Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
78


__ADS_3

Tenyata Malam itu Dokter Alvin tidak berbohong, setelah menyelesaikan pembayaran administrasi yang di lakukan tante Vina, Rania langsung di bawa ketempat tinggal yang baru yang letaknya cukup jauh dengan rumah lamanya, akan tetapi setibanya di sana, Rania tak bisa berhenti mengernyitkan dahinya, pasalnya rumah itu terlihat sama persis dengan rumah lamanya, bahkan sampai lubang yang ada di atap lubang dapurnya sangat sama persis, seketika ia terheran-heran, mengapa rumah barunya di buat semirip mungkin dengan miliknya yang lama? Apa mereka sengaja melakukannya? Tapi untuk apa?


Sembari berpikir, Rania menelusuri setiap sudut tempat itu untuk menemukan perbedaan dengan rumah lamanya yang ternyata tidak ia temukan satu pun, akan tetapi di detik berikutnya ia menyadari akan perbedaan dari rumah barunya itu, yaitu ia tidak menemukan Kuro dan Hedrian di mana pun.


Karena penasaran, Rania pun bertanya, " Tante, kucing dan anjing ku mana? "


Tante Vina yang tengah menyusun makanan ke dalam lemari pendingin terhenti sejenak, kepalanya mendongkak menatap wajah sang keponakannya sejenak lalu tak lama kemudian dia mengatakan bahwa Rania tidak memiliki hewan peliharaan apapun.


Seketika Rania mengernyitkan dahinya heran, menatap raut wajah tantenya dengan tatapan penasaran, bagaimana bisa tantenya mengatakan hal seperti itu, bukankah dia dan anaknya pernah bermain dengan Kuro dan Hedrian?


" Tante, aku serius. Dimana mereka? "


" Apa Tante terlihat berbohong? Jika tante tidak ada iya tidak ada, kenapa kamu ngeyel sekali sih?! " Balasanya dengan nada tinggi


Spontan seluruh tubuh Rania tertegun sejenak, untuk pertama kalinya ia melihat Tante Vina semarah ini padanya, padahal sebelumnya dia tidak pernah sekalipun memarahi atau pun membentaknya seperti ini.

__ADS_1


Menyadari akan kesalahannya, Tante Vina pun segera meminta maaf dengan langsung menarik Rania ke dalam pelukannya sambil mengatakan bahwa dirinya sedang stress akhir-akhir ini, dia juga meminta pada Rania untuk tidak bertanya lagi.


Rania terdiam sejenak, ia terlalu shock dengan perubahan sikap tantenya yang tiba-tiba, tapi ia mengerti dengan perasaan tantenya yang mungkin masih terpukul dengan kepergian nenek yang tiba-tiba itu.


Meski dirinya sangat penasaran, tetapi, Rania memutuskan untuk tidak mengungkitnya, mereka pun memutuskan berbaikan dan melanjutkan berbenah rumah.


Setelah selesai berbenah, Tante Vina pamit pulang, dia juga mengatakan permintaan maafnya karena hanya tidak bisa menemani Rania yang masih dalam pemulihan lebih lama lagi.


Rania pun segera menggelengkan kepalanya sambil berkata tidak apa-apa.


" Ok. "


Setelah Tante Vina pergi, Rania pun langsung mengikuti saran sang Tante, tetapi selang beberapa menit meminum obat tersebut, kepala Rania mendadak pusing dan kedua matanya tiba-tiba merasa sangat mengantuk.


Tak ingin berakhir tidur di lantai, Rania memutuskan untuk bergegas menuju kamar tidur.

__ADS_1


Sementara itu, Kuro dan Hedrian sedang menunggu kepulangan Rania, mereka berdua membuat pesta kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan Rania dengan membuat makanan favorit gadis itu, akan tetapi setelah lama cukup lama menunggu, orang yang mereka tunggu tidak kunjung datang, bahkan setelah hari sudah berganti malam.


" Apa kamu tidak salah hari? " Tanya Hedrian yang mulai merasa jenuh dan mengantuk karena menunggu Rania yang tak kunjung tiba.


Kuro terdiam sejenak sambil berpikir mungkinkah dirinya benar-benar salah mengira hari? Tapi ia sangat ingat betul saat Rania menelpon dan mengatakan bahwa dia akan pulang hari ini. Mungkinkah terjadi sesuatu pada Rania?


Untuk menghilangkan kegelisahannya, Kuro pun memutuskan untuk menjemput Rania di rumah sakit, akan tetapi ia tertegun saat sang perawat mengatakan bahwa Rania sudah pulang sejak pagi tadi. Seketika dahinya mengernyit heran, jika dia sudah pulang sejak pagi, lantas dimana dia sekarang?


" Hei Kuro! " Seru seseorang.


Kuro pun berbalik sambil mengernyitkan dahinya saat melihat sosok Mikael yang tengah berjalan ke arahnya dengan penampilan ala-ala anak muda, menggunakan celana jeans hitam, kaos putih, jaket denim, sepatu kets putih serta kaca mata hitam yang melekat pada wajah pria itu membuat Kuro tak habis pikir, apa dia sedang fashion show di rumah sakit? Apakah sedang tren menggunakan kaca mata hitam di rumah sakit?


Sadar akan tatapan aneh Kuro padanya, Mikael mengatakan bahwa dirinya habis menemui seseorang yang penting dan dirinya harus terlihat keren di depan orang tersebut.


Spontan Kuro memutar kedua bola matanya malas sambil melipat kedua tangannya di dada, " ada apa kamu memanggilku. " Tanyanya dengan nada ketus.

__ADS_1


" Hey, santai saja. Aku hanya ingin memberitahu mu bahwa Rania sudah membuang kalian berdua, jadi kamu tak perlu lagi mencarinya, " jawabnya dengan santai sambil membersihkan kaca mata hitamnya.


__ADS_2