Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
75


__ADS_3

Karena semua orang tampak berusaha menutupi jati diri wanita yang ada dalam poto itu, Rania pun terpaksa dan tak punya pilihan selain mengandalkan dan mencari tahunya sendiri.


Langkah pertama yang harus dilakukannya ialah dengan mencarinya di internet. Sambil memakan camilan yang dibelinya di toserba, jari jemari Rania terus menggeser layar ponselnya hingga membuat ibu jarinya keram bahkan tanpa di sadari semua camilannya sudah habis tak tersisa, kendati begitu ia masih belum menemukan apapun.


Rania pun menghela nafas, merasa frustasi dan merasa mulai putus asa, tetapi ia tak boleh menyerah begitu saja.


Plak!! Tiba-tiba Rania menampar wajahnya dengan begitu keras hingga membuat beberapa orang yang berada di sekitarnya terkejut akan tindakannya.


Sambil mengepalkan tangannya, Rania berjanji pada dirinya untuk tidak menyerah, ia pun kembali membeli camilan untuk menemaninya melanjutkan pencarian.


Setelah memborong beberapa camilan, Rania pun kembali melanjutkan pencariannya di internet, tetapi beberapa kali pun dirinya terus mencari, ia tidak menemukan apapun, bahkan dengan mencoba mencari rumah sakit keluarga Mia, dirinya masih belum menemukan apapun, yang bisa di temukannya hanyalah biodata ibu Mia dan berbagai prestasi yang di raihnya selama beberapa dekade bahkan di sana.

__ADS_1


Rania pun mengetuk-ngetuk jari jemarinya di atas meja sembari memangku dagunya dan berpikir bagaimana caranya ia mencari tahu siapa Mia sebenarnya? Isi kepalanya terus berpikir keras, hingga di detik berikutnya ia baru menyadari bahwa latar belakang poto itu adalah sebuah rumah sakit.


Tanpa membuang waktu, Rania langsung mengeluarkan selembar poto itu dan memeriksa nama rumah sakit itu.


Seketika dahinya mengernyit heran setelah berhasil nama rumah sakit itu, " Eden Hospital? Nama yang aneh tapi juga terasa tidak asing, " gumamnya sambil memiringkan kepalanya.


Namun, tanpa pikir panjang Rania langsung memasukkan kata kunci itu ke internet dan hasilnya . . .


Tidak ada apapun.


Tidak di sadari, ia sudah menghabiskan waktunya selama dua jam lebih lamanya, bahkan hampir terlambat pergi bekerja.

__ADS_1


Bagaikan orang kesetanan, ia menjalankan sepeda listriknya dengan kecepatan tinggi.


" Tumben sekali kamu terlambat, ada apa? " Tanya heran Keya, tak biasanya melihat Rania yang baru saja tiba dengan raut wajah yang terlihat begitu kelelahan dengan nafas yang masih terengah-engah. Padahal biasanya dia selalu tiba lima belas menit sebelum jam kerja, tapi sekarang di hampir terlambat satu menit.


Rania tak langsung menjawab pertanyaan Keya, ia melambaikan tangannya sambil mengatur nafasnya berulang kali. Di rasa nafasnya sudah kembali normal, ia pun dengan sigap menjelaskan bahwa ia tadi sedikit melamun hingga lupa waktu, " maaf. " Cicitnya pelan.


Salah satu alis Keya terangkat ke atas, " kenapa meminta maaf padaku? Memangnya aku ini siapa? lagi pula tak ada yang peduli kamu datang terlambat atau tidak, termasuk aku, karena Bos pasti akan memaklumi segala kesalahan, berbeda dengan kami yang selalu mendapat teguran setiap kali kami terlambat atau pun terlalu banyak mengambil cuti libur, jadi berhenti bertingkah seperti karyawan teladan, aku sudah muak dengan semua itu, " timpalnya dengan nada ketus sambil membuat pesanan seorang pelanggan.


Seketika ucapan Keya seperti menusuk jantungnya, Rania pun merasa tidak enak hati, ia sangat sadar bahwa semua karyawan di sini memang tidak menyukai dirinya karena perlakuan istimewa Ryola padanya.


Dengan perasaan sedih, Rania segera berlari ke loker untuk mengganti seragam kerjanya, akan tetapi sesampainya di sana, tubuhnya tertegun saat melihat isi lokernya terdapat beberapa koran usang terletak begitu saja di dalam lokernya. Dahinya mengernyit heran sambil mengambil benda itu.

__ADS_1


Di detik berikutnya, kedua bola matanya terbeliak karena terkejut membaca isi dalam koran itu yang isinya ternyata adalah informasi yang sedang di carinya selama ini.


Di dalam sana, membahas awal pembangunan Eden Hospital hingga kebangkrutan rumah sakit itu karena malpraktik yang menewaskan hampir seratus korban jiwa. Meski senang akhirnya ia menemukan apa yang tengah di carinya, tetapi dirinya penasaran, siapa yang menyimpan benda itu di dalam lokernya


__ADS_2