Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
46


__ADS_3

Sementara itu. . .


Nafas Darian tersengal-sengal, dengan susah payah menarik Mikael yang terluka cukup besar di bagian punggungnya karena berusaha melindungi Darian dari orang yang ingin membunuhnya


Sebelumnya, Darian dan Mikael masih belum menemukan pelaku atau pun titik terang dari kasus yang mereka tangani, mereka juga sudah melaporkan pada pusat, bahwa di kota barat, mereka tidak menemukan apapun selain penduduk lokal di sana. Akan tetapi pihak pusat mengatakan bahwa korban masih terus bertambah dan lokasi menghilang para korban masih sama seperti sebelumnya yaitu berada di dekat kota barat.


Darian menggigit ibu jarinya, ia mulai menyadari sesuatu, tampaknya semua ini di buat dengan sengaja agar mereka tetap berada di kota barat itu.


" Gawat, sepertinya kita sudah masuk jebakan, " kata Darian dengan wajah pucat pasi.


Mikael menaikkan salah satu alisnya tidak mengerti, " apa maksud mu? " Tanyanya penasaran sambil melipat kedua tangannya di dada.


" Kita terlalu fokus mencari siapa pelaku hingga melupakan tujuan pelaku. "


" Jadi . . .


Darian pun langsung menganggukkan kepalanya, seakan tahu bahwa Mikael juga sudah menebaknya.

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa, mereka langsung mencoba menghubungi pusat, namun tiba-tiba semua alat komunikasi mereka mendadak tidak bekerja sama sekali.


Raut wajah Mikael pun menjadi pucat pasi menyadari bahwa Rania dalam bahaya, meski gadis itu memiliki para vampir di sampingnya, ia tak yakin mereka bisa melindunginya.


" Awas! "


Tiba-tiba Darian menarik tangan Mikael menjauh dari seorang pria yang berupaya melukai Mikael, namun di detik berikutnya ia mengernyitkan dahinya saat menyadari wajah pria itu yang tampak tidak asing, hingga ia pun teringat bahwa pria itu adalah salah satu pria yang menghilang itu, " apa yang terjadi? " Gumamnya pelan.


Kedua matanya menatap tajam pria itu, kemudian menyerang balik sebelum pria itu menyerang kembali dengan menendang wajah pria itu hingga cukup membuatnya pingsan.


Bang!


Tiba-tiba Mikael melepaskan pelurunya tepat di kepala pria itu, " aku tahu kamu tak ingin melukai warga sipil, tapi jangan ragu menyerangnya ketika mereka berusaha menyakiti mu, tenang saja aku akan tutup mulut untuk mu, " ucapnya dengan bangga.


Darian hanya menatap datar pada Mikael, hingga kedua bola matanya kembali terbeliak ketika melihat pria itu kembali berdiri, " kau benar, seharusnya aku tidak ragu untuk menyerang mereka, " ia pun menarik sebilah pisau dari balik saku bajunya lalu berlari secepat kilat dan memutuskan beberapa benang yang melilit di tubuh pria itu.


Tubuh Mikael tertegun, melihat aksi Darian sekaligus menyadari bahwa pria yang baru saja ia tembak itu tidak mati.

__ADS_1


" Tampaknya, tubuh pria ini di kendalikan oleh seseorang, " kata Darian yang menyadari bahwa pria itu sudah mati, pantas saja tendangan dan tembakan Mikael tidak mempan sama sekali karena sejak awal pria ini sudah mati.


Tangannya perlahan menyentuh setiap bagian mayat pria di depannya yang tampaknya sudah mati dua hari yang lalu dan kemudian di awetkan untuk di jadikan sebuah boneka. Ia kemudian mendongakkan kepalanya mencoba mencari siapa pelaku tersebut dan bagaimana dia melakukannya, tapi sayangnya ia tak menemukan apapun selain benang tipis yang melekat pada tubuh pria itu. Sebagai bahan penelitiannya, ia mengambil beberapa benda itu.


" Lebih baik kita laporkan dulu. .


Ucapan Darian terhenti ketika Mikael tiba-tiba memeluknya begitu saja hingga membuatnya kesal dan ingin memukulnya, tapi tak ia lakukan setelah melihat benda tajam yang tertusuk di bagian punggung Mikael, membuatnya menyadari bahwa pria itu baru saja menyelamatkannya.


Kendati begitu, luka itu tidak membuat Mikael jatuh pingsan atau pun mati, dengan mudahnya ia mencabut lalu berbalik memukul seorang pria yang menusuknya tadi dengan sangat keras hingga membuat tubuh pria itu terpental cukup jauh.


" Kamu tak apa-apa? " Tanya Darian dengan wajah datarnya, tapi kedua matanya terlihat sangat khawatir.


Mikael terkekeh pelan, " jangan memandangku seperti itu, tenang saja aku tak akan pernah meninggalkan mu, meski meteor menghantam bumi aku. . . awwww sakit bang. .


Mikael merintih kesakitan saat lukanya di tekan begitu saja oleh Darian.


" Tampaknya senjata yang di gunakan oleh mereka bukanlah senjata biasa, " ungkap Darian saat menyadari bahwa luka Mikael tidak beregenerasi, pasalnya, jika itu adalah senjata biasa, maka luka itu akan menghilang hanya dalam hitungan detik saja karena sekarang mereka bukanlah manusia biasa melainkan manusia berkekuatan super yang merupakan manusia percobaan untuk menciptakan kehidupan manusia yang baru, tapi kali ini luka itu masih menganga seperti sebelumnya. Kemungkinannya hanya ada satu, bahwa Mikael telah di racuni

__ADS_1


__ADS_2