Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
110


__ADS_3

Kuro hanya bisa mengernyitkan dahinya melihat sikap Rania yang tiba-tiba menjadi sangat dingin padanya bahkan dia terlihat enggan untuk melihat atau pun di sentuh olehnya, sorot matanya menyiratkan kemarahan yang begitu besar. Tetapi saat di tanya, gadis itu terus menjawab kata-kata yang sama, " tidak apa-apa aku hanya lelah, jadi tolong jangan ganggu aku. " Jawabnya dengan nada ketus.


Karena sikap Rania yang tak biasa membuat Kuro berpikir jika seseorang telah melakukan sesuatu. Sayangnya saat akan bertanya pada adiknya, Robert sudah kembali ke dunia vampir untuk membantu Vampir yang masih berada di pihak mereka bersama dengan Laura.


Sedangkan Hedrian, Kuro ragu manusia serigala itu mengetahui segalanya.


Sejak insiden itu, Kuro mencoba mencari tahu siapa dalang penyerangan malam itu dari Laura sebelum dia berangkat ke dunia vampir. Laura berkata bahwa malam itu dia kehilangan jejak dari vampir itu tapi ia merasa sangat familiar dengan bau yang di tinggalkan vampir itu tapi dirinya lupa dan saat kembali menjemput Rania, ia sudah menemukan siswa itu sudah tak bernyawa tanpa ada darah sedikit pun di tubuhnya.


Karena panik mendengar suara langkah derap langkah kaki, Laura tidak sempat melihat kondisi jasad itu karena takut akan menimbulkan masalah yang tidak perlu.


Sejujurnya, Laura tak ingin segera kembali sebelum memecahkan siapa dalang di balik itu semua, tapi keselamatan kedua orang tuanya adalah hal yang paling utama jadi ia berharap pada Kuro untuk segera menyelidiki kasus itu lalu kembali ke dunia vampir dan menyelamatkan mereka semua.


Kuro hanya tersenyum simpul tanpa menjanjikan apapun lalu membiarkan Laura dan adiknya kembali ke dunia vampir. Sedangkan dirinya kembali ke sekolah Rania untuk menguak penjahat itu, ia berharap orang di balik itu tidak mengganggu rencananya.

__ADS_1


Namun, tampaknya ia sudah terlambat, melihat sikap Rania yang tiba-tiba menjadi dingin membuatnya sedikit cemas sekaligus merasa sakit di bagian dadanya.


Sebelum orang itu menggagalkan rencananya, ia harus memperhatikan orang-orang di sekitar Rania.


Tak terasa hari festival pun telah tiba, meski luka trauma para murid masih tersisa tapi pihak sekolah tidak berniat untuk menghentikan acara tersebut dengan harapan, acara festival itu bisa membuat mereka melupakan sejenak peristiwa mengerikan itu. Dan hal itu terbukti adanya karena kesibukan yang mereka miliki untuk persiapan festival perlahan para murid mulai tenang dan kembali beraktivitas seperti biasanya.


Tahun ini hampir setiap kelas ikut berpartisipasi dalam acara festival itu membuat hampir semua murid di sibukkan dengan kegiatan kelas mereka masing-masing, seperti menyiapkan kelas kafe, bazar, rumah hantu dan lain-lainya.


Tentunya Rania langsung menolaknya dengan tegas, tapi semua murid di kelas kecuali Aria dan kedua temannya, setuju dengan pilihan guru mereka dan berpikir peran itu akan cocok pada Rania yang suka berhalusinasi.


Tak banyak yang tahu, meski Rania memang suka berhalusinasi tetapi dirinya tak pernah tampil di mana pun karena dirinya memiliki demam panggung yang akan membuat suhu tubuhnya menjadi tiba-tiba dingin dan isi kepalanya tiba-tiba menjadi blank. Entah apa yang di pikirkan oleh teman-temannya yang memilihnya untuk memerankan peran tersebut.


" Jangan khawatir, kami percaya kamu pasti bisa. " Kata Louis sembari menyodorkan sekaleng soda.

__ADS_1


Rania mendongakkan kepalanya, menatap Louis yang sudah mengenakan pakaian seorang pangeran membuatnya terlihat sangat menawan dan mempesona.


" Terima kasih. " Ucap Rania sembari mengambil minuman soda itu dengan lemas.


Louis tersenyum simpul lalu duduk di samping Rania sembari menatap teman-temannya yang tengah bersiap-siap untuk acara panggung.


Sedangkan Rania hanya menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu tertekan dan begitu frustasi, ia kemudian bertanya pada Louis kenapa dia tidak membiarkan orang lain mengambil peran putri salju, padahal ada Aria yang telah memenuhi semua syarat, dia cantik dan juga pandai berakting berbeda dengan dirinya yang biasa-biasa saja dan sangat buruk dalam berakting.


" Menurutku kamu cantik dan manis kok. " Kata Loius tulus.


wajah Rania memerah lalu menatap Louis cukup lama hingga tiba-tiba seekor kucing hitam jatuh ke pangkuan Rania secara tiba-tiba lalu menggeram ke arah ke arah Louis menandakan bahwa dia sedang marah.


Kedua terlonjak kaget, tak lama kemudian Rania pun segera berlari dengan membawa kucing hitam di pangkuannya.

__ADS_1


__ADS_2