
Sementara itu pertarungan Cesire dan Kuro berlanjut dengan sengit meski ukuran mereka berdua sangat berbanding jauh, tapi Kuro mampu mengimbanginya bahkan melampaui musuhnya dan terlihat tidak kesulitan sedikit pun.
Seiring berjalannya pertempuran Cesire mulai menyadari bahwa kekuatan besarnya terasa seperti bukan apa-apa dimata keponakannya bahkan dia merasa seperti sedang di permainkan tapi sayangnya dirinya telat menyadari dan waktunya sudah hampir habis, ia pun menjadi sangat kesal sambil bertanya-tanya mengapa dirinya bisa kalah dengan bocah ingusan seperti keponakannya padahal selama puluhan tahun dirinya sudah meminum darah manusia dan bahkan melahap bawahannya sendiri di tambah dirinya sudah hidup lebih lama jika dibandingkan dengan keponakannya jadi seharusnya ia lebih kuat tapi mengapa? Mengapa? Mengapa?! Dia lebih kuat darinya!
" Karena kamu begitu egois dan lebih mementingkan ambisi mu sendiri tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar mu, tanpa kamu sadari kamu melupakan orang-orang yang peduli padamu, seperti semua bawahan mu yang rela mati dan juga . . . Ayahanda. "
Cesire terdiam sejenak lalu tertawa terbahak-bahak, lantas mengapa? Baginya mereka itu tak cukup untuknya dan siapa yang peduli tentang mereka lagi pula itu keputusan mereka bukan keputusannya.
Memangnya kenapa jika dirinya Egois? Bukankah semua makhluk pasti memiliki sifat itu? Tak ada salahnya menggapai mimpi.
__ADS_1
Kedua tangan Kuro mengepal dengan erat, memang tak ada yang salah dengan ucapannya tapi haruskah dia berbuat sejauh ini hanya untuk ambisinya? Ia merasa sangat kasihan pada sang ayah karena menyia-nyiakan kasih sayangnya pada orang yang salah, selama ini dia selalu di ragukan karena selalu membela adik kesayangan tapi orang yang dia bela malah tidak memperdulikan kasih sayangnya sama sekali, bahkan menganggapnya bukan apa-apa. Tapi Kuro bersyukur pamannya masih mempertahankan sifatnya itu jadi ia tak akan ragu membunuhnya apalagi mengasihaninya.
Tiba-tiba kedua bola mata Kuro berubah menjadi merah bercampur warna biru cahaya dalam bilah pedangnya berubah menjadi sangat biru, cahayanya begitu terang hingga tak ada satupun mata yang sanggup menatapnya lebih lama termasuk Cesire.
Namun, pria itu mengabaikan rasa sakit yang di terimanya bahkan mengabaikan darah yang mengalir membasahi kedua pipinya, dia berteriak sambil memusatkan seluruh kekuatannya pada kedua tangannya lalu membentuk kembali monster salju yang sempat di hancurkan oleh sang keponakannya.
Di detik berikutnya keduanya pun menyerang satu sama lain dengan sisa kekuatan mereka dan. . .
Setelah cukup lama, angin itu pun perlahan menghilang semua orang terdiam cukup lama menatap sebagian istana kerajaan yang awalnya berdiri dengan sangat kokoh kini menjadi puing-puing reruntuhan.
__ADS_1
Robert yang langsung teringat dengan kakaknya langsung mencarinya diantara puing-puing reruntuhan berharap pria itu masih hidup, namun seberapa keras ia mencari pria itu tidak di temukan dimana pun dan hanya menyisakan Cesire dengan kondisi tubuhnya yang perlahan menjadi abu, akan tetapi Robert tak mengerti mengapa pria itu masih bisa tersenyum dengan kondisi seperti itu? Apa yang terjadi sebenarnya dan dimana sebenarnya kakaknya berada serta Rania dan kedua pria itu? Mereka menghilang begitu saja seperti debu yang berterbangan.
Perlahan langit terlihat lebih berwarna dari sebelumnya, suhu dingin yang menusuk itu perlahan kembali ke suhu awal bahkan beberapa Vampir yang tadinya membeku karena kedinginan, perlahan mencair lalu kembali bernafas.
Mereka tersenyum lega akhirnya penderitaan mereka akhirnya berakhir, selama ini mereka begitu kesulitan karena Cesire meminta pajak yang begitu besar di tambah pasokan darah tiba-tiba di batasi dan menjadi sangat langka, karena itu banyak dari mereka yang meninggal karena tak mampu bertahan hidup atau menjual anak-anak mereka untuk bertahan hidup bahkan di beberapa desa terpencil, mereka memilih saling meminum darah satu sama lain.
Kini dengan kematian Cesire pastinya mereka tak perlu menderita lagi.
Akan tetapi setelah Cesire mati dan keberadaan putra mahkota entah ada di mana? Siapa yang akan memimpin mereka?
__ADS_1
Spontan, pandangan mereka terarah pada Robert yang masih berdiri menatap Cesire yang kini telah menjadi abu sepenuhnya.
Mereka kemudian berjalan menghampirinya dengan serentak tanpa ragu mereka bersujud menyambut raja baru mereka.