
Rania hanya terdiam sambil menggenggam erat koran di tangannya, air matanya mengalir deras, mengapa semuanya tampak begitu kebetulan? Kenapa hari dimana ayahnya meninggal sama dengan pembubaran rumah sakit eden dan meninggal ibunya sama dengan terbongkarnya malpraktik yang terjadi di rumah sakit Eden, dan yang tak ia mengerti kenapa dokter yang melakukan malpraktik itu adalah Ayahnya sendiri, bukankah profesinya adalah seorang arsitek? Lalu kenapa nama ibunya tercantum sebagai korban malpraktik di rumah sakit Eden, bukankah dia meninggal karena kecelakaan?
Ada banyak pertanyaan yang mengganggu kepala Rania hingga membuat kepalanya berdenyut sangat nyeri, seketika ingatan tentang gadis di kursi roda itu kembali menyerang kepalanya, tapi kali ini, ingatan itu terlihat begitu jelas, membuat Rania tersadar, bahwa gadis di atas kursi roda itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya.
Rania menjerit kesakitan memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah hingga akhirnya membuatnya tak sadarkan diri.
Karena teriakan Rania yang begitu keras, membuat semua orang yang berada di toko terkejut, termasuk Keya yang merasa bersalah karena dia merasa bahwa itu adalah salah ya karena telah bersikap ketus sebelumnya.
.
.
.
Seminggu kemudian, Rania pun tersadar dan melihat semua teman-temannya terlihat mencemaskan dirinya termasuk Kuro, orang pertama kali yang Rania lihat, tersirat jelas raut wajah cemas dan juga takut.
" Apa yang terjadi? " Tanya Rania bingung.
__ADS_1
" Kamu tiba-tiba pingsan di tempat kerja dan tida sadarkan diri selama satu minggu, " jelas Kuro.
Rania terdiam, berusaha mengingat kejadian sebelumnya yang membuatnya pingsan, tapi saat dirinya berusaha mengingat, kepalanya malah semakin sakit.
Kuro yang melihat Rania yang begitu kesakitan, langsung menenangkannya dan memintanya untuk tidak memaksakan diri.
Laura yang melihat Kuro yang begitu perhatian pada Rania membuat hatinya sakit dan memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan yang tak lama kemudian di ikuti oleh Robert.
Karena Kuro tak bisa menahan bentuk manusianya lebih lama lagi, ia pun terpaksa meninggalkan Rania, karena dirinya tahu bahwa di dalam kamar pasien tidak boleh ada hewan. Ia pun berpesan pada Rania untuk menghubunginya jika terjadi sesuatu.
Rania yang merasa sudah lebih baik dari sebelumnya, meminta Kuro untuk tetap tenang.
Seketika, seluruh tubuh Rania membeku, rona wajahnya berubah menjadi semerah tomat serta detak jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Saat tersadar, Rania pun memegang kedua pipinya yang terasa panas.
Tak lama kemudian, pintu kamar tidurnya di ketuk dari luar, Rania berpikir mungkin saja itu adalah Kuro yang masih merindukannya, spontan kedua sudut bibirnya terangkat keatas. Namun senyumnya langsung luntur ketika sosok yang di harapkan itu bukanlah Kuro melainkan Mia versi dewasa.
" Hai, lama tidak berjumpa, Rania. "
__ADS_1
Kedua tatapan mata Rania berubah menjadi tajam nan dingin, sekarang ingatannya telah pulih sebagian dan salah satu ingatan yang sudah kembali ialah bahwa Mia adalah ketua dari Rumah sakit Hospital, dimana tempat itu adalah saksi bisu kematian kedua orang tuanya yang sebenarnya dan dia adalah orang yang harus bertanggung jawab atas kematian kedua orang tuanya.
Mia yang sadar akan arti tatapan yang di berikan Rania padanya, hanya tersenyum tipis sambil berjalan kemudian menyimpan tas branded miliknya serta sekeranjang buah-buahan yang ia bawa di atas meja." Bagaimana dengan keadaan mu? Apa sudah merasa sehat? " Tanyanya
Namun, bukannya menjawab, Rania malah membuang mukanya ke samping lalu meminta Mia untuk pergi dari hadapannya. Kendati begitu, Mia tak ambil hati atau pun menuruti perkataan temannya, Ia kemudian memilih untuk mengupas buah apel yang di bawanya untuk Rania. Tapi lagi-lagi, Rania mengabaikannya dengan memilih menarik selimut.
" Apa lo semarah itu sama gue? " Tanya Mia
" Gue nggak kenal sama lo dan jangan sok akrab dengan gue. "
" Benarkah? Padahal gue tadinya berniat untuk cerita sesuatu sama lo. "
" . . . "
" Lo pasti penasaran kan sama apa yang terjadi sebenarnya sama lo? "
" . .. "
__ADS_1
" Ok, gue sadar kalau gue salah, tapi jika lo ingin tahu sesuatu, lo tahu bagaimana caranya menghubungi gue, tapi gue hanya memberi saran, ' Jangan pernah gali ingatan lo di masa lalu dan juga . .. Jauhi Kuro kalau lo masih mau umur panjang. "