Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
83


__ADS_3

Sementara itu, Kuro terus memantau pintu keluar masuk dari atas pohon, ia tak menurunkan perhatiannya sedikit pun sejak awal hingga pada akhirnya ia pun melihat sosok Rania keluar dari rumah sakit seorang diri. Tanpa membuang waktu lagi, Kuro segera memutuskan pergi mengikuti kembali gadis itu, ia ingin bertanya sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya? Meski hatinya masih merasa kecewa pada Rania, tetapi di lubuk hatinya tang terdalam, ia percaya bahwa gadis itu tak akan melakukan hal seperti itu padanya.


Saat tengah mengikuti Rania dari belakang, tiba-tiba langkah kaki Kuro terhenti sejenak ketika Mikael tiba-tiba menghadangnya dan memintanya untuk berhenti mengikuti Rania.


Kuro mengernyitkan dahi heran, bagaimana bisa pria itu mengetahui keberadaannya? Apa Rania memberitahunya? Ia yakin gadis itu pasti menyadari keberadaannya dan menyuruh pria ini untuk berhenti mengikutinya? Tapi apa ini keinginannya atau mungkin. . .


Mikael tersenyum lebar, tanpa aba-aba ia menembaki Kuro dengan pistol yang selalu di bawanya.


Meski tidak mengerti dengan apa yang dilakukan pria di depannya, tapi sebisa mungkin Kuro menghindari tembakan itu, karena dirinya tahu bahwa peluru yang di gunakan Mikael bukanlah peluru biasa pada umumnya karena peluru itu bisa membuatnya terbakar menjadi abu.


" Bukankah aku sudah memperingatkan mu? " Kata Mikael.


" Lantas, memangnya kenapa? Aku bukan bawahan mu jadi aku berhak melakukan apa yang aku inginkan. " Jawab Kuro sembari membalas serangan Mikael dengan menggunakan cakar kucingnya.

__ADS_1


Tak ingin kalah begitu saja, Mikael pun beralih senjata, ia pun mengambil pisau lipat dari balik saku celananya, meski dirinya bukan petarung jarak pendek yang hebat seperti Darian, tetapi dirinya cukup pandai menggunakan benda tajam kecil di tangannya. Beberapa kali ia berhasil mengenai Kuro dengan pisau lipatnya, tetapi beberapa kali juga dirinya terkena cakaran bahkan salah satu cakaran itu mendarat di pipinya yang mulus.


Mengetahui hal tersebut, salah satu alis Mikael berkedut, ia tak terima wajah sempurnanya tercoreng akibat sebuah cakaran dari seekor kucing vampir. Seketika kedua matanya melotot marah, kali ini dirinya tak akan main-main lagi.


Tentunya, Kuro pun menyadari perubahan sikap Mikael yang begitu signifikan, ia pun segera mencari cara agar bisa lolos dari pria itu dan segera menyusul Rania.


Akan tetapi, pola serangan Mikael sangat berbeda sekali dengan pola serangan yang sebelumnya, serangannya kali ini begitu gesit dan juga agresif, membuat Kuro kesulitan untuk mengimbanginya.


" Kenapa? Apa hanya segini saja kemampuan mu? Tenyata tanpa Darah Rania kamu hanyalah seekor kucing hitam biasa pada umumnya. " Ungkap Mikael.


Di detik berikutnya, Kuro pun mencoba menarik perhatian Mikael dengan melompat ke sana kemari dengan begitu lincah tanpa berniat menyerang Mikael sama sekali.


Mikael yang tidak mengerti permainan apa yang sedang di mainkan Kuro saat ini, hanya bisa mengikuti kemana kucing hitam itu pergi tanpa ia sadari bahwa dirinya sudah terperangkap dalam jebakan.

__ADS_1


" Aku ramal, sebentar lagi kamu akan tidur seperti kelelawar. " Ungkap Kuro sembari tersenyum penuh arti.


Mikael pun berkacak pinggang sambil meminta Kuro untuk menyelesaikan pertempuran ini secara jantan.


Namun, belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba sesuatu menarik kedua kakinya dengan begitu kuat, membawa tubuhnya ke sana kemari hingga akhirnya tubuhnya tergantung terbalik seperti seekor kelelawar persis seperti yang Kuro katakan beberapa saat yang lalu.


" Kamu tahu, di kerajaan Vampir aku terkenal sebagai peramal, bagaimana? Tebakan ku benar bukan? " Ucap Kuro dengan seringai di wajahnya.


Mikael pun berdecak kesal, lalu meminta Kuro untuk segera menurunkannya, akan tetapi Kuro menolaknya dengan tegas, ia pun pamit undur diri.


" Hey tunggu! Jangan tinggalkan aku seperti ini! Aku, aku takut gelap! "


" . . . "

__ADS_1


" Hey! Hey! Hey!!!!!!!!!! "


__ADS_2