
Setiap hari Rania selalu membersihkan tubuh Kuro dan mengajaknya berbicara setiap hari, meski pria itu tak pernah sekalipun menyahut ucapannya sekalipun.
Tahun terus berganti tahun, tapi pria itu seakan enggan untuk bangun, menurut ayahnya Kuro sedang berada dalam keadaan koma entah sampai kapan dia akan bangun. Penyebabnya adalah karena dia terlalu memaksakan diri saat melawan Cesire serta menyelamatkan mereka bertiga sebelum bangunan itu runtuh menimpa mereka di tambah dia membagi setengah jantungnya pada Rania sesaat setelah mereka sampai ke alam manusia.
Saat itu memang tak ada pilihan lain sama sekali jika mereka terlambat sedikit saja, Rania akan mati saat itu juga.
Frank awalnya menolak dan memilih merelakan Rania pergi, dia merasa sudah terlalu memaksakan putrinya untuk tetap hidup dan juga dirinya sudah tak ingin melihat putrinya terus menderita.
Namun, Kuro tiba-tiba berkata bahwa inti kekuatannya telah hancur saat melawan Cesire, jika Rania mati sekarang maka dirinya sudah tak punya alasan untuk tetap hidup. Akan tetapi sebelum mati ia ingin menebus kesalahannya dengan memberi sebagian jantung miliknya, meski pun ia sendiri sampai kapan jantung itu bisa bertahan.
Frank yang bisa mengerti perasaan Kuro, memutuskan membiarkan pria itu melakukan apa yang dia inginkan. Tepat setelah vampir itu membelah jantungnya dan memasukkannya ke dalam dada Rania, pria itu jatuh pingsan tak sadarkan diri hingga saat ini.
Saat mengetahui semua cerita itu, Rania ingin marah, kesal, benci tapi anehnya dirinya malah semakin menyukai vampir ini dan bahkan rela menolak puluhan pria yang ingin mengajaknya berkencan. Ia selalu menolak ajakan itu dengan alasan ingin fokus pada kuliah dan juga karirnya. Tak ada yang tahu alasan sebenarnya ia menolak banyak pria bahkan teman seangkatannya sekalipun.
Satu tahun setelah kelulusannya, Hedrian tiba-tiba berkata bahwa dirinya akan kembali ke koloninya untuk memulai kehidupan baru dengan mereka sebagai bangsa manusia serigala, setelah dirinya, Ray dan para koloninya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman mereka. Meski tempat itu meninggalkan banyak kenangan luka tapi bagaimana pun tempat itu adalah rumah mereka jadi sudah sepatutnya mereka kembali ke sana dan menghidupkan tanah yang sudah lama mati itu.
Jangan khawatir, meski Hedrian memutuskan kembali ke tempat asalnya tapi setiap kali ada waktu senggang ia akan menyempatkan mengunjungi Rania dan tentunya Kuro, dirinya juga sangat berharap suatu hari vampir itu bisa bangun kembali supaya ia bisa berterima kasih dengan benar, tanpanya, mungkin selamanya bangsa serigala akan menjadi budak Cesire. Yah meski sejujurnya ada dendam yang belum terbalaskan tapi untuk saat ini dirinya memilih untuk membiarkannya istirahat serta menunggunya pulih.
Meski sedih karena rumahnya semakin sepi tapi apalah daya Rania tak memiliki kuasa untuk menahan kepergian manusia serigala itu, karena dia juga makhluk yang memiliki kehidupan sendiri.
__ADS_1
Dengan berat hati Rania pun membiarkan Hedrian pergi.
Setelah manusia serigala itu pergi, Rania pun kembali kedalam rumah dengan berjalan gontai menuju ruangan dimana Kuro berada, ia berbaring lalu memeluk tubuh pria disampingnya dengan erat, di detik berikutnya air matanya mengalir begitu saja di ikuti oleh suara sesenggukan, sebelumnya ia tak berani menangis di depan Hedrian karena takut membuat pria itu merasa terbebani.
" Kuro, kenapa kamu belum bangun? Aku kesepian. Apa kamu sebegitu tak inginnya menemui ku? Apa kamu membenci ku karena aku telah berkata kasar pada mu? Lalu kenapa kamu malah menyelamatkan ku? " ungkapnya sambil memukuli dada Kuro, kedua tangannya mengepal dengan erat, " tahukah kamu betapa aku menyukai mu sejak aku pertama kali bertemu dengan mu? Bahkan saat kamu membohongi ku aku masih tetap menyukai mu dan berkhayal bahwa suatu hati nanti kita akan menikah lalu memiliki banyak anak, jadi tak bisakah kamu bangun sekarang dan mengatakan bahwa kamu bersedia menjadi suami ku. "
" Bukankah seharusnya aku yang bertanya maukah kamu menjadi istri ku? "
" Memang apa bedanya jika kamu belum bangun? " Tanya Rania kembali sambil tak berhenti menangis, akan tetapi ia tiba-tiba terdiam menyadari sesuatu, ia pun langsung beranjak bangun, kedua matanya terbeliak menatap wajah pria yang tengah menatapnya dengan senyum di wajahnya.
Untuk memastikan bahwa dirinya tidak bermimpi, Rania menampar wajahnya berkali-kali hingga sebuah tangan besar menahan tangannya dan menyuruhnya untuk berhenti.
Tak membutuhkan waktu lama mereka pun datang dengan tatapan kebahagiaan melihat keajaiban di depan mereka.
Setelah beberapa hari menjalani beberapa tes, Rania mengajak Kuro berjalan-jalan ke taman untuk mengenang masa lalu, ia ingat dulu pernah ada sosok makhluk hitam yang menyerangnya.
Saat itu dirinya sangat terkejut apalagi Kuro juga terluka karenanya.
Kuro yang mengingat kenangan itu hanya tersenyum simpul, baginya itu adalah momen yang memalukan karena dirinya memperlihatkan kelemahannya pada orang asing
__ADS_1
" Oh iya kenapa kamu tidur begitu lama? Apa ada sesuatu yang menahan mu di sana? " Tanya Rania setelah mereka menemukan tempat duduk yang nyaman.
Kuro terdiam tak menjawab, sejujurnya ia tidak begitu mengingatnya dengan jelas , tapi satu hal yang ia ingat dengan jelas saat bertemu dengan ibunya, ia bisa mendengar suara Rania yang melamar dirinya.
Meski terdengar aneh itulah kenyataannya, ia bisa kembali karena sebuah lamaran yang seharusnya ia lakukan.
" Rania maukah kamu menikah dengan ku? " Tanya Kuro sambil mengeluarkan sebuah cincin permata biru yang merupakan pemberian mendiang ibunya, dulu dia dapatkan saat ayah mereka melamarnya.
Ibunya berpesan untuk memberikannya pada wanita yang akan dinikahinya kelak jadi Kuro memutuskan untuk memberikannya pada Rania.
Kedua bola mata Rania berkaca-kaca, menatap cincin permata itu lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya
Keduanya tersenyum bahagia lalu berpelukan kemudian berciuman dengan mesra.
5 Tahun kemudian.
Keduanya dianugerahi seorang anak perempuan yang mereka beri nama Kalina, gadis itu tumbuh dengan fisik yang kuat karena di dalam tubuhnya terdapat darah vampir maka dari itu dia terlahir berbeda dari yang lain, kendati begitu Rania menerima keadaan putrinya, tentunya Frank juga sangat senang bisa memiliki cucu yang begitu cantik dan menggemaskan.
Sementara itu di dunia vampir Laura baru saja melahirkan anak kedua mereka yang begitu sehat dan juga cantik, setelah melahirkan seorang putra mahkota kini ia berhasil melahirkan seorang putri, semua bangsa vampir sangat senang karena raja dan ratu mereka telah memiliki putri dan pangeran.
__ADS_1
Tamat