Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
101


__ADS_3

Suasana sekolah mendadak berubah menjadi menegangkan dan juga sangat mencekam seperti layaknya di dalam sebuah film horor yang ada di layar televisi di tambah beberapa lampu lorong yang sudah mati, menambah kesan horor semakin kuat.


Rania sebenarnya tidak mempercayai hal-hal yang berbau mistis ataupun makhluk halus, kendati begitu entah kenapa tengkuknya terus merasa dingin membuatnya merasa sedikit takut dan memikirkan sesuatu yang tidak-tidak, seperti melihat sosok hitam yang tengah mengarah padanya.


" Rania awas!!! " Teriak Kuro sambil menarik Rania ke dalam pelukannya.


" A-ada apa? " Tanya gugup Rania yang terkejut dengan tindakan Kuro yang begitu mendadak dan membuatnya kebingungan sekaligus ketakutan.


Kuro menundukkan kepalanya menatap Rania dengan tatapan aneh, dia lalu bertanya, " Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu tak melihat sosok hitam itu mengarah padamu? "


Seketika kedua bola mata Rania membulat sempurna, padahal awalnya ia berpikir bahwa itu hanyalah bayangannya saja, tapi siapa sangka ternyata sosok itu nyata adanya.

__ADS_1


Jadi itu sungguh bukan bayangannya? Lalu sosok apa itu? Apa jangan-jangan itu adalah hantu sungguhan? Lalu bagaimana jika hantu itu memakan mereka? Pikir Rania


Seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Rania, Kuro hanya bisa mengerutkan dahinya, bagaimana bisa gadis di pelukannya mempercayai sesuatu yang tidak ada? Lagi pula jika sosok itu adalah hantu yang sesungguhnya, bukankah mereka seharusnya lega? Karena seingatnya, pernah di jelaskan dalam acara reality show yang ditontonnya beberapa waktu yang lalu, makhluk yang di sebut hantu itu tidak bisa memakan manusia, jadi mereka seharusnya tenang, tetapi sayangnya sosok hitam di depan mereka bukanlah hantu melainkan makhluk sejenis dengan dirinya, selain mencium bau yang sama dengannya, Kuro juha merasakan adanya aura membunuh yang begitu kuat dari sosok hitam itu. Tampaknya Cesire sangat ingin membunuh dirinya.


Tanpa membuang waktu, Kuro pun menyuruh Rania untuk berlindung di belakang tubuhnya lalu mengeluarkan pedang dari balik telapak tangannya, kedua matanya menatap fokus pada sosok hitam itu dan bersiap untuk melawan.


Di detik berikutnya, sosok hitam itu terbang ke arah mereka dan Kuro pun langsung menebas sosok itu, akan tetapi tebasan itu meleset, sosok hitam itu pun kembali menyerang dan memukul Kuro hingga mundur beberapa langkah.


" Ta-tapi. . .


" Apa kamu ingin kita berdua mati?! " Teriak Kuro secara spontan.

__ADS_1


Rania terdiam sejenak karena ucapan Kuro, tapi ia segera tersadar dari keterkejutannya lalu lari seperti yang Kuro katakan.


Meski perasaannya tengah campur aduk memikirkan keadaan Kuro, Rania tetap terus berlari menuju gerbang sekolah untuk meminta bantuan, akan tetapi di tengah perjalanan. Rania mendengar suara rintihan meminta tolong dari lorong yang tak jauh dari tempat Rania berada. Ia terdiam sembari mendengarkan suara rintihan itu, memastikan bahwa suara itu adalah milik seorang manusia dan bukan makhluk lainnya.


Namun, karena jaraknya tampaknya cukup jauh, membuat Rania tak bisa mendengar dengar jelas, tanpa sadar kedua kakinya membawanya menghampiri sumber suara tersebut.


Setelah cukup lama berjalan menyelusuri lorong, suara itu pun semakin terdengar jelas dan berakhir membawa Rania ke sebuah ruangan seni.


Dengan penuh kehati-hatian, Rania membuka pintu masuk seni itu secara perlahan. Kepalanya menyembul sedikit untuk mengintip apakah ada orang di dalam sana. Karena ruangan seni itu begitu gelap, Rania memutuskan menggunakan senter hape untuk menemukan pemilik suara rintihan itu dan akhirnya ia menemukannya, tenyata pemilik itu benar-benar milik seorang manusia, tapi kondisi tubuhnya terlihat begitu memprihatinkan dengan kondisi tubuh yang bersimbah darah. Tampaknya dia adalah korban dari sosok yang tengah Kuro hadapi.


Tanpa membuang waktu lagi, Rania segera menghampiri gadis itu dan mencoba menutup luka di bahunya dengan kedua tangannya. Akan tetapi, Rania tiba-tiba terdiam menatap darah yang terus keluar dari tubuh perempuan itu, mendadak perutnya menjadi sangat merasa lapar dan ingin meminum darah itu

__ADS_1


__ADS_2