Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
113


__ADS_3

Sementara itu di alam bawah sadar Rania. . .


Perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat pemandangan yang mengerikan dengan kobaran api yang tersebar di mana-mana membuat tubuhnya ikut terasa panas dan ingin segera pergi dari tempat itu, tetapi tubuhnya tertahan dan menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya di ikat oleh sebuah tali berwarna merah menyala dengan begitu kuat bahkan ia merasa tangannya seperti terkelupas.


Aneh, padahal ini adalah alam bawah sadarnya, tetapi mengapa dirinya merasa sangat kesakitan seperti ini dan dari mana datangnya kobaran api ini? Batin Rania.


Rania kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah dan tak lama kemudian sosok wanita itu muncul di depannya. Raut wajah serta auranya terasa sangat berbeda sebelumnya, anehnya Rania bisa merasakan perasaan amarah, kesenangan juga kekecewaan bercampur menjadi satu dari wanita itu.


Perasaan dikhianati adalah penyebab dari perubahan wanita itu.


" Kamu sudah bangun? " Ujarnya dengan tatapan yang terlihat dingin.


" . . . " Rania mencoba memberontak melepaskan diri dari ikatan yang mengikat kedua tangan dan kakinya mengabaikan wanita di depannya dan menganggapnya tidak pernah ada.

__ADS_1


" Selama aku tidak mengijinkannya maka jangan harap kamu bisa lepas. "


" . . . "


" Saat ini aku sudah memutuskan untuk tetap di tubuh ini dan tak akan pernah kembali pada tuanku yang sudah berkhianat itu, bisa-bisanya dia lebih memilih mu di bandingkan aku yang sudah terlahir bersamanya, maka jangan salahkan aku jika aku berkhianat padanya. " Ujarnya kembali.


Barulah Rania akhirnya berhenti mencoba melepaskan diri dan perhatiannya sepenuhnya di arahkan pada wanita di depannya, dahinya mengernyit heran, berpikir bahwa wanita di depannya sudah gila dan telah hilang kendali, walau tak mengerti apa yang sedang dibicarakannya, tapi Rania yakin bahwa maksud dari ucapannya itu dia bermaksud meninggalkan Kuro dan memilih hidup di dalam tubuhnya.


Seakan bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Rania, wanita itu melepaskan ikatan yang mengikat kedua tangan dan kaki Rania sambil mengatakan bahwa ia akan melakukan apapun untuk bisa tinggal di tubuh Rania, dengan beberapa syarat seperti harus memberinya darah.


Bukan hal sulit bukan? Tetapi sebelum itu dirinya hanya perlu membunuh tuannya yang lama untuk bisa tetap tinggal di tubuh Rania dan memutuskan hubungan dengannya.


Degh! Tiba-tiba dada Rania terasa sakit setelah mendengar membunuh, rasanya ini tidak benar. Meski permintaan awal wanita itu tidak lah sulit, tapi untuk membunuh, dirinya tak sanggup dan tak ingin melakukannya.

__ADS_1


Tanpa ragu, Rania menggelengkan kepalanya dan menolak rencana wanita itu lalu mengusirnya untuk keluar, ia tak mau melukai atau membunuh siapapun untuk memperpanjang usainya, dia lebih baik mati dari pada harus merebut hidup seseorang demi dirinya sendiri. Apalagi orang itu adalah Kuro.


Walau tak banyak cerita yang ia ketahui tentangnya, tapi Rania merasa bahwa pria itu memiliki kehidupan yang jauh lebih sulit dibandingkan dengan dirinya.


Mendengar jawaban Rania yang terdengar bodoh, wanita itu pun menjadi marah lalu memutar sebuah kenangan dimana dirinya dan tuannya pernah membunuh bahkan membunuh satu kota, pria semacam itu tak layak dikasihani.


Kedua mata Rania tak berkedip sedikit pun melihat adegan tiap adegan yang begitu brutal, satu pertanyaan yang terbesit di dalam pikirannya saat melihat itu semua, ' apakah dia adalah kuro yang aku kenal? Mengapa dia terlihat begitu mengerikan? .


Melihat ekspresi Rania wanita itu menyunggingkan bibirnya dan kembali menghasut Rania agar mereka bekerja sama membunuh pria di depan mereka.


Namun, wanita itu tak pernah menduga bahwa Rania tetap menolak tawarannya dan bersikeras pada keyakinannya bahwa dia tak ingin hidup dengan mengambil nyawa orang lain.


' Baiklah, kalau kamu tidak mau maka aku akan membunuh mu. "

__ADS_1


__ADS_2