Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
37


__ADS_3

Sesuai dengan rencana, setelah membebaskan para anjing itu dari kurungan, Rania dan Kuro berniat membawa Argolo ke titik dimana mereka memasang beberapa jebakan sekaligus menjauhkannya dari pemukiman.


Namun di pertengahan jalan, Rania berhenti berlari karena dirinya sudah tak kuat berlari lagi, detak jantungnya berdetak tidak beraturan di ikuti dengan nafas yang mulai terasa sesak, kepalanya mulai terasa pusing dan hampir jatuh pingsan jika saja Hedrian tidak segera mengubah wujudnya menjadi serigala raksasa dan membawa tubuh Rania di punggungnya sembari terus berlari.


Spontan, Rania pun berpegang erat pada bulu Hedrian sambil berbisik, " terima kasih. "


Mendengar hal tersebut, Hedrian tak langsung menjawab, ia terus fokus berlari sambil mengamati keadaan Argolo yang masih berada jauh di belakang mereka.


Di tengah pelarian, Hedrian yang sejak tadi menahannya, mulai memberanikan diri untuk bertanya, sampai mereka terus berlari? Bukankah lebih baik melawan Argolo dari pada terus berlari seperti ini?


" Siapa yang bilang kita akan melawan Argolo? Di lihat dari segi manapun kita pasti akan kalah, " jawab Rania, " maka dari itu kita memerlukan sebuah rencana untuk menjebak sekaligus melawannya, " sambungnya sambil berpikir.


" Lalu sampai kapan kita akan berlari seperti ini? Lalu apa rencana kalian? " Tanya Hedrian kembali.


" Sampai kau berhenti bertanya, bisakah kau fokus saja berlari? Jika tidak, dalam waktu dekat, Argolo pasti akan menyusul kita. " timpal Kuro yang baru saja datang menyusul, dengan ekspresi dinginnya ia berlari mendahului Hedrian.

__ADS_1


Namun, langkah mereka terhenti ketika Argolo tengah berdiri menunggu di depan mereka dengan ekspresi wajah yang sangat mengerikan. Tersirat jelas perasaan marah, kesal dan jengkel di wajahnya karena merasa sudah di permainkan.


Tetapi di detik berikutnya, Argolo tersenyum kemudian bertepuk tangan, memberi selamat atas keberhasilan mereka yang telah mengelabuinya dan membuatnya terkecoh atas serangan dadakan yang dilakukan Kuro agar Rania dan Hedrian bisa membebaskan anjing-anjing itu di saat dirinya lengah, tetapi nyatanya mereka sudah jatuh ke dalam perangkapnya, karenya dirinya bisa menebak langkah apa yang akan mereka ambil selanjutnya.


Sesuai dengan dugaannya, mereka sama sekali tidak berniat melawannya, karena mereka sadar bahwa melawannya bukanlah pilihan yang tepat.


Namun, sayangnya mereka telah membuat keputusan yang salah karena telah membuatnya kesal dengan merusak penampilannya dengan bom asap murahan itu hingga membuat rambutnya megar menyerupai rambut singa dan membuat tampilannya menjadi sangat konyol dan juga jelek.


Rania yang melihat penampilan rambut baru Argolo yang mengembang bulat yang mengingatkan Rania pada seekor singa yang habis tersengat listrik, sebisa mungkin dirinya memasang wajah serius.


" Karena aku sedang dalam keadaan baik, bisakah kalian menyerahkan gadis itu padaku? " Kata Argolo dengan nada serius.


Sedangkan Hedrian dan Kuro hanya terdiam saling bertukar pandang satu sama lain, tak mengerti mengapa Rania begitu tertawa lepas setelah melihat Argolo.


Meski tak menampik bahwa penampilan pria itu terlihat lucu tapi mereka berdua tak berani mentertawakan penampilan pria itu.

__ADS_1


Setelah puas tertawa, Rania pun mencoba santai sambil bertanya, " Kenapa kamu begitu sangat menginginkan ku? Jangan bilang kalau kamu terpesona padaku?! "


" Maaf, aku tak suka dengan gadis jelek seperti mu."


Seketika hati Rania bagaikan tersambar petir begitu mendengar kata-kata Argolo yang begitu kejam, padahal selama ini tak ada satu pun yang mengatainya jelek seperti pria di depannya.


" Jika kamu sangat penasaran, mengapa kamu tidak ikut dengan ku dan menanyakannya langsung pada Yang Mulia Cesire? "


" Tidak mau! Karena kamu baru saja menghina ku, memang nya kamu lebih baik dari ku?! Setidaknya aku manis dan juga hahaha rambut ku hahaha tidak hahaha tidak hahaha seperti rambut mu yang mirip sekali dengan pohon beringin, " ungkap Rania yang secara tidak sadar telah menyulut api kemarahan Argolo.


Seketika atmosfir di sekitar mereka berubah menjadi sangat dingin, angin bergerak begitu kencang bahkan menerbangkan beberapa pohon kecil di sekitar mereka bahkan Rania hampir ikut terbawa terbang jika saja Hedrian tak segera menangkapnya lalu menyuruhnya untuk berlindung di bawah perutnya.


Dengan perasaan takut, Rania menutup kedua tangannya rapat-rapat, hingga sebuah tangan besar menepuk lembut punggung tangannya.


Rania pun menoleh dan mendapati Kuro yang tersenyum sambil menyuruhnya tenang karena mereka ada di sini untuk melindunginya.

__ADS_1


Dalam hitungan detik, perasaan takut itu berubah menjadi nyaman dan tenang.


.


__ADS_2