya ini masih terlalu pagi untuk Desi turun ke bawah. Biasanya ia akan turun pada pukul tujuh pagi. Namun keinginannya untuk menemui sang suami yang sepertinya masih ia yakini di ruang kerja menjadi sesuatu yang harus ia lakukan. Entah kenapa ia sangat merindukan Alex, padahal pria yang berstatus sebagai suaminya berada satu atap dengannya.


Seperti biasa Desi selalu menuruni anak tangga dengan berlari kecil. Entah mengapa ia sangat menyukai hal itu baru-baru ini. Ia sudah melihat beberapa asisten rumah tangga yang tengah melakukan pekerjaannya masing-masing. Ia juga sudah melihat Bu Dina berdiri di bawah tangga. Sepertinya akhir-akhir pekerjaan Bu Dina bertambah satu lagi yakni memperingatkan Desi untuk berhati-hati saat menuruni tangga.


Sesaat Bu Dina sudah membuka mulutnya untuk kembali memperingatkan istri dari majikannya. Namun dengan tangan Desi yang menggantung di udara membuat Bu Dina menutup kembali mulutnya.


Desi mendekati Bu Dina yang masih berdiri di bawah tangga. Menggandeng tangan kanan wanita paruh baya yang sudah mengabdi di rumah suaminya entah sudah berapa tahun. "Terimakasih karena sudah berkali-kali memperingatkanku untuk hati-hati jika menuruni tangga. Tapi maaf, akhir-akhir ini aku memang sangat suka sekali jika menuruni tangga dengan berlari. Jadi... Jangan sampai ngadu pada Alex ya Bu..." Kata Desi sambil pergi meninggalkan Bu Dina berjalan ke ruang kerja Alex. Ia bahkan masih bisa melihat ekspresi Bu Dina yang geleng-geleng kepala seraya tersenyum.


Desi membuka perlahan pintu ruang kerja suaminya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia memasukkan kepalanya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Disana, di meja kerja. Alex masih bekerja meski sepertinya ia sudah bekerja semalaman.


"Kau tidak mau masuk?" Tanya Alex tanpa melihat Desi yang sudah berdiri di depan pintu.


"Kau tau aku ada disini?" Tanya Desi sambil bermuka cemberut. Ia bahkan sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikitpun saat membuka ruang kerja suaminya. Tapi kenapa Alex mengetahui keberadaannya saat Alex masih sibuk bekerja.


"Tentu saja aku tau," jawabnya sambil menghentikan pekerjaannya. Kini pandangannya sudah tertuju pada sang istri. "Aku bahkan bisa mencium baumu meski dalam jarak sepuluh meter," jelasnya sambil di selingi tawa renyahnya. "Kemarilah..." Panggil Alex dengan isyarat tangannya.

__ADS_1


Desi pun menurut. Ia berjalan mendekati Alex yang masih duduk di kursi kerjanya. Sesaat ia terkejut saat tangannya di tarik oleh Alex dan ia di dudukkan di atas pangkuan sang suami.


"Kau butuh sesuatu?" Tanya Alex sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Kepalanya sudah menengadah ke atas melihat wajah cantik Desi yang semakin hari semakin terlihat mempesona.


"Aku rindu padamu..." Jawab Desi yang juga melingkarkan kedua tangannya di leher Alex.


Alex kembali tertawa. Akhir-akhir ini Desi memang sangat sulit di tinggal olehnya. Tadi malam saja, Alex menunggu Desi sampai tertidur baru ia kembali ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan masalah pekerjaannya. "Kau rindu padaku?"


"Hem..." Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya. Memeluk sang suami. Menaruh kepalanya di atas kepala suaminya. Saat duduk di pangkuan Alex, kini tinggi Alex hanya sebatas dadanya.


"Bukankah kita satu rumah?"


"Lalu..."


"Apa itu salah? Saat seorang istri merindukan suaminya? Gak ada yang salah kan?" Tanyanya sambil bergelayut manja pada Alex.


Sedangkan Alex hanya bisa tersenyum saat Desi bersikap seperti itu. Pasalnya tidak biasanya Desi bersikap layaknya anak kecil yang sedang membujuk ibunya untuk di belikan mainan. "Maaf... Karena pekerjaan ku yang banyak jadi kita..."


"Tidak pa-pa..." Kata Desi memotong perkataan Alex. Kedua tangannya masih melingkar di leher Alex. "Aku tau bagaimana rasanya menjadi Direktur utama di sebuah perusahaan. Papi juga seperti dirimu. Mungkin itu sebabnya orang tuaku hanya memiliki hanya seorang anak."


"Maksudmu?" Tanya Alex sambil mengerutkan keningnya. Tanda tak mengerti apa yang Alex maksud.

__ADS_1


"Karena mereka tidak mempunyai waktu yang lama untuk berdua," kata Desi sambil di selingi tawa. "Jadi mereka..."


"Jarang sekali berhubungan intim? Begitu maksudmu?"


Desi refleks memukul dada Alex. "Kenapa berbicara seperti itu?"


"Memang benar kan? Bukankah kau mau bilang begitu?"


"Tapi kau harus mencari kata-kata yang tepat."


"Bukankah itu kata-kata yang tepat?"


"Tapi tidak juga seperti itu?"


Alex menghela nafas pasrah. Ia tidak mau berdebat dengan Desi pagi-pagi begini. Ia harus mengalah, jika nanti ia terus melayani Desi maka yang ada mereka tidak akan berangkat bekerja. Sebenarnya ia sudah mengantuk tapi dengan kehadiran Desi disini membuatnya tak lagi merasakan rasa kantuk yang dari tadi menyerangnya. "Baiklah aku minta maaf," ujarnya yang menyudahi perdebatan yang tak akan selesai. "Bisakah kau memberikanku satu kecupan," kata Alex sambil memajukan bibirnya. Meminta apa yang ia barusan katakan.


Dan tanpa di minta untuk yang kedua kalinya, Desi langsung memberikan apa yang Alex pinta. Satu kecupan benar-benar mendarat di bibir Alex.


"Satu kali lagi," kata Alex yang kembali memajukan bibirnya. Dan Desi pun kembali memberikan satu kecupan lagi. "Lagi..." Kata Alex yang memang berniat menggoda istrinya. Dan lagi-lagi Desi juga mengiyakan apa yang Alex minta. "Lagi..." Sekali lagi Alex memintanya.


Seakan kesal dengan permintaan Alex , kini Desi menepuk pelan bibir suaminya. "Kau mencoba mengerjai ku hah?"

__ADS_1


Alex tertawa. "Aku mencintaimu..." Kata Alex yang langsung melahap bibir sang istri. Tanpa di selingi satu atau dua kecupan. Kini Alex memberikan kecupan yang panjang pada Desi


Bersambung


__ADS_2