Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
117


__ADS_3

" Yang Mulia gawat! Gawat! " Teriak Smali, seorang kasim kepercayaan Cesire, pria itu berlari di lorong istana yang sunyi sambil memasang raut wajah cemas di wajahnya, dia terus berlari mengabaikan penampilannya yang terlihat kacau dan berantakan. Para pelayan yang di lewatinya, spontan mengernyitkan dahinya, penasaran dengan apa yang di teriakkan oleh pria itu.


" Yang Mulia gawat! " Teriak pria itu kembali sesampainya di taman bunga di mana Cesire berada.


Cesire yang mendengar teriakan sang kasim hanya menolehkan kepalanya sebentar lalu kembali fokus pada tanaman kesayangannya. Seakan dia sudah bisa menebak apa yang akan pria itu katakan, tetapi untuk menghargai usaha pria itu Cesire pun bertanya. " Ada apa? Tak biasa kamu sepanik itu? Apa anjing mu hilang lagi?


Nafas Smali masih terengah-engah sambil melambaikan tangannya dengan keringat membasahi seluruh tubuh dan wajahnya, dia pun menjawab " bukan itu yang mulia, Cashe dia. . . . dia. . ..


" Sudah mati. "


Sang kasim tertegun sambil membulatkan kedua bola matanya, " Yang Mulia sudah tahu? "

__ADS_1


Cesire menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawabannya, raut wajahnya terlihat begitu santai setelah mendengar kematian salah satu bawahannya, seakan-akan hal kematian Cashe bukanlah sesuatu yang perlu di ributkan apalagi ditangisi, karena dalam perang kematian bukanlah sesuatu yang aneh hal itu bisa terjadi kapan saja karena pada dasarnya medan perang adalah tempat untuk menantang nyawa, jadi jika Cashe mati artinya dia sudah kalah melawan kematiannya.


Di rasa tanamannya sudah terlihat rapih dan cantik, Cesire pun berbalik berjalan menghampiri sang kasim lalu menyuruh pria itu duduk untuk menenangkan diri sekaligus memintanya tidak cemas dengan apa yang terjadi.


Meski keponakannya sudah membunuh Cashe yang merupakan salah satu dari lima pilar terkuatnya, tapi belum tentu dia bisa membunuh dan mengalahkannya.


Tanpa sadar mulut sang kasim menganga lebar, dia merasa bahwa dirinya adalah vampir paling bodoh, tentu saja rajanya pasti sudah mengetahuinya, rasanya rasa cemasnya itu sangat lah tidak berguna. " Lalu apa rencana yang mulia selanjutnya? "


Terlepas dari rencananya, dirinya ikut senang karena sang keponakan berhasil mendapatkan kekuatannya kembali dan ingin memberinya sebuah hadiah atas kembalinya kekuatan sang keponakan.


Cesire juga penasaran, kali ini rencana apa yang di miliki oleh kedua keponakannya untuk melawannya.

__ADS_1


Melihat ekspresi sang tuan yang tak biasanya, Sang kasim mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan apa yang di katakan serta yang di pikirkan oleh tuannya, selama menjadi bawahannya dia sama sekali tak bisa membaca jalan pikiran pria itu.


Sementara itu, Kuro dan Albert sedang membahas strategi untuk membalas perbuatan Cesire, akan tetapi dengan sisa seribu pasukan yang tersisa melawan pasukan Cesire yang memiliki sepuluh ribu pasukan membuat kedua pria itu berpikir keras, terlebih lagi dia masih memiliki dua pilar tersisa di sisinya, meski Kuro sudah mendapatkan kekuatannya tapi sangat kecil kemungkinan mereka untuk memenangkan peperangan ini.


Kuro menghela nafasnya frustasi, Albert yang melihat hal tersebut meminta sang kakak pergi mencari angin untuk menjernihkan pikirannya, lagi pula mereka masih memiliki banyak waktu sampai penyerangan tiba, jadi tak perlu terburu-buru memutuskan sesuatu yang takutnya berujung pada penyesalan.


Kuro mendongakkan kepalanya lalu membenarkan Perkataan sang adik, dia benar, mereka tak boleh gegabah dalam membuat rencana, jika gagal maka semua perjuangan mereka akan berakhir sia-sia. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan sembari melihat keadaan rakyatnya.


Tanpa sadar kakinya membawanya ke sebuah taman yang sudah terbengkalai, ia ingat waktu itu tempat ini adalah salah satu tempat paling indah di negerinya tapi setelah Cesire memberontak tempat ini jadi tidak terurus karena di tinggalkan oleh penduduk.


Entah kenapa tempat ini malah mengingatkannya pada Rania dan juga beberapa hari ini dirinya terus teringat pada gadis itu, Seharusnya dia baik-baik saja, karena sebelumnya ia meninggalkan sihir untuk membuat gadis itu tetap hidup tanpa jantung sekalipun

__ADS_1


__ADS_2