Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
24


__ADS_3

Sementara itu, Kuro tengah terbaring terkurung di sebuah kandang berukuran kecil yang hanya mampu memuat tubuh kucingnya saja, tempat itu begitu gelap nan lembab dan juga dingin, yang mirip seperti sebuah ruang bawah tanah.


Tap.


Tap.


Tap.


Terdengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga, perlahan, Kuro membuka kedua matanya, sayup-sayup ia melihat siluet seorang pria bertubuh tinggi, dari tubuhnya tercium aroma yang menyerupai bau seekor anjing.


Tak lama kemudian, Kuro pun menyadari bahwa bau itu adalah milik Hedrian, dan benar saja. Saat pria itu semakin mendekat, Kuro bisa melihat dengan jelas wajah Hedrian, di tangannya terdapat dua kantung darah segar yang tampaknya di curi dari sebuah rumah sakit.


Tiga hari yang lalu


Setelah melukai Rania, Kuro sedikit merasa menyesal karena terlalu banyak melukainya, kepalanya menunduk menatap tangan kecil berbulunya yang lemah tak berdaya, kemudian menggenggamnya dengan erat.


Dirinya menghela nafas dengan sangat panjang, sejujurnya dirinya terpaksa melakukan hal itu agar gadis itu membencinya, karena dirinya yang lemah merasa tidak pantas berada di samping gadis itu. Sungguh memalukan memang, dirinya pernah bersikap heroik di depan gadis itu, tapi nyatanya gadis itulah pahlawan sebenarnya, tanpanya dia tak akan pernah bisa melawan Argus atau pun menahan Hedrian.


Mungkin, semua ini adalah karma baginya, karena dulu ia di kenal sebagai seorang pangeran arogan yang tak peduli pada orang di sekitarnya hanya karena dirinya memiliki kemampuannya yang mampu menaklukkan sebuah kota di negeri Vampir hanya dalam satu malam saja, bahkan saat memusnahkan bangsa manusia vampir, dirinya banyak berperan penting dalam penghancuran bangsa itu.


Saat perang berakhir, dia mendapat julukan sebagai ' Sang Penakluk Kota. '


Karena prestasi serta sikapnya yang sombongnya itu, banyak yang segan dan takut terhadapnya.


Tapi siapa sangka, semua kekuatan dan kejayaannya hilang hanya dalam satu tikaman saja, ketika pamannya, Cesire menusuk dadanya dari belakang dengan sebuah pisau yang telah di lumuri racun yang cukup membuatnya hampir kehilangan semua kesadarannya dan membuatnya berakhir seperti ini, dari pangeran terkuat menjadi pangeran terlemah.

__ADS_1


Mengingat masalalu membuat Kuro menghela nafasnya dengan panjang, kepalanya mendongkak menatap langit yang begitu cerah yang berbanding balik dengan hatinya yang sedang mendung.


Meski dirinya sendri yang memutuskan untuk pergi, tapi dirinya malah terus teringat akan gadis itu, Ia penasaran apakah luka yang di tinggalkannya akan membekas? Lalu apakah dia sudah makan?


Kepala Kuro kembali menunduk sambil menghela nafas, rasa bersalahnya terus membebani pikirannya. Haruskah ia kembali dan meminta maaf? Tapi jika dirinya melakukannya, rasanya dirinya seperti pria brengsek.


Namun, saat dirinya tengah bergulung dengan pikirannya, tiba-tiba sebuah jaring langsung membungkus dirinya lalu membuatnya jatuh pingsan saat tersadar dirinya sudah berada di dalam kandang.


Flashback off


Tak lama kemudian, Hedrian menyuruh bawahannya memaksa Kuro untuk berdiri lalu memaksanya untuk meminum semua darah yang di bawanya itu.


Karena Kuro tak lagi memiliki tenaga, ia hanya dengan pasrah meminum semua darah itu hingga habis.


Seketika, tubuh kucingnya berubah ke wujud aslinya.


Dulu saat pria itu membantai hampir seluruh klannya, ia pernah berhadapan langsung dengan pria itu, tapi di akhir pertempuran, pria itu malah membiarkannya hidup dan berakhir di selamatkan oleh Cesire.


Baginya, hal itu sangat merusak harga dirinya, sebagai salah satu yang selamat dari pembantaian dan di selamatkan oleh salah satu orang yang membantai klannya sangat merusak hangat merusak harga dirinya.


Namun, saat itu dirinya tak memiliki kemampuan untuk menolak pertolongan itu, sebab ada dendam yang harus di bayar.


Untuk beberapa tahun, dirinya hidup di dalam bayangan Cesire, bahkan membantunya untuk membunuh raja terdahulu.


Kini Hedrian pun sedang dalam perasaan terbaiknya, karena dirinya akan membuat pria di depannya menyesal karena telah membiarkannya hidup saat itu.

__ADS_1


Setelah Kuro ke bentuk manusianya, Hedrian menyuruh anak buahnya untuk menyaksikan bagaimana dia akan membuat pria itu mati dalam penyesalan seumur hidupnya. Di detik berikutnya seluruh tumbuhnya mulai di penuhi oleh bulu, kuku tangannya memancang, taringnya mencuat keluar, dan kepalanya berubah menjadi seekor serigala tapi dengan bentuk tubuh yang masih menyerupai manusia.


Tanpa membuang waktu, Hedrian langsung mengayunkan cakarnya pada Kuro, tapi serangannya meleset karena pria itu berhasil menghindari serangannya dengan tepat waktu.


Tak ingin hanya diam berdiri lalu mati, Kuro pun mengeluarkan pedangnya dan mengayunkannya ke arah Hedrian.


Keduanya pun saling bertukar serangan dan bertarung mati-matian, hingga masing-masing dari keduanya mendapat luka yang cukup berat.


Saat pertempuran berada di puncaknya, Kuro tiba-tiba bertanya, mengapa pria itu memberinya darah sebelum pertarungan, bukankah lebih mudah langsung membunuhnya dari pada bertarung mati-matian seperti ini atau karena dia terlalu percaya diri.


Hedrian pun menyunggingkan bibirnya, Itu karena, sebagai seorang laki-laki sejati ia tak ingin membalaskan dendamnya kepada orang yang lemah, anggap saja ini adalah balas budi karena pernah membiarkannya hidup dan juga dirinya penasaran tentang sosok pangeran sang penakluk kota yang sekarang.


Jika saat ini dirinya masih tak bisa mengalahkan sang penakluk kota maka ia pun tak akan pernah bisa membunuh Cesire dengan kedua tangannya dan membalaskan dendam kedua orang tuanya.


" Tunggu, bukankah Cesire adalah rekan mu? " Tanya Kuro yang merasa ada yang kejanggalan dengan perkataan Hedrian.


" Awalnya, tapi aku tak sebodoh itu untuk menjadi budak yang membunuh kedua orang tuaku sendiri. "


" Aku tak mengerti, Bukankah Cesire yang menyelamatkan mu? Lalu mengapa kamu ingin membalas dendam pada pria itu?


Bukannya menjawab, Hedrian malah langsung menyerang Kuro dengan kekuatan penuh, membuat Kuro yang belum bersiap sepenuhnya hampir di buat mundur, tapi di detik berikutnya, karena tubuhnya sudah tak kuat lagi menahan serangan itu, membuatnya terpental cukup jauh dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


Hedrian pun tersenyum penuh kemenangan, pria itu berjalan mendekati Kuro berniat menusuk dada pria itu kemudian mencabik-cabik tubuhnya lalu memajangnya kepalanya di depan altar makam kedua orang tuanya.


Namun, sebelum ia menancapkan kukunya, tiba-tiba sebuah benda kecil mengenai lehernya, kepalanya menoleh dan mendapati Rania dengan sebuah senjata di tangannya yang di duga digunakan untuk menempelkan benda kecil di lehernya itu.

__ADS_1


Hedrian yang merasa terganggu pun, menjadi marah, ia berniat menyerang Rania, namun tubuhnya tiba-tiba terasa pusing kemudian jatuh pingsan


Tak lama kemudian, Rania pun muncul bersama Robert, Laura dan juga pria pengemis itu.


__ADS_2