Kisah Cinta Alex Dan Desi

Kisah Cinta Alex Dan Desi
Bulan Madu


__ADS_3

"Wah..." Desi sedang berdiri di pinggir pantai. Melihat keindahan pantai saat matahari tengah berjalan ke peraduannya. Ia belum pernah sama sekali melihat pantai dalam keadaan senja seperti ini.


Perdebatan di rumah tadi membuat mereka berdua mau tak mau menyetujui apa yang telah di rencanakan Maya dan keluarga besarnya untuk pergi berbulan madu. Maya bahkan sudah membeli tiket pesawat untuk keduanya agar pergi ke luar negeri, menyelesaikan perihal bulan madu yang ia susun secara rapi ke Swiss. Maya sudah merencanakan hal ini jauh-jauh hari sebelum acara pernikahannya terlaksana. Rasa terimakasih yang hanya bisa ia berikan pada atasannya agar atasannya bersama sang istri bisa menghabiskan waktu bersama di Swiss. Namun sepertinya semua persiapan yang telah ia rancang hanya tinggal angan-angan saja. Pasalnya atasannya dan sang istri tidak bisa meninggalkan baby Alessia lama-lama. Alex dan Desi bahkan tadi ingin membawa juga baby Alessia untuk pergi bersamanya namun keluarga besar Alex menolak permintaan Alex dan Desi agar tidak membawa Alessia pergi ke acara bulan madu sepasang suami istri yang sudah lebih dari satu tahun menikah.


Alex yang sepertinya tau akan keberatan Desi untuk pergi ke Swiss membuatnya menemukan satu cara agar keluarga besarnya tidak kecewa saat ia dan istrinya membatalkan penerbangannya ke Swiss. Ia membawa sang istri pergi ke villanya yang terletak di dekat pantai. Villa yang ia beli tanpa sepengetahuan keluarganya. Villa yang ia gunakan dulu jika sedang tak baik-baik saja. Villa yang sampai saat ini hanya ada satu keluarganya yang tau, yakni Farel. Pikirannya kembali menerawang pada kejadian satu setengah tahun yang lalu. Ketika Alex dulu sempat tak percaya saat Farel membawanya ke tempat ini. Dulu Farel tau semuanya tentang dirinya melalui sekertaris pribadinya yakni Bima. Ia menarik senyuman di sudut bibirnya, ketika mengingat momen tersebut. Ia masih melihat sang istri dari belakang, saat istrinya tengah sibuk memandangi laut yang terbentang luas di hadapannya. "Kau suka?" Tanyanya seraya berjalan ke arah Desi.


Desi menganggukkan kepalanya cepat. Membalikkan badannya ke belakang. "Sangat suka..." Bersitatap dengan sang suami cukup lama. "Terimakasih karena telah membawaku ke tempat ini." Katanya lagi seraya menggapai tangan Alex. Menggenggam erat kedua tangan suaminya.


"Setelah menikah dengan mu, aku sudah lama tak menyambangi tempat ini." Mengedarkan pandangannya ke seluruh pantai. Menghembuskan nafas perlahan.


"Apa maksudmu sudah lama tak menyambangi tempat ini?" Tanya Desi tak mengerti akan maksud Alex. "Apa sebelumnya kau pernah kesini?" Tanyanya lagi ketika kerutan di keningnya tergambar jelas saat ia mencerna semua perkataan Alex padanya.


"Tentu saja," memandang wajah cantik Desi. "Nanti kita bisa istirahat disana," menunjuk sebuah villa yang terletak tak jauh dari pantai.


Desi masih memandangi villa yang di tunjuk oleh suaminya. "Kau menyewa villa itu?" Tanyanya lagi seraya menunjuk villa yang dimaksud oleh Alex.


"Bukan menyewa. Tapi villa itu memang milikku." Katanya yang membuat mata Desi tertuju padanya.

__ADS_1


"Apa?" Tak mengedipkan kedua matanya. "Jadi kau membawaku ke tempat ini..."


"Karena jarak rumah dari sini hanya terpaut tiga jam," jawabnya yang memotong perkataan Desi. "Kau bilang kau tidak bisa jauh dari Alessia. Jadi aku punya inisiatif untuk membawamu kesini. Selain lebih dekat dengan Alessia, kita bisa menikmati bulan madu kita dengan suasana pantai yang indah."


Penjelasan Alex membuat Desi takjub. Ia benar-benar tak menyangka jika villa dekat pantai tersebut adalah miliknya. Ia juga tak menyangka jika sang suami bisa mempunyai inisiatif membawanya kesini. "Itu sebabnya mengapa aku sangat mencintaimu," mendekatkan wajahnya pada laki-laki yang ia cintai.


"Jangan memancingku dengan wajah cantikmu. Karena aku sudah lama menahannya saat sebelum kau melahirkan Alessia ke dunia ini." Memegang dagu Desi dan langsung mencium lembut bibir manis sang istri. Mengirimkan sensasi yang tak biasanya. Tangan kanannya memegang tengkuk leher Desi bagian belakang. Sedangkan tangan kirinya ia lingkarkan di pinggang sang istri. Betapa indahnya mereka saling berciuman di bawah senja sore.


*


"Kau menyiapkan semua ini?" tanya Desi yang masih mengedarkan pandangannya ke seluruh villa bagian depan. Dirinya takjub akan suasana villa yang di desain khusus menyerupai tempat romantis. Bunga yang cantik tertata rapi di atas meja makan malamnya.


"Tidak!" Jawab Alex seraya mendudukkan dirinya di kursi seberang, dimana Desi saat ini tengah duduk. "Maya yang menyiapkan semuanya." Katanya lagi saat ia sudah benar-benar duduk di kursinya. Menatap sang istri sambil menerbitkan senyuman. "Kau terlihat cantik malam ini."


"Apa kau tidak tau kalau aku sudah cantik dari lahir?"


Pertanyaan sekaligus jawaban yang membuat Alex tertawa lepas. Di sambung Desi yang juga tertawa akibat jawabannya yang spontan keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Seorang pelayan laki-laki tengah menghidangkan minuman yang ia taruh di gelas Alex dan Desi secara bergantian. Dan dua orang pelayan wanita juga tengah menyiapkan dua makanan berbeda antara Alex dan Desi. Satu masakan khas laut dan satu lagi masakan khas vegetarian. Setelahnya ketiga pelayan tersebut pergi meninggalkan Alex dan Desi saat mereka telah selesai menghidangkan makan malam untuk dua orang yang sepertinya merasa canggung. Padahal mereka sudah menikah lebih dari satu tahun. Namun mereka bahkan belum pernah sama sekali makan malam romantis seperti sekarang ini.


Alex menganggukkan kepalanya pada Desi. Seperti berkata bahwa ia akan memulai makan malamnya. Dan keduanya memulai makan malam romantis sambil beradu saling tatap.


Setelah makan malam selesai, seorang pelayan laki-laki memutar musik romantis sesuai arahan yang ia terima tadi dari seorang wanita berkebangsaan Amerika. Ia dan dua pelayan wanita yang melayani Alex dan Desi memang sudah ditugaskan oleh asisten pribadi Alex.


Tugas kalian hanya sampai batas waktu makan malam. Setelah itu tinggalkan Pak Alex dan nona Desi menikmati sisa malam mereka.


Pesan tersebut sudah Maya tekankan pada ketiga pelayan yang bertugas melayani makan malam Alex dan Desi. Maya hanya ingin bulan madu keduanya akan teringat seumur hidup kedua atasannya. Jika memang tak jadi berangkat ke Swiss, maka Maya akan melakukan apapun asalkan kedua atasannya bisa menghabiskan waktu bersama tanpa baby Alessia tentunya. Hanya dengan ini Maya bisa mengungkapkan rasa terimakasih pada kedua atasannya, terutama pada Alex.


Alex berjalan menghampiri sang istri yang masih duduk di kursi. Mendengarkan musik romantis membuatnya ingin mengajak sang istri untuk berdansa bersama. "Ijinkan aku..." Kata Alex seraya menggantungkan telapak tangan kanannya. Mengajak sang istri untuk menikmati malam ini dengan berdansa bersama. Dan tanpa ajakan yang alot, Desi menerima uluran tangan laki-laki yang dicintainya. Mengikuti langkah Alex yang berjalan ke arah tengah lantai yang di kelilingi oleh lilin putih membentuk lingkaran. Keduanya berdansa dengan mengikuti iringan musik romantis yang di putar oleh seorang pelayan laki-laki. Saling bersitatap dan tersenyum.


"Aku mencintaimu..." Bisik Alex pada sang istri.


"Aku juga mencintaimu..." jawab Desi. Lalu keduanya berciuman dengan di iringi musik romantis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2