Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
52


__ADS_3

" Mau kemana kalian? Kenapa buru-buru pergi? Bukankah lebih baik kita berbincang dulu sambil minum teh? " Tanya Nala dengan senyuman seringai terpatri di wajahnya.


" Tidak perlu aku tidak suka teh, tapi apakah kamu memiliki jus? Jus apapun boleh, asalkan rasanya asam segar dan ada manis-manisnya gitu. " Jawab Mikael dengan santainya.


Nala mendelikkan mata tajamnya pada Mikael, ia mengatakan bahwa yang dia ajak itu bukan dia melainkan Rania.


Mendapat perlakuan yang di luar ekspektasinya, Tubuh Mikael seketika menjadi batu, rasanya hatinya seperti baru saja dihujani puluhan anak panah dan juga ini adalah kali pertamanya ada seorang wanita yang menolaknya seperti ini, padahal selama ini tak ada satupun yang bisa menolak pesonanya yang sangat menawan itu.


Seketika Rania dan yang lainnya menatap iba pada Mikael.


" Jadi maukah kamu ikut dengan ku? " Tanya Nala kembali sambil menatap pada kedua mata Rania.


Akan tetapi, Kuro langsung menutupi kedua mata Alona dengan kedua tangannya, " jangan menatap matanya, atau kamu akan terjebak seperti yang di alami oleh teman mu itu. "

__ADS_1


Rania pun dengan seger menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata wanita itu, kepalanya menoleh ke samping dan meminta pendapat Mia, yang tentunya jawaban Mia adalah ' Tidak. '


" Tidak, lagi pula aku penyakit lambung, jadi aku tidak bisa meminum teh dengan mu, " jawab Rania sambil menundukkan kepalnya.


Nala terkekeh geli setelah mendengar jawaban Rania yang begitu polos, ia kemudian memberikan penawaran lainnya. Dia akan memberikan apapun yang Rania inginkan asalkan dia ikut dengannya.


Namun, Rania masih menolaknya dengan alasan dia tak suka dan benci pada Nala karena sudah membuatnya menderita


Seketika Nala pun menyeringai, " padahal aku sudah berbaik hati padamu, tapi baiklah jika itu yang kamu inginkan, " katanya lalu meniup sebuah peluit dari balik sakuny. dalam hitungan detik, Rania dan lainnya telah kepung oleh ratusan boneka manusia, seketika mereka pun menjadi panik.


Tanpa Mia sadari tangannya semakin erat memeluk leher Hedrian hingga membuat pria itu hampir mati karena kesulitan untuk bernafas jik saja Rania tidak memberitahunya


" Bisakah, kamu. . .

__ADS_1


Menyadari bahwa pelukannya telah menyakiti pria yang menggendongnya, Mia pun melonggarkan pegangannya.


Sementara itu, Kuro dan Rania kembali menjadi tenang sambil memperhatikan situasi.


Tiba-tiba di suasana mencekam itu, Rania menawarkan darahnya seperti biasa pada Kuro, tapi pria menolaknya dengan alasan bahwa dirinya tidak membutuhkannya.


Rania mengernyitkan dahinya, dirinya terheran mengapa pria itu tiba-tiba tidak menginginkan darahnya padahal dalam pertarungan sebelumnya, pria itu selalu meminum darahnya.


Di detik berikutnya, Kuro pun menurunkan Rania dari punggungnya dan meminta Darian dan juga Mikael untuk menjaganya, " kau yakin vampir? Tak perlu malu untuk mengakui bahwa dirimu lemah, aku dengan senang hati membantumu., " ungkap Mikael.


" Kalau begitu, bantu saja aku untuk menjaga Rania, jangan biarkan ada luka sedikit pun di tubuhnya, jika hal itu sampai terjadi, mungkin aku akan membalas mu. "


Mikael pun terdiam sejenak, mencoba mencerna Perkataan Kuro, " lalu bagaimana jika itu bukan perbuatan ku? "

__ADS_1


" Maka aku akan tetap membalasnya padamu. "


Salah satu sudut bibir Mikael pun berkedut, mengapa hari ini semua orang begitu jahat padanya?


__ADS_2