
" Suprise!!! "
Tubuh Rania terlonjak kaget mendapat kejutan yang tak terduga, dirinya menangis haru karena ternyata teman-temannya sangat perhatian padanya karena telah membuat pesta kecil-kecilan untuk menyambut kepulangannya, bahkan Laura pun ikut memeriahkan meski pun dengan raut wajah masam.
Mia pun berjalan setengah berlari dengan membawa sebuah kue di tangannya lalu meminta Rania untuk meniup lilin di atasnya.
" Tapi kan, gue nggak ulang tahun. "
" Ya elah, emang tiup lilin harus pas ulang tahun doang? "
" Kan biasanya gitu. "
Mia berdecak kesal, " pokoknya lo tiup aja, seenggaknya usaha gue dan Gure ( nama lain Hedrian) membeli kue ini nggak sia-sia. "
Secara tidak sadar, Rania menggaruk kepalanya yang tidak gatal, di detik berikutnya ia pun memilih mematuhi perkataan temannya itu.
Tak terasa hari pun sudah mulai sore, Mia dan lainnya termasuk tante Vina pamit pulang, kini rumah pun kembali sepi dan hanya menyisakan Rania, Hedrian dan Juga Kuro yang sejak tadi hanya tiduran di sofa tanpa berniat ikut memeriahkan pesta kedatangannya.
Setelah semua orang telah pergi, Hedrian merubah bentuk nya menjadi seorang manusia, ia berniat memberi pelukan hangat pada Rania sebagai hadiah selamat datang. Namun, niatan itu terhenti ketika Kuro memukul wajah manusia serigala itu dengan cukup keras.
" Menyentuhnya sedikit, maka aku akan membunuh mu. " Kata Kuro dengan nada dingin.
Hedrian pun mencebikkan bibirnya, lalu mengubah wujudnya kembali menjadi seekor anjing, ia pun kemudian berjalan menuju sofa untuk tidur.
__ADS_1
Rania yang melihat sikap keduanya merasa sangat senang, ternyata selama dirinya tidak ada hubungan mereka sudah semakin erat saja.
" Bagaimana luka mu? Apa sudah sudah sembuh? " Tanya Kuro.
" Belum. "
" Kalau begitu biarkan aku melihatnya, " Kuro berjalan menghampiri Rania, akan tetapi. .
" Jangan! " Teriak Rania tanpa sadar.
Dahi Kuro mengernyit heran, kedua matanya menatap Rania dengan tatapan penuh tanda tanya.
" Aku ini sudah dewasa dan a-aku tak mau memperlihatkan tubuh ku pada siapapun. " ungkapnya bohong.
Seketika, kedua pipi Kuro pun berubah menjadi semerah tomat, ia mengatakan bahwa dia tidak bermaksud mesum atau apapun itu, dirinya hanya ingin melihat dan memastikan bahwa luka itu sudah sembuh apa belum? Jika belum maka dia akan pergi ke tempat pengemis itu untuk meminta obat yang mujarab agar luka itu cepat sembuh.
Sementara itu, di waktu yang bersamaan, di tempat lain yang berada di bawah pembuangan air kota bagian barat, Niki memarahi saudari kembarnya habis-habisan. Tak hanya rencananya yang gagal sekarang mereka bahkan menjadi buronan para manusia di luar sana yang ingin menangkap mereka berdua di tambah mereka juga tidak bisa berburu untuk mengisi stamina mereka.
Namun tampaknya Nala tidak menggubris ocehan saudari kembarnya itu dengan fokus mengembalikan kedua tangannya yang hilang, tapi sepertinya ia harus membutuhkan waktu yang lama karena luka yang di terimanya cukup fatal.
" Pangeran sialan itu, beraninya dia melukai seperti ku hingga seperti ini. " Gerutunya setelah selesai mengembalikan salah satu tangannya dan tersisa satu lagi, tapi ia tak memiliki cukup darah untuk mengembalikan satu tangannya lagi, " bisakah kamu memberiku sekantong darah lagi? " Pintanya.
Jika ini adalah masa lalu, mungkin Niki akan memberi sepuluh kantong darah sekaligus pada saudari kembarnya.
__ADS_1
" Apa kamu lupa atau kamu pura-pura lupa jika kita sudah tak memiliki persediaan kantong darah karena sifat kekanak-kanakan mu, " kata Niki sambil menunjuk ke wajah saudarinya.
Nala yang tak terima karena terus di salahkan melotot tajam pada Niki, namun di detik berikutnya nyalinya menciut ketika saudarinya membalas tatapannya jauh lebih mengerikan dari pada dirinya.
Setelah puas memarahi saudari kembarnya, Niki mendengus kesal sambil berkacak pinggang, ia tak pernah menyangka bahwa dirinya memiliki saudari kembar yang begitu bodoh.
" Janganlah marah, kamu tahu kan aku tidak melakukan sesuatu tanpa adanya alasan tertentu, " bujuk Nala dengan memasang wajah memelas.
" Kalau begitu katakan! Jangan sampai jawaban mu tidak memuaskan jika tidak aku akan membunuh mu. "
" Apa kamu yakin? Apa kamu tak akan merasa kesepian? "
Niki terdiam sejenak lalu membenarkan perkataan Nala, tak lama kemudian ia pun menarik kembali kata-katanya dan mengubahnya akan memukul saudarinya hingga menderita.
" Kalau begitu aku pilih mati saja. "
" Tidak akan ku biarkan, kita ini lahir di hari yang sama maka mati pun kita harus sama-sama. "
Nala begitu tersentuh dengan ucapan saudari kembarnya ia pun merentangkan tangannya, keduanya pun saling berpelukan.
" Jadi, apa yang ingin kamu katakan. "
Kedua sudut bibir Nala terangkat ke atas, ia mengungkapkan bahwa dirinya menemukan sesuatu yang bisa membuat tuan mereka, Cesire bangga pada mereka.
__ADS_1
" Memangnya apa yang kamu temukan? " Tanya Niki penasaran.
Kedua sudut bibir Nala pun terangkat ke atas membentuk senyuman penuh arti, " coba tebak? "