Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
34


__ADS_3

Hedrian pov.


Sejak di selamatkan dan di beri tempat tinggal oleh Rania, Hedrian memutuskan akan menjadi anjing yang baik dan menunda balas dendamnya untuk sementara waktu, sampai kekuatannya pulih.


Setelah itu ia akan pergi dan melatih kekuatannya agar bisa melanjutkan aksi balas dendamnya.


Tentunya dirinya tak akan melupakan jasa kebaikan yang di terimanya dari Rania, ia bersumpah pada dirinya akan menjaga wanita itu dengan nyawanya, yang artinya ia akan melawan Cesire jika pria itu bersikeras ingin mendapatkannya.


Sembari menunggu penolongnya pulang dari rutinitas di luar, Hedrian berbaring seharian lalu makan jika perutnya terasa lapar, tapi seiringnya berjalannya waktu, ia mulai bosan dan merasa jenuh dengan suasana yang begitu sepi ini, kedua matanya menelusuri setiap sudut ruangan, hingga pandangannya jatuh pada seekor kucing hitam yang tengah tertidur pulas di atas sofa dengan begitu nyaman.


Seketika Hedrian tersenyum licik, perlahan berjalan mendekati kucing itu dan. . .


Bam!


Hedrian mengagetkan Kuro dengan membuat suara keras di sampingnya, hingga membuat pria itu terlonjak kaget dan mendaratkan cakarannya tepat di wajah Hedrian.


Akan tetapi, meski wajahnya terluka akibat cakaran, tampaknya Hedrian tidak merasa bersalah atau pun merasa takut dengan cakaran maut Kuro karena kulitnya mampu beregenerasi dengan cepat, hal ini malah membuatnya merasa semakin semangat untuk mengganggunya, terkadang dirinya akan merengek pada Kuro untuk memberinya makan atau pun membuat suara bising hingga membuat pria itu berteriak kesal dengan tingkahnya.


Kuro yang merasa harinya telah di rusak oleh Hedrian, memutuskan untuk pergi, tapi sayangnya hal itu bukanlah suatu yang mudah. Karena Hedrian tidak melepaskannya begitu saja.


Dengan berbagai cara, Hedrian menahan Kuro agar tidak keluar rumah seperti mengejar dan menyemprotkan air ke tubuh Kuro, hingga tiba-tiba Laura muncul dengan membawa satu kantung plastik penuh berisikan makanan.


Wanita itu tersenyum lalu meminta Hedrian pergi keluar untuk sekedar berjalan-jalan agar mereka bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja.


Hedrian terdiam sejenak tak langsung menerima tawaran itu, tak lama kemudian ia pun menerimanya dengan senang hati lalu pergi berjalan keluar meninggalkan keduanya dengan kondisi rumah yang sedikit berantakan.

__ADS_1


Layaknya seorang anak kecil yang baru saja mendapat makanan gratis, Hedrian berjalan santai dengan wajah gembira sambil memakan camilan yang di belikan oleh Laura.


Baginya, makanan yang di berikan oleh Laura memiliki sedikit rasa dan bau yang lebih enak dari yang Rania beli pertama kali. Untuk nilai camilan ini Hedrian memberi nilai 10/10 selain rasanya yang enak, ia juga tak bisa berhenti memakan makanan yang bertuliskan snack anjing berkualitas premium itu.


Terkadang Hedrian selalu berpikir bagaimana manusia bisa menciptakan makanan yang begitu enak seperti ini. Tanpa di sadari, ada banyak puluhan pasang mata yang melihat kearahnya dengan tatapan aneh.


Saat menyadari ada pasang mata yang melihat kearahnya, Hedrian berpikir, ' mungkin mereka terpesona dengan wajahku. '


" Aku baru tahu, orang seperti mu bisa tersenyum juga. "


Langkah kaki Hedrian terhenti secara tiba-tiba, spontan kedua tangannya mengepal dengan erat begitu mendengar suara yang begitu tak asing di telinganya, suara yang selalu membuatnya ingin mencabik-cabik tubuh pria itu hingga hancur.


Beberapa saat kemudian, Argolo muncul dari balik pohon, pria itu berjalan dengan santai menghampiri Hedrian dengan senyum sinis di wajahnya, ia kemudian mendekatkan wajahnya kemudian berbisik, " aku penasaran apakah Yang Mulia Cesire pernah melihat wajah cerah mu ini? "


Kedua tangan Hedrian pun semakin terkepal dengan erat, membuat camilan di tangannya menjadi hancur menjadi abu, kedua matanya melotot sambil menggigit bibir bawahnya menahan amarah, " apa mau mu?! "


Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Argolo membuat Hedrian ingin muntah saat itu juga.


Sayang katanya? Bukankah selama ini dia hanya cemburu padanya karena Cesire tampak lebih menyayanginya dari pada Argolo sendiri yang merupakan salah satu kepercayaan Cesire.


Di detik berikutnya, Hedrian melepaskan rangkulan tangan itu lalu menjaga jarak dengan Argolo.


Merasa tertolak, Argolo mendengus lalu mendekatkan kembali wajahnya pada Hedrian dan membisikan sesuatu hingga membuat kedua mata Hedrian bergetar.


Karena ucapan Argolo di taman, membuat Hedrian kehilangan fokus dan melupakan niatannya untuk menjemput Rania yang ternyata sudah di jemput oleh Kuro.

__ADS_1


Dari kaca jendela, ia bisa melihat keduanya tengah berjalan sambil tenggelam dalam obrolan yang begitu serius.


Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba, Hedrian pun langsung merubah raut wajahnya menjadi ceria, ia berlari menyambut Rania sembari berusaha memberinya pelukan hangat.


Namun, niatnya itu langsung di hentikan oleh Kuro yang langsung memukul bagian perutnya dengan cukup keras hingga membuatnya meringis kesakitan.


Rania yang merasa kasihan pun berjalan menghampiri Hedrian dan menanyakan keadaanya, " apa kamu baik-baik saja? "


" A. . . pa aku terlihat baik-baik saja di mata mu? " Sahutnya dengan sebuah pertanyaan sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.


" Maaf, aku . . . "


" Jangan meminta maaf padanya! Inilah akibatnya karena sudah merusak hari ku yang damai, " sela Kuro sambil menatap rendah pada Hedrian.


" Kau! "


" Sudahklah kalian berdua jangan terus bertengkar seperti ini? " Rania menengahi, " Mau aku kompres? " sambungnya.


Hedrian pun langsung menganggukkan kepalanya dengan lemah.


Setelah selesai mengompres dan memberi Hedrian makan, Rania memutuskan untuk membersihkan diri lalu pergi tidur.


Sementara itu, Kuro melemparkan tatapan benci pada Hedrian karena mendapat perlakuan khusus dari Rania, karena permintan Mia yang menyuruh Rania untuk menjaga Hedrian, katanya dia akan membujuk Laura untuk memberikan anjingnya padanya.


Sebelumnya, ia penasaran mengapa Rania tidak menjawab pertanyaanya beberapa saat lalu, namun setelah mendapat panggilan sari Mia, akhinya Kuro mengerti.

__ADS_1


Meski tahu bahwa semua itu demi menjaga kebohongan pada Mia, tapi tetap saja Kuro sangat tidak menyukai pria itu.


__ADS_2