
Seperti biasa Alex selalu mengantarkan Desi pulang pergi ke kantor. Jika dulu ia melakukan hal ini hanya sekedar untuk memperlihatkan pada keluarganya kalau rumah tangganya baik-baik saja. Namun tidak untuk kali ini. Ia memang harus menjaga Desi dimanapun istrinya berada. Bahkan ia ingin istrinya resign dari perusahaan Farel. Bukannya melarang semua aktifitas sang istri. Namun Alex ingin Desi tidak terlalu kelelahan saat harus bekerja.
*
Sepulang bekerja, seperti biasa Desi membersihkan dirinya di kamar mandi. Merasakan guyuran hangat dari jatuhnya air shower membuat rasa penat seharian berada di kantor berangsur hilang. Sesekali ia mengusap wajahnya yang dialiri air dari shower.
Hampir tiga puluh menit ia menghabiskan waktu di kamar mandi. Dan saat ini ia tengah selesai menjalani ritual mandinya. Sesaat tangannya menggantung di udara ketika ia akan mengambil jubah mandi yang biasa ia taruh di gantungan, namun saat ini tengah tak ada. Di gantungan tersebut hanya ada handuk yang biasa di pakai oleh Alex. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar mandi. Namun ia tak bisa menemukannya. Membuka semua lemari yang menggantung di dinding di atas wastafel namun apa yang ia cari tak bisa ia temukan.
Akhirnya Desi terpaksa memakai handuk yang biasa di pakai oleh Alex. Namun handuk tersebut tak bisa menutupi tubuhnya dengan rapat. Handuk yang berukuran kecil itu hanya bisa menutupi bagian dada dan bagian kewanitaannya.
Desi membuka perlahan kenop pintu kamar mandi. Mengeluarkan dulu kepalanya. Mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar yang sudah tiga bulan lebih ia tempati. Ia takut jika harus bertemu Alex. Bukan karena ia memakai handuk milik Alex tapi takut karena ia sudah bisa membaca apa isi kepala Alex saat ia harus menggunakan handuk se seksi seperti ini. Bisa-bisa ia akan di terkam habis oleh Alex, seperti malam-malam sebelumnya.
Desi melangkah ke ruang pakaian sambil mengendap-endap, padahal Alex tak terlihat di kamarnya. Ia segera mencari jubah mandi cadangannya yang ia taruh di lemari pakaian. Namun ia tak menemukannya. "Aku ingat sekali menaruhnya disini," kata Desi lirih sambil mengingat-ingat kembali dimana ia terakhir kali menaruh jubah mandinya. Saat di mall dulu bersama Sandra dan Maya, ia membeli tiga jubah mandi. Yang satu selalu ia taruh di gantungan kamar mandi dan yang dua ia taruh lemari pakaian untuk berjaga-jaga. Namun sampai ia meneliti semua lemari pakaian, ia tak dapat menemukan apa yang ia cari.
Desi menghela nafas berat. Ia sedang berkacak pinggang di depan lemari pakaiannya. Memegang keningnya dengan tangan kanannya sambil memejamkan mata. Ia mencoba mengingat kembali dimana ia menaruh jubah mandinya. Dan disaat ia sibuk mencari jubah mandinya, saat ini ia di kejutkan dengan pelukan seseorang dari belakang.
"Apa kau sedang mencoba menggodaku dengan memakai handuk seperti ini?" Tanya Alex yang makin mengerutkan pelukannya di pinggang sang istri. Ia sangat menyukai aroma ini. Aromaterapi dengan wangi musk sudah menjadi wewangian yang sangat ia dan Desi sukai.
__ADS_1
"Sayang kau tau dimana jubah mandiku?" Tanya Desi seraya memutar badannya agar bisa berhadapan dengan Alex.
Sedangkan Alex tak langsung menjawab pertanyaan dari Desi. Matanya malah sibuk menatap lekuk tubuh Desi yang hanya memakai handuk seadanya. Bibirnya sudah tersenyum miring melihat sang istri begitu menggoda di matanya.
Desi yang merasa sedang terancam, kini menutupi dadanya dengan kedua tangannya. "Kau lihat apa?" Tanyanya yang kesal saat ia dengan begitu mudahnya bisa membaca pikiran Alex. "Jangan berpikir macam-macam. Kau tau dimana jubah mandiku tidak?" Tanyanya sekali lagi.
"Jubah mandimu?" Tanya Alex yang saat ini matanya sudah mengarah pada wajah Desi yang terlihat sudah panik.
"Iya. Dimana jubah mandiku? Cepat katakan!" Perintah Desi.
"Sudah ku buang," jawab Alex sambil memalingkan muka. Ia bahkan tak merasa bersalah ketika ia menjawab pertanyaan Desi.
"Kau benar-benar mencoba menggodaku kan?" Tanya Alex yang masih terpana dengan setiap lekukan tubuh Desi.
Desi mencoba menutupi bagian intimnya dengan kedua tangannya. "Cepat berbalik kesana," mendorong tubuh Alex agar membelakanginya.
"Kenapa aku harus berbalik?" Mencoba protes. Ia kembali menghadap ke arah Desi yang sudah mengambil handuk yang sudah terjatuh di lantai. Lalu ia mengambil paksa handuk yang sudah berada di tangan Desi. "Kenapa harus di tutup? Aku bahkan belum melakukan apapun padamu," katanya seraya melangkah mendekati sang istri.
__ADS_1
"Jangan mendekat. Aku belum pakai baju," kata Desi yang sekali lagi mendorong dada Alex.
"Aku bahkan lebih suka jika dirimu tidak memakai baju sama sekali," kata Alex seraya mengecup bibir tipis Desi.
Desi membulatkan kedua matanya. Ia sangat tau sekali kejadian apa selanjutnya jika ia juga meladeni Alex. "Sayang aku mau pakai baju dulu. Kamu keluar ya," mencoba membujuk Alex agar keluar dari ruang pakaian.
"Tidak mau!" sudah memeluk Desi. "Kau tau kenapa aku membuang jubah mandimu?"
Desi terdiam. Ia baru teringat kembali akan jubah mandi itu. Dari tadi ia hanya sibuk menutupi dirinya dengan kedua tangannya. Sampai-sampai ia lupa dimana ia menaruh jubah mandi yang sudah ia beli dari mall dulu. "Kenapa kau membuangnya?"
Alex masih melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang istri. Sehingga Desi tak bisa lari kemana-mana. "Karena aku ingin kau hanya memakai handukku setelah mandi. Itu akan menumbuhkan rasa gairahku yang menggebu-gebu saat melihat mu begitu seksi dengan handuk itu," jelasnya.
Desi kembali memukul dada Alex. "Kau tidak tau malu sama sekali."
"Kenapa harus malu? Kita bahkan sudah sah menjadi suami istri," jelas Alex. Lalu dirinya mendekatkan bibirnya pada telinga sang istri. "Ayo kita mulai lagi. Aku sudah tidak sabar mempunyai baby," tambahnya yang membuat Desi tak bisa menjawab kata-katanya. Lalu Alex menatap wajah Desi. Mengusap lembut pipi sang istri. "Bersediakah kau mengabulkan permintaanku?" Menjeda kalimatnya sebentar. "Jadilah ibu dari anak-anakku," pinta Alex yang membuat Desi tertegun.
Sesaat mereka hanya saling menatap namun di detik selanjutnya Desi langsung memberikan satu kecupan di bibir Alex. Sedangkan Alex yang mendapat sinyal hijau dari Desi, langsung menerkam habis bibir sang istri. Dan kejadian di malam-malam sebelumnya kini kembali terjadi pada pasangan ini.
__ADS_1
Bersambung