
Cashe berdiri tegak dengan seringai diwajahnya lalu memusatkan seluruh kekuatannya pada telapak tangannya, tak lama kemudian tanah pun mulai bergetar dengan hebat membuat semua vampir kehilangan keseimbangan mereka dan terjatuh, hanya Kuro yang masih berdiri tanpa terpengaruh sedikit pun seakan guncangan itu bukanlah apa-apa baginya.
Cashe pun semakin menarik ujung bibirnya, merasa semangatnya bertambah menjadi berkali-kali lipat, secara perlahan sebuah bongkahan besar muncul dari tanah hingga menyerupai patung batu atau lebih di kenal dengan Golem. Ukuran Golem itu sangatlah besar nan tinggi yang setara dengan sebuah gunung yang ada di sampingnya.
Robert menatap kakaknya dengan tatapan cemas, meski kekuatan sang kakak sudah kembali tapi dia khawatir karena ia merasa ada yang salah dengan kakaknya.
" Jangan cemas, aku tak akan membiarkanmu dan juga rakyat kita yang sudah setia selama ini mati sia-sia. " Kata Kuro tegas, tangannya mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu mengarahkannya pada Cashe dengan api biru yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Tak mau kalau, Cashe pun mengerahkan Golemnya ke arah Kuro untuk memblokir serangan dengan kekuatan penuh dan. . ..
Boom!!! Sebuah ledakan besar pun terjadi dengan hembusan angin yang begitu kuat.
Robert yang berada tak jauh dari Laura spontan melindungi wanita itu dari hembusan angin yang kuat itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian hembusan angin pun berhenti, perlahan semuanya bangun dari posisi tengkurap dan seketika mereka tertegun ketika melihat sebuah bongkahan yang begitu besar, bahkan pepohonan yang tadinya ada, menghilang akibat efek dari serangan yang maha dahsyat itu. Di tengah-tengah bongkahan itu mereka melihat siluet seorang pria berdiri seorang diri dengan kipas di tangannya yang masih tertutupi oleh debu
Spontan jantung mereka pun berdetak sangat kencang, raut wajah mereka terlihat sangat sedih, mungkinkah pangeran mereka kalah?
Sudah tak ada lagi harapan, hari ini mereka sudah tamat.
" Kita menang!! Pangeran Albert menang!! " Teriak salah seorang Vampir.
" Apa? "
" Apa maksudnya? "
Setelah semua debu itu menghilang, seketika para vampir bersorak ria karena siluet yang mereka kira itu Cashe ternyata itu adalah pangeran Albert yang memegang tangan Cashe yang masih memegang kipas di tangannya.
__ADS_1
Akan tetapi mereka kembali tertegun ketika melihat siluet Pangeran mereka yang terlihat berbeda dari sebelumnya terutama warna api yang mengelilingi bukanlah api merah melainkan api biru yang merupakan salah satu kekuatan para leluhur mereka yang sudah menghilang puluhan ribu tahun yang lalu.
Tak hanya para rakyat saja yang tertegun Laura dan Robert pun ikut tertegun, tak menyangka bahwa pria itu tak hanya berhasil mendapatkan kekuatannya tetapi dia juga berhasil memperoleh kekuatan nenek moyang mereka yang sudah hilang beberapa puluhan ribu tahun yang lalu.
Memang patut menjadi raja selanjutnya.
Spontan, semua orang pun bersujud memberi hormat atas berkat yang mereka dapatkan, dengan begini mereka yakin bisa membalikkan keadaan dan memenangkan peperangan ini.
Setelah berhasil membalikkan keadaan, Kuro terlebih dahulu meminta para bawahannya mundur, dia memerintahkan mereka untuk memulihkan kekuatan mereka agar bisa mempersiapkan perang selanjutnya karena dirinya tahu bahwa perang nanti akan lebih sulit dari sebelumnya dan dirinya tak ingin kehilangan lebih banyak orang lagi.
" Albert aku senang akhirnya kamu datang, ku pikir kamu memilih gadis itu. " Kata Laura sambil memeluk pria di depannya dengan sangat erat.
Namun, Kuro segera melepaskan tangan wanita itu dari perutnya dan berkata bahwa dirinya tak ingin membahas gadis itu dan ingin fokus mengatur strategi untuk mengalahkan Cesire.
__ADS_1
Raut wajah Laura terlihat sangat tidak senang, meski dirinya cukup sedih setelah tahu cerita dari Robert, akan tetapi di satu sisi dirinya sedikit senang dan berpikir bahwa pria di depannya tidak pernah menyukai manusia itu. Tetapi kenapa dia masih menolaknya?