
Esok paginya
Seisi rumah sakit tiba-tiba di gemparkan oleh sesuatu, para suster dan pasien berbondong-bondong berlarian keluar menuju taman yang berada di belakang rumah sakit.
Darian yang baru saja tiba di rumah sakit, di buat terheran-heran, tanpa sadar dahinya mengernyit penasaran melihat sikap suster dan para pasien yang tak seperti biasanya.
" Tunggu. " Ujar Darian menghentikan salah satu suster yang baru saja berlari mendahuluinya.
Spontan, langkah kaki suster itu terhenti. Meski dirinya sedang tergesa-gesa tapi dia tak bisa menolah pesona Darian yang tampan, " Anda memanggil saya? " Tanya Suster itu dengan genit.
" Ada apa ini? Kenapa semua berlarian? Apa terjadi sesuatu? " Tanya Darian tanpa jeda
Sang suster tersenyum malu-malu, ia tak langsung menjawab pertanyaan Darian, dia malah meminta pria itu untuk mengikutinya.
Sembari berjalan, sang suster mengatakan bahwa dirinya tak tahu betul apa yang sedang terjadi, hanya saja ia mendengar bahwa ada orang gila yang sengaja menggantung diri dengan posisi terbalik seperti seekor kelelawar hanya karena ingin melihat sunrise dengan cara berbeda dengan orang lain.
Mendengar hal tersebut, Darian tak bisa berhenti mengernyitkan dahinya, entah kenapa ia bisa menebak siapa orang gila yang di bicarakan oleh suster di sampingnya, karena hanya ada satu-satunya manusia di dunia ini yang selalu menjadikannya pusat perhatian.
__ADS_1
Dan benar saja setibanya di sana, Darian melihat Mikael tergantung dengan kondisi terbalik seperti seekor kelelawar seperti yang di katakan sang suster. Sudah ada banyak orang yang berkumpul di sana, mereka tertawa mendengar celotehan pria yang tergantung terbalik itu.
" Memang pria gila, " gumam Darian pelan.
Menyadari kehadiran temannya, Mikael melambaikan tangannya kearah Darian dengan raut wajah tanpa dosanya seakan-akan apa yang sedang dilakukannya adalah hal yang wajar.
Darian berjalan mendekat ke arah Mikael lalu memerintahkan semua orang untuk kembali beraktifitas mereka masing-masing.
Seketika mereka pun menuruti perkataan Darian dan kembali ke aktivitas mereka masing-masing.
Setelah semua orang pergi, Darian melipat kedua tangannya di dada menatap tak suka pada pria di depannya, lalu bertanya. " Apa yang sedang kamu lakukan? "
" Kalau begitu, selamat menikmati. " Kata Darian sambil berjalan pergi.
Menyadari bahwa temannya itu akan pergi, Mikael pun memanggil Darian kembali dan mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda. Sejujurnya ia terjebak sepanjang malam. Karena malu banyak yang melihat, ia pun membuat alasan bahwa dirinya sedang melihat sunrise.
" Kalau begitu lanjutkan saja lelucon mu itu, aku tak peduli. "
__ADS_1
" Wah, bukankah perkataan mu terlalu kejam? Kamu membuat hati kecil nan rapuh milik ku menjadi sakit tak berdarah. " Ungkap Mikael sambil memegangi dadanya dengan raut wajah yang di buat sesedih mungkin
Namun, hal itu tidak berpengaruh sama sekali pada Darian. Salah satu alisnya terangkat sebelah, lalu memutuskan untuk pergi.
Menyadari bahwa temannya tidak memperdulikannya sama sekali, Mikael pun kembali berteriak memanggil Darian dan memintanya untuk membantunya turun dari pohon, sejujurnya kepalanya merasa pusing karena sepanjang malam kepalanya berada di posisi terbalik
" Kenapa? Bukankah kamu sedang menikmatinya? " Kata Darian menggoda Mikael.
" Tak bisakah kamu peka sedikit saja? Ayolah bantu aku, aku sungguh tidak kuat lagi. "
Darian pun menyunggingkan senyumnya lalu beranjak pergi tanpa memperdulikan rengekan Mikael.
" Jika kamu tidak melepaskan ku akan ku beritahu pada dunia bahwa kamu sangat payah minum miras dan akan aku tunjukan vidio mu yang sedang mabuk parah! Kamu tak ingin tahu dunia bahwa kamu sepayah itu kan? "
Langkah kaki Darian pun terhenti, kedua tangannya mengepal dengan erat, di detik berikutnya, ia pun menjentikkan jarinya.
Brugh! Tubuh Mikael pun jatuh ke tanah dengan wajah yang hampir mencium rumput jika saja kedua tangannya tidak segera melindunginya.
__ADS_1
Setelah terlepas, Mikael pun mendengus kesal pada Darian atas sikapnya yang begitu kasar. Beruntung aset berharganya (wajah) tidak terluka, jika ada luka lagi di wajahnya, mungkin ia tak akan pernah memaafkan Darian
Darian yang mendengar ocehan Mikael hanya memutar bola matanya malas lalu berjalan masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui Ketua, membiarkan pria itu mengoceh seperti orang gila.