Kisah Cinta Alex Dan Desi

Kisah Cinta Alex Dan Desi
Amanat Terakhir


__ADS_3

"Kenapa?" Alex menjeda kalimatnya sesaat. "Kenapa kau lakukan semua ini?" Tanyanya dengan nada berteriak. Ia sudah murka ketika tau siapa yang berkhianat pada dirinya dan keluarganya. Ingin sekali rasanya ia menghajar wanita yang ada di hadapannya. Namun pegangan kuat dari empat orang pria di sampingnya membuatnya tak bisa bergerak.


Bu Dina tersenyum mengejek. Ia maju selangkah. "Semua ini karena dia," jawabnya seraya menunjuk Desi yang kedua tangannya masih terikat di kursi.


"Aku?" Desi bahkan tak tau kesalahan apa yang telah ia perbuat. Waktu pertama kali masuk ke rumah suaminya ia bahkan tak memiliki musuh. Ia juga selalu bersikap baik kepada seluruh penghuni rumah.


"Iya, kau." Kata Bu Dina yang memberikan penekanan di setiap kalimatnya. "Jika kau tidak datang ke rumah Alex sebagai istrinya, maka semua ini tidak akan terjadi."


"Dasar kurang ajar!" Alex kembali memberontak. Ingin sekali ia lepas dari pegangan tangan para orang suruhan ayahnya. "Siapa kau sebenarnya?" Tanyanya dengan nada geram. Jika ia tak sedang di pegang oleh ke empat orang laki-laki ini mungkin saja dirinya sudah menghabisi wanita paruh baya yang tak tau malu akan apa yang telah dilakukannya.


"Asal anda tau tuan muda, aku hanya melaksanakan amanat terakhir mendiang kakak perempuan ku."


"Apa maksudmu?" Alex mengernyitkan dahi keheranan akan penjelasan Bu Dina padanya. "Siapa mendiang kakak perempuan mu?"


"Ibu kandung Sandra."


Satu kalimat yang membuat Alex menganga tak percaya. Ia bahkan tak tau siapa sebenarnya ibu kandung Sandra. Yang ia tau, ibu Sandra hanyalah wanita yang menyakiti ibunya.


"Semuanya akan baik-baik saja jika anda tidak memukul dan mengusir Sandra malam itu," jelas Bu Dina yang membuat Alex dan Desi kembali mengingat apa yang dikatakan olehnya.

__ADS_1


Flashback on


Dengan keahlian Bu Dina yang bisa mengurus rumah tangga dengan baik, akhirnya ia diterima Alex untuk bekerja di rumahnya tepatnya tujuh belas bulan yang lalu saat Alex menetapkan dirinya dan keluarganya tinggal di Indonesia.


Rencananya kali ini adalah masuk ke dalam keluarga Alex Candra Wijaya tanpa diketahui oleh Alex atau siapapun. Rencananya untuk masuk ke dalam keluarga Alex karena alasan yang sangat penting. Ia sudah mendapat pesan dari mendiang ibu Sandra jika ia harus melindungi Sandra bagaimanapun caranya. Karena ibu Sandra memang tak mempercayai Hendra jika membesarkan Sandra sendirian.


Bu Dina sudah mencari keberadaan Sandra setelah kematian saudara perempuannya. Namun ia tak kunjung menemukannya. Pernah suatu ketika ia mendengar kabar bahwa Sandra telah dirawat oleh keluarga mantan suami Hendra yakni Marisa. Ia sedikit merasa lega karena menurut kabar yang beredar bahwa Sandra saat ini tengah baik-baik saja. Namun ia masih belum puas jika tak melihat Sandra dengan mata kepalanya sendiri. Ingin sekali ia pergi ke Amerika, namun ia bahkan tak mempunyai alamat dimana rumah Alex berada.


Namun sepertinya penantiannya selama lima belas tahun akhirnya terbayar sudah ketika ia mendengar kabar bahwa keluarga Alex akhirnya menetap di Indonesia. Buru-buru ia mencari informasi mengenai keluarga Alex. Dari internet ia sudah bisa melihat bahwa Sandra telah tumbuh dewasa. Senyum yang Sandra miliki sangatlah persis dengan saudara perempuannya yang telah meninggal. Sepertinya keponakan perempuannya saat ini tengah bahagia. Bersyukur ia bisa melihat kebahagiaan Sandra.


Ia sudah bertekad untuk menjaga Sandra lebih dekat. Dari informasi yang ia peroleh bahwa keluarga Alex saat ini tengah mencari beberapa asisten rumah tangga di rumah barunya. Seperti tak ingin ketinggalan kereta, ia dengan segera mendaftarkan diri menjadi bagian dari keluarga Alex. Dengan keahlian yang ia miliki ia bisa sebagai asisten rumah tangga, dengan mudah ia masuk ke dalam keluarga Alex. Dan sampai akhirnya ia di angkat sebagai kepala pelayan.


Namun kebahagiaan Sandra sudah tak terlihat olehnya saat Alex mengenalkan Desi sebagai calon istrinya. Ia sudah bisa membaca wajah Sandra yang memang tak begitu menyukai Desi dalam rumahnya.


Diam-diam ia mencari apa saja yang berhubungan dengan Desi. Pernah suatu ketika ia dibuat tercengang saat Desi menghilang dari rumah dan ternyata ia pergi ke apartemennya sendiri. Saat Marisa, ibu Alex sedang melihat kondisi Desi yang memang sedang sakit di kamar apartemennya bersama Alex. Ia menggunakan kesempatan itu untuk berkeliling ke seluruh apartment Desi. Di meja makan ia menemukan sebuah berkas yang berisi surat perjanjian antara Alex dan Desi mengenai pernikahan sandiwara yang mereka jalani. Ia bahkan tak percaya dengan apa yang ia baca pada waktu itu. Namun berkas tersebut sepertinya akan ia pakai untuk menjebak Alex ataupun Desi suatu saat nanti.


Ia masih diam, saat Sandra masih bisa tersenyum. Namun kesabarannya sudah habis ketika pada suatu malam ia melihat Alex yang menampar keras wajah Sandra karena telah memesankan makanan yang di pantang oleh Desi. Dan yang paling menyakitkan baginya adalah Alex mengusir Sandra dari rumahnya. Alex bahkan lebih memilih Desi dari pada mempertahankan adik perempuannya. Ia menangis. Menangis karena sikap Alex yang keterlaluan terhadap keluarganya sendiri. Ia bersumpah akan menyingkirkan Desi dari rumah ini bagaimanapun caranya.


Bu Dina tau ia tak akan bisa melakukan hal ini sendirian. Berpikir. Mencari cara agar ia bisa menyingkirkan Desi secara halus. Entah kenapa tiba-tiba kini pikirannya malah tertuju pada Hendra Wijaya yang saat ini sedang berada dalam penjara. Seperti tak mempunyai ide lain, Bu Dina akhirnya datang ke kantor polisi secara diam-diam dan mengajukan satu permintaan agar ia di bantu untuk menyingkirkan Desi dari rumah majikannya. Dan akhirnya kesepakatan pun terjadi saat Bu Dina menyetujui ide gila yang dibicarakan oleh Hendra Wijaya.

__ADS_1


Butuh waktu berbulan-bulan untuk Hendra mengetahui seluk beluk rumah sakit jiwa yang kini ia tinggali. Sedangkan Bu Dina secara diam-diam membentuk sekutu agar bisa melancarkan apa yang ia dan Hendra Wijaya rencanakan.


Dan saat itu pun datang. Saat Alex berpamitan untuk pergi keluar negeri. Bu Dina menggunakan kesempatan ini untuk meneror istri dari majikannya. Mendatangkan pria misterius suruhan Hendra Wijaya dulu dari penjara untuk menakut-nakuti Desi.


Puncaknya saat Alex mengirim Desi ke rumah orang tuanya. Bu Dina menggunakan kembali kesempatan itu untuk menculik Desi. Dan sepertinya pertumpahan darah kali ini tak bisa dihindarkan ketika Adi dan Rafi mengirim pria misterius itu kembali ke sel tahanan. Bu Dina kembali menyuruh orang untuk menghabisi nyawa pria misterius tersebut. Ia tak mau namanya disebut oleh pria misterius itu padahal misinya untuk menyingkirkan Desi belum terlaksana.


Kini ia memanfaatkan surat perjanjian antara Alex dan Desi mengenai pernikahan sandiwara yang dulu dilakukan oleh majikannya. Mencoba memprovokasi keluarga Desi untuk membenci Alex.


Flashback off


"Jadi kau dalang dari semua ini?" Tanya Alex dengan nada geram.


"Maafkan saya tuan muda. Seperti yang anda tau. Saya hanya ingin melihat Sandra bahagia."


Alex tersenyum sinis pada wanita yang masih berdiri di hadapannya. Dan tawa sinis itu kini menjadi tawa ejekan yang keluar dari mulutnya. "Terimakasih..." Menjeda kalimatnya sebentar. "Terimakasih karena telah mengatakan semuanya," ia bisa melihat raut kekhawatiran pada wajah ayah dan kepala asisten rumah tangganya saat ia mengucapkan kalimat tersebut. "Setelah ini. Kalian membusuklah di dalam penjara."


Suara Alex menggelar di setiap sudut ruangan. Membuat semua wajah lawannya pias. Begitu juga saat mereka tau ada beberapa polisi dan orang kepercayaan Alex yang sudah masuk ke dalam bangunan tua tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2