
Nera pun menghela nafas, menatap kasihan sambil menepuk lembut punggung Rania, ia mengatakan bahwa Dokter Alvin sudah menipunya karena sebenarnya seluruh penghuni rumah sakit sudah mengetahui kisah yang sengaja di buat-buat oleh pria itu hanya untuk kesenangannya sendiri sekaligus menghibur pasien.
Bahkan beberapa orang juga mempercayai bahwa gadis di dalam cerita itu adalah mereka, seperti yang di alami Rania sekarang. Pria itu memang suka bercanda kelewat batas dan dirinya adalah salah satu korban keusilannya pada tiga puluh silam yang mengatakan bahwa dirinya keturunan putri duyung.
Awalnya Nera percaya, karena wajah dokter Alvin begitu serius, hingga membuatnya benar-benar berpikir itu adalah nyata, saking penasarannya, ia pernah menyelam di laut beberapa jam dan tak terjadi apapun. Setelah itu ia menyadari bahwa Dokter Alvin sudah menipunya dan parahnya lagi, pria itu berpura-pura hilang ingatan. Sejak saat itu, Nera tak lagi mempercayai perkataan pria itu.
Menurut Nera, cerita Rania terdengar sangat konyol dan mustahil untuk jadi kenyataan apalagi untuk orang yang sudah pernah di tipu habis-habisan oleh pria itu
" Aku sarankan, lebih baik kamu pergi menjauh darinya sebelum otak mu semakin di rusak olehnya, " kata Nera dengan wajah kesal, teringat kejadian di masa lalu.
Rania kembali terdiam, meski opini suster Nera memang sangat masuk akal, tapi entah kenapa ia sangat yakin bahwa cerita itu sungguhan dan dirinya harus mengungkapkannya sendiri bahwa cerita itu benar atau hanya fiksi semata.
" Oh iya sus, bolehkah aku bertanya sesuatu? "
__ADS_1
" Apa itu? "
" Sudah berapa lama Suster kenal dokter Alvin? "
Nera menopang dagunya dengan salah satu tangannya, lalu satu tangannya lagi tengah menghitung, tak lama kemudian ia pun selesai menghitung dan mengungkapkan bahwa dirinya sudah kenal dengan Dokter Alvin kurang lebih tiga puluh tahunan, saat itu mereka masih duduk di bangku dasar.
Kendati begitu, mereka baru bisa akrab setelah duduk di bangku sekolah menengah pertama, selepas itu mereka kembali berpisah karena Dokter Alvin dan temannya Frank memilih melanjutkan studi mereka ke luar negeri. Sedangkan Nera memilih untuk tetap diam di sini karena dirinya tak cukup memiliki biaya untuk sekolah keluar negeri dan juga cara berpikir mereka juga sangat bertolak belakang.
" Memangnya kenapa? Informasi apa yang ingin kamu gali tentangnya? " Tanya Nera penasaran.
Dahi Nera mengernyit, hingga di detik berikutnya ia tiba-tiba berteriak senang dan mengatakan bahwa dirinya merasa sangat nostalgia dengan foto tersebut, sudah lama sekali dirinya tidak melihat photo tersebut. Nera ingat betul, saat itu dialah yang mengambil poto tersebut.
" Dari mana kamu mendapatkannya? " Tanya Nera penasaran.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Rania langsung menunjuk salah satu orang yang ada di dalam poto tersebut, kemudian bertanya. " Apa Sus kenal dia? "
" Sebelum aku menjawab, dari mana kamu mendapatkan poto ini? " Jawab Nera dengan sebuah pertanyaan.
Sambil memainkan kuku jarinya, Rania mengatakan bahwa sebenarnya dia adalah bayi di dalam poto itu dan kedua orang yang memangku tubuhnya adalah Ayah dan ibunya.
Seketika tubuh Nera membatu, bahkan dirinya hampir menjatuhkan gelas kopi di tangannya, kedua matanya mengerjap, menatap tak percaya pada Rania.
Namun tak lama kemudian, ia tiba-tiba bangkit dari posisi duduknya, berjalan menghampiri Rania lalu menangkup kedua pipi Rania sambil menatap wajah itu dengan seksama.
" Wah, ternyata kamu tidak berbohong, wajah mu sangat mirip dengan kedua orang tua mu, " ungkapnya dengan sorot mata terkagum-kagum.
" Jadi, suster mengenal siapa wanita di dalam poto itu? "
__ADS_1
Seketika raut wajah suster Nera berubah menjadi datar sambil berjalan kembali ke tempat duduknya sambil berkata, " sangat kenal, tapi sayangnya aku tak bisa menceritakannya pada mu, " jelasnya sambil menyeruput kopi di tangannya, kemudian memutuskan untuk pergi karena sebentar lagi waktunya ia kembali bekerja.
Rania menatap bingung pada raut wajah suster Nera yang tampak sangat tidak senang sama sekali. Membuatnya terus berpikir, ada apa dengannya? Sebenarnya siapa wanita yang mirip Mia itu? Mengapa suster Nera terlihat enggan mengungkapkannya