Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
68


__ADS_3

Baik Kuro maupun Hedrian, keduanya hanya terdiam melihat Rania yang tidak memiliki luka sama sekali padahal mereka sangat yakin bahwa Nala menusuk dada Rania. Tapi apa yang terjadi? Kemana luka itu? Apa ini sebuah lelucon?


Sementara itu Nala tertawa terbahak-bahak, merasa senang bahwa tebakannya ternyata tepat sasaran, ia kemudian memanggil saudara kembarnya untuk kembali dan melaporkan apa yang sedang terjadi pada Cesire


Tak lama kemudian, Niki pun datang, keduanya langsung menghilang begitu saja, meninggalkan mereka bertiga yang kebingungan.


" Apa yang terjadi? Mereka sudah pergi? " Tanya Albert yang baru saja datang setelah para warga tiba-tiba kembali menjadi normal.


Namun, ketiganya terdiam tak menjawab.


Albert mengernyitkan dahinya, merasa ada yang salah dengan mereka bertiga, saat akan membuka suara, Laura kemudian bertanya tentang hal serupa dan jawabannya tetap sama, mereka bertiga hanya diam.

__ADS_1


Esok paginya, setelah melakukan pemakaman untuk mendiang neneknya, Rania memutuskan melaporkan pada pemerintah setempat, bahwa sang nenek meninggal karena terjatuh dan mengenai parang, karena tak sempat membawanya ke puskesmas, sang nenek meninggal di tempat karena kehabisan darah. Meski di dalam hatinya merasa ada yang mengganjal, tapi apa boleh buat, lagi pula Mia tidak sepenuhnya bersalah karena saat itu dia sedang di kendalikan oleh Niki.


Sementara itu, Jinu dan Vina sangat terkejut dengan peristiwa yang menimpa ibu mereka secara tiba-tiba, ada rasa penyesalan karena mereka sangat jarang menemui sang ibu karena kesibukan mereka masing-masing mencari nafkah.


Setelah menyelesaikan apa yang harusnya di selesaikan, seminggu kemudian, Rania kembali ke rumahnya agar bisa melanjutkan pembelajarannya dan juga pekerjaan paruh waktunya, sedangkan Mia di kirim oleh kedua orang tuanya ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan psikolog kelas atas. Saat di beritahu bahwa putri mereka pingsan, mereka langsung mengirim helikopter yang membawa tim medis.


Sang Ibu, Magenta memperingatkan pada Rania untuk tidak menemui putrinya lagi atau pun berhubungan dengannya lagi sampai kapan pun, karena sejak awal ia tidak menyukai Rania sama sekali, tapi karena putrinya bersikeras ingin berteman dengan Rania, maka mau tak mau dia hanya bisa mengalah. Dan kini ia menyesali keputusannya saat itu, jika saja ia menolak, mungkin, hal buruk tidak akan menimpa putrinya.


Dengan wajah juteknya, Magenta mengambil selembar poto itu lalu merobeknya tanpa melihat wajah dalam poto itu, ia merobek-robek selembar poto itu tepat di depan Rania sambil menjawab, " aku tidak mengenalnya, " dengan nada dingin, kemudian ia melangkah masuk ke dalam helikopter.


Tubuh Rania tertegun sejenak, melihat selembar poto itu kini menjadi potongan kecil, hingga ia kemudian tersadar ketika angin yang di hasilkan baling-baling helikopter itu menerbangkan potongan poto itu.

__ADS_1


Setelah kejadian itu, Rania pun menjadi gadis pemurung yang selalu mengurung diri di dalam kamar, dia menjadi pendiam.


Meski Kuro dan Hedrian tidak pernah mengungkit kejadian itu sama sekali, tapi Rania dengan jelas sedang menghindari mereka.


" Apa kita akan membiarkannya terus seperti itu? " Tanya Hedrian.


Akan tetapi, Kuro hanya terdiam sambil menatap pintu kamar Rania, dimana gadis itu mengurung dirinya, meski dirinya tampak tidak peduli dengan apa yang di lakukan Nala, tetapi sejujurnya Kuro sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada saat itu, namun ia memilih untuk menahan diri sampai gadis itu membuka mulut.


Beberapa hari kemudian, Rania masih menghindari Kuro dan juga Hedrian, hal ini membuat kesabaran mereka mulai menipis, termasuk Kuro yang merasa risih dengan sikap Rania yang selalu berjinjit setiap kali dia pulang ke rumah.


Mungkin dia berpikir bahwa dengan cara dia berjalan seperti itu takan ada yang menyadari, tapi nyatanya Kuro bisa mendengarnya dengan sangat jelas.

__ADS_1


Pada hari itu, ia dan Hedrian bekerja sama untuk membuat Rania berbicara dengan mereka lagi dengan bersembunyi bersama di dalam kamar Rania


__ADS_2