
"Tante sudah gak sabar menantimu dewasa. Tante pengen ngajak kamu jalan-jalan," kata Sandra yang saat ini tengah menggendong Alessia dalam dekapannya.
"Oma pun sama," kata Marisa yang kini duduk di samping Sandra.
Keluarga Alex saat ini tengah duduk bersama di taman samping rumahnya. Semalam baby Alessia tidur nyenyak sekali. Pagi ini rumah Alex juga tengah kedatangan tamu sepasang suami istri, yakni ayah dan ibu Desi. Kepergian Alex dan Desi perihal bulan madu memang sudah disepakati keluarga besarnya. Keluarga Desi juga sudah tau akan hal ini. Jika semalam Alessia sudah tidur dengan keluarga Alex maka hari ini baby Alessia akan tidur di rumah orang tua Desi. Kesepakatan ini sudah di setujui oleh kedua keluarga ini. Keberadaan baby Alessia benar-benar membuat keluarga Alex dan keluarga Desi saling memperebutkan putri kecil hasil cinta dari Alex dan Desi.
Pagi-pagi sekali orang tua Desi sudah tiba di kediaman menantunya. Sudah tak sabar membawa pulang cucu pertamanya ke rumahnya. Hari ini adalah jatahnya. Jatah mengurus cucu kesayangannya. Dengan senang hati kedua orang tua Desi menjemputnya.
"Ayo sini Oma gendong," kata Siska ibunda dari Desi mengulurkan kedua tangannya agar Sandra memberikan Alessia padanya. "Oma sudah gak sabar nanti malam tidur denganmu," lanjutnya lagi seraya menerima Alessia dari tangan Sandra.
"Hem sedihnya..." Kata Sandra yang sudah memberikan Alessia pada mertua kakak laki-lakinya. "Tante gak bisa tidur dengan baby Alessia lagi nanti malam," katanya lagi dengan wajah sedih. Meski berat namun ia harus merelakan keponakan perempuannya dibawa oleh mertua kakak laki-lakinya, karena itu adalah keputusan yang harus keluarganya sepakati.
"Bukankah ini sudah kesepakatan kita?" Siska bertanya sambil menggendong sang cucu dalam dekapannya. "Mumpung gak ada Alex dan Desi makanya Mami mau bawa baby Alessia ke rumah Mami. Mami kangen sama cucu Mami," lanjutnya yang tak ingin melepaskan Alessia dari gendongannya.
"Alessia..."
Teriakan dan suara yang melengking di telinga membuat keluarga Alex dan Desi menghadap ke arah suara. "Desi..." Kata mereka bersamaan. Tak percaya akan apa yang mereka lihat. Jika sesuai jadwal Alex dan Desi akan tiba di rumah dua hari lagi. Tapi sepertinya keinginan mereka tak sesuai apa yang ada dipikiran sepasang suami istri yang sudah pulang dari bulan madunya.
"Alessia..." Kata Desi lagi. Mengambil baby Alessia dari gendongan ibunya. "Bunda kangen..." Tambahnya lagi seraya mencium semua wajah putri kecilnya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian pulang?" Tanya Siska yang penasaran akan kepulangan putri dan menantunya secara tiba-tiba. Namun sepertinya bukan hanya dirinya yang penasaran. Semua anggota keluarga Alex pun juga ikut penasaran.
__ADS_1
"Desi tidak bisa jauh dari Alessia, Mi. Dari pagi dia tak berhenti menangis. Dia ingin segera pulang dan memeluk Alessia," jawab Alex yang sudah berdiri di belakang Desi. Menjelaskan kenapa mereka pulang secara tiba-tiba.
Kecewa. Mungkin itu satu kata yang tepat akan perasaan keluarga Alex dan Desi. Kecewa karena mereka tak bisa lagi mengurus baby Alessia jika ada Desi disini.
"Kenapa dengan wajah kalian?" Tanya Desi yang melihat akan kekecewaan yang tergambar jelas di wajah keluarganya. "Kalian tidak suka jika aku pulang?" Tanyanya lagi yang di jawab kebisuan oleh semua anggota keluarganya. "Papi Mami..." Bertanya lagi tanpa melepaskan tatapannya dari kedua orang tuanya. Seakan tak sabar akan jawaban yang diberikan oleh keluarga besarnya.
"Mami..." Siska menggantungkan kalimatnya sendiri saat ia kesusahan menjawab pertanyaan dari putri semata wayangnya. "Sebenarnya..." Dan akhirnya ia menceritakan semua rencana yang ia susun bersama keluarga Alex. Rencana yang seharusnya Desi tak perlu tau akan hal ini. Namun karena kedatangan Desi dan Alex yang tiba-tiba membuat semua rencananya hancur berantakan.
"Mami..." Ada rasa bersalah dalam diri Desi saat sang ibu tak bisa menjalankan rencananya dengan baik. Karena kepulangannya yang tiba-tiba membuat orang tuanya sedih.
"Kakak ipar seharusnya kau jangan pulang dulu," kata Sandra yang menimpali perkataan Desi yang menggantung. "Seharusnya kau tahan dulu rasa rindumu pada Alessia. Kan kasihan Mami kalau gini?"
"Bagaimana kalau malam ini kita menginap di rumah Mami?" Alex memotong perkataan Desi yang belum selesai. "Bukankah setelah kelahiran Alessia, kita tidak pernah menginap disana? Anggap saja kita meneruskan acara bulan madu kita di rumah Mami."
"Setuju." Suara keras dari Darmawan yakni ayah Desi membuat semua orang terkejut. Bahkan semua orang hanya bisa saling menatap satu sama lain ketika melihat antusiasme Darmawan semakin membesar. Tak bisa ia pungkiri jika kehadiran baby Alessia membuatnya bahagia setengah mati. Ingin rasanya cucu satu-satunya ia bawa di rumahnya selamanya. Namun ia tak mau egois. Sekarang, putrinya sudah menjadi istri seseorang. Ia tak mau lagi jika keegoisannya membawa petaka bagi dirinya sendiri. Sudah cukup ia melihat Desi bertarung nyawa demi rasa cinta pada suaminya. Ia hanya mau, putri semata wayangnya akan bahagia selamanya bersama Alex tentunya.
"Papi..." Desi memberikan Alessia pada sang ibu. Lalu dirinya berjalan ke arah sang ayah dan sambil memeluk laki-laki yang sudah membesarkannya dengan penuh cinta. "Aku menyayangi Papi."
"Papi juga menyayangimu sayang..." Mencium kepala putrinya dengan lembut. Memeluk Desi dengan penuh cinta.
*
__ADS_1
"Terimakasih..." Kata Desi yang berbisik di telinga suaminya. Kini mereka tengah berdiri di antara keluarganya yang masih sibuk dengan baby Alessia.
"Untuk apa?"
"Untuk semuanya. Untuk rasa cintamu padaku. Untuk kedamaian anggota keluarga kita. Dan untuk Alessia," memeluk pinggang Alex dengan kedua tangannya.
"Aku juga berterima kasih karena engkau telah bersedia menjadi istriku. I love you..."
"I love you too..."
**Tamat**
Assalamualaikum semuanya...
Aku ucapkan terimakasih banyak atas dukungan yang kalian berikan pada novel keduaku yakni "Kisah Cinta Alex dan Desi". Semua tak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari kalian semua...
Tak ada kata yang bisa aku ucapkan selain rasa terimakasih yang sebesar-besarnya pada kalian semua. Semoga kalian semua dalam keadaan sehat selalu, aamiin...
Wassalamu'alaikum...
__ADS_1