
Sementara itu di waktu yang bersamaan, Kuro hanya terdiam di samping jendela sambil menatap pemandangan kota dari balik jendela itu. Sejak pagi dia berdiam diri di sana tanpa bergerak sedikit pun bak sebuah boneka yang sengaja di simpan di sana sebagai pajangan.
Hedrian yang sejak tadi berusaha mengalihkan perhatiannya selalu berujung gagal, dirinya tak mengerti dengan sikap diamnya kucing hitam itu? Tak biasanya dia bersikap seakan-akan bahwa dia sudah mati. Sebenarnya apa yang terjadi kemarin?
Ahhhh! Hedrian menjerit di dalam hatinya karena ketidakberdayaannya, jangankan melawan Cesire. Melawan Argolo saja dia sudah jatuh pingsan dan tak tahu apa yang terjadi setelahnya, yang ia tahu bahwa pria itu sudah mati di tangan orang lain, selebihnya ia tak tahu apa-apa lagi.
Namun, satu hal hang pasti kematian pria itu bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal dari segalanya, pastinya Cesire sudah mengetahui tentang pengkhianatan yang dilakukan Hedrian, entah apa yang akan menimpanya nanti, yang jelas pria itu pasti tidak akan pernah melepaskannya apapun yang terjadi.
" Kamu jagalah rumah, aku ingin pergi ke suatu tempat, " kata Kuro yang akhirnya bergerak sambil berjalan begitu saja melewati Hedrian.
" Aku ikut, " timpal Hedrian dengan tegas sembari berjalan mengikuti Kuro, sebab dirinya sudah di tugaskan untuk mengikuti kemana pria itu pergi, namun langkahnya tiba-tiba terhenti, tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali.
" Sudah ku bilang kamu jaga rumah dan kamu tak perlu khawatir, sihir ku hanya bisa bertahan selama lima menit saja, jadi kamu tunggu saja di sini, " Kuro pun pergi meninggalkan Hedrian yang masih membeku tak bergerak.
Di sebuah tempat kumuh, pria yang Kuro cari tengah terbaring malas di atas tumpukan kardus sambil memainkan lubang hidungnya dengan mengangkat salah satu kakinya.
Seakan tahu dirinya akan kedatangan tamu yang tak di undang, pria itu bangkit dari posisi tidurnya dan menanyakan apa tujuan Kuro datang menemuinya.
" Bisakah kamu membuat ku menjadi kuat tanpa meminum darah seorang manusia? " Tanya Kuro tanpa basa basi.
Pria itu terdiam sambil memainkan hidungnya kembali, " kamu bertanya padaku? "
Kuro memutar kedua bola matanya malas, " selain kamu, apakah ada orang lain yang bisa aku ajak bicara? "
__ADS_1
Pria itu kemudian menatap ke sekelilingnya dan tidak menemukan siapapun selain dirinya. Dia pun tersenyum malu, " tapi aku ini manusia bukan vampir seperti mu dan aku hanyalah seorang pengemis biasa yang tak tahu apapun." timpalnya sambil berbisik.
Kuro mendengus sambil menatap pria itu dengan intens, namun pria itu segera memalingkan wajahnya, seakan tahu apa yang akan dilakukan Kuro padanya.
" Jika kamu seorang manusia biasa yang tak tahu apapun, lalu mengapa kamu memalingkan wajah? Seakan kamu sudah tahu, sihir apa yang akan aku gunakan pada mu. "
Pria itu pun terdiam sejenak, lalu terkekeh pelan sambil bertepuk tangan, " jadi seberapa banyak kamu tentang ku. "
" Seorang ilmuan gila penguntit, " singkat, jelas dan padat.
Seketika pria itu menutupi mulutnya dengan tangannya dengan ekspresi yang di buat seakan-akan terkejut, " sejak kapan? "
Kuro pun menyunggingkan bibirnya, sejak awal dirinya sudah tahu bahwa pengemis di depannya adalah seorang ilmuan, hanya orang-orang bodoh seperti Rania yang tidak menyadari identitas asli pria ini. Meski penampilannya seperti seorang pengemis, namun dia tak bisa menutupi aroma tubuh aslinya yang ia sembunyikan dengan tinggal di tempat sampah.
Kendati begitu, Kuro mengakui kemampuan berkamuflase pria ini sangatlah hebat, karena mampu mengelabui Laura yang memiliki penciuman sensitif tapi tidak dengan Kuro yang langsung bisa mencium aroma tersebut meski pun dirinya tidak memiliki penciuman tajam seperti Laura, hanya saja dirinya langsung merasa akrab dengan aroma tubuh yang di keluarkan oleh pria itu.
Setelah mendengar penjelasan Kuro, pria itu menangis terharu dan memuji analisa yang dilakukan oleh Kuro. Meski semua analisanya hampir semuanya benar, tapi pria itu tetap memuji Kuro dengan memberinya sebuah pelukan hangat yang kemudian di tolak dengan sadis.
" Lalu apa yang aku dapatkan setelah aku membantu mu? Bisakah aku membedah mu? " Tanya dengan tatapan penuh harap.
" Selain membedah, kamu boleh meminta apapun, misalnya uang? "
Seketika raut wajah pria itu berubah menjadi kecewa karena Kuro tak bisa memenuhi keinginan gilanya, ia kemudian menyilangkan kedua tangannya di dada, " meski tampilan ku begini, uang ku sudah banyak. "
__ADS_1
" Jadi apa yang kamu inginkan? "
Pria itu terdiam sambil mengetuk-ngetuk dagunya cukup lama hingga pria itu memutuskan untuk memikirkannya nanti, " kalau begitu ikutlah dengan ku, akan ku perkenalkan beberapa barang yang sudah aku siapkan, karena aku sudah menduga bahwa lambat laun kamu pasti akan mendatangi ku. "
Dengan antusias, pria itu menggeser kotak pembuangan sampah yang kemudian memperlihatkan sebuah pintu berukuran kecil yang berada di bawah kotak sampah tersebut yang merupakan pintu menuju tempat rahasia dari pria itu.
Saat Kuro memasuki pintu itu, tubuhnya tertegun ketika melihat sebuah ruangan lab yang begitu luas dan juga lengkap. Tenyata pria itu tidak berbohong perihal uang, tunggu? Jangan bilang pria ini adalah orang yang mengirimi Rania persediaan makanan itu sebelumnya?
Pria itu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, ia mengakui dirinya memanglah orang yang mengirim makanan itu, karena ia merasa tak tega melihat kondisi makanan di lemari kulkas Rania yang sudah kehilangan masa expired, maka dari itu dirinya berpura-pura mengambil semua makanan itu untuk menggantinya dengan yang baru.
Setelah cukup lama menunggu, pria itu pun mulai memperkenalkan beberapa barang penemuannya, yaitu
- Tas roket yang berfungsi untuk terbang.
- Pemukul nyamuk dengan tegangan satu juta volt yang dengan satu sengatannya saja bisa membunuh seorang manusia.
- Robot serba guna yang bisa melakukan apa saja, termasuk mencuci, memasak dan merapihkan rumah, soal rasa, itu tak perlu di ragukan lagi.
- Senter berwarna kuning yang memiliki kekuatan cahaya seperti laser, dan benda ini sangat cocok di gunakan oleh seorang pengguna pedang.
Kuro kembali terdiam menatap semua benda di depannya yang menurutnya tidak menarik perhatiannya sama sekali, selain tidak memiliki penampilan menarik sama sekali, ukuran mereka juga terlalu besar untuk di bawa kemana-mana.
" Apa tidak ada yang lain lagi? " Tanya Kuro dengan ekspresi yang tidak puas.
__ADS_1
" Hmmm, tunggu sebentar, " pria itu kembali pergi untuk mencari sesuatu.
Tak lama kemudian, pria itu kembali dengan sebuah botol berisi pil yang menurutnya mampu meningkatkan kekuatan sebanyak empat kali lipat. Tapi sayangnya pil ini belum sempurna dan cukup berbahaya karena bisa merusak sistem tubuh pengguna itu sendiri, di tambah durasi yang di berikan pil ini juga cukup singkat yaitu hanya dua jam saja, selebihnya sang pengguna akan kembali seperti biasa.