
Rania terdiam terbungkam sambil menatap pria di depannya, tak mengerti apa yang sedang pria ini bicarakan, tiba-tiba menyuruhnya menikah dengan seseorang bukan manusia melainkan dengan seorang vampir, meski penampilannya tak jauh dari Kuro tapi bagaimana pun usianya sudah sangat tua bahkan mungkin dia lebih cocok menjadi kakek moyangnya dari pada menjadi suami. Apalagi dirinya masih duduk di bangku SMA yang artinya usianya belum memasuki usia legal untuk menikah jadi bisa di bilang pernikahan ini termasuk melanggar aturan. Jika itu Kuro mungkin dirinya akan memikirkannya.
Selain tak ingin menikah muda, rania juga tak ingin di madu karena setahunya seorang raja pasti memiliki banyak istri dan hal itu adalah hal yang tak ingin dirasakannya seumur hidup, jik seperti itu dirinya lebih baik tidak menikah dan memilih sendiri seumur hidup jika perlu. " Dokter, tak bisakah kita pulang saja ke dunia manusia? Meski aku tak tahu apa yang sedang ingin kamu lakukan di sini, tapi menurutku ini bukan urusan kita, " bujuk Rania.
Akan tetapi, pria itu tetap bersikukuh dan bahkan mengatakan pada Rania untuk memiliki anak dengan Cesire dalam waktu dekat, dia bahkan berkata akan mengawasinya sendiri.
Mendengar hal itu, Rania pun mengacak rambutnya frustasi, mengapa pria ini bersikukuh ingin menikahkannya dengan seorang vampir? Apa otaknya sudah tak waras? Meski di tawari uang triliunan pun dirinya tetap menolak pernikahan ini, memangnya dia siapa? Kakak bukan Ayah juga bukan.
" Dokter, aku anggap percakapan ini tak pernah ada, tak peduli apa alasan mu memaksaku untuk menikah dengan Ce. . Ce .. Cerit atau apalah itu namanya, aku menolaknya dengan tegas dan aku ingin segera kembali ke dunia manusia untuk menjalani kehidupan ku seperti biasa. " Jelas Rania dengan melipat kedua tangannya di dada sambil membuang mukanya ke samping.
__ADS_1
Pria itu kemudian bangkit dari posisi duduknya, tatapannya terlihat mendingin lalu tiba-tiba tangannya mencengkram leher Rania dengan kuat lalu melemparkan tubuh gadis itu ke arah meja rias yang berada di samping, tubuhnya terhempas cukup kuat hingga membuat barang-barang yang ada di atas sana jatuh berserakan di lantai.
Rania pun meringis kesakitan memegangi bahunya yang sakit, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan melihat sosok pria di depannya yang terlihat begitu menyeramkan. Secara spontan tubuhnya mundur menjauh dari pria itu.
Langkah kaki pria itu semakin mendekat, lalu saat mendekat pria itu langsung menarik rambut Rania kebelakang, salah satu tangannya mencengkram wajah Rania dengan begitu kuat sambil mengancam Rania jika dia tak mau menikah maka nyawa ayahnya akan mati di tangannya.
Seketika kedua bola mata Rania pun terbeliak, setelah penusukan itu perlahan Rania mendapatkan kembali semua ingatannya termasuk masa lalunya dan sepertinya Dokter Alvin mengetahui hal tersebut.
Pria itu mendengus lalu menceritakan masa lalunya, sebenarnya saat itu bukan hanya Rania saja yang membutuhkan donor jantung tapi juga ada satu orang lagi yaitu adik kandungnya Alvina yang sama-sama menderita gagal jantung. Saat ia akan melakukan transplantasi itu, Frank malah mendahuluinya dan akhirnya jantung itu berakhir pada tubuh Rania, meski ia tahu bahwa jantung itu sudah tak lagi ada di sana, tapi dirinya masih merasa kesal mengingat kejadian itu.
__ADS_1
Kini tubuh adiknya sedang ia bekukan dan untuk menghidupkannya kembali ia membutuhkan darah dari setengah vampir dan manusia. Meski awalnya ia berharap lebih pada Kuro tapi sayangnya Cesire lebih menjanjikan, apalagi dia akan membantu proyek lainnya yang sedang berjalan itu dan dirinya hanya perlu melakukan beberapa hal saja jadi tak akan merugikannya sama sekali.
Tanpa sadar, Rania memegang dadanya yang sudah tak lagi memiliki detak jantung, meski benda itu sudah tak lagi berada di dalam tubuhnya, tapi kenapa lagi lagi gara-gara benda itu lagi, mengapa takdir begitu mempermainkannya? Andai waktu bisa terulang kembali, dirinya lebih baik mati dari pada dipermainkan seperti ini.
" Ku beri kau waktu dua hari untuk memikirkannya. " Kata Dokter Alvin.
Rania menundukkan kepalanya terdiam, tiba-tiba sebuah tangan terulur kearahnya.
" Apa kamu bisa berdiri? "
__ADS_1
Kepala Rania mendongkak menatap pria yang jika diperhatikan memiliki sedikit kemiripan dengan Kuro, di detik berikutnya ia membuang muka dan mengabaikan uluran tangan itu lalu kembali ke atas ranjang untuk membaringkan tubuhnya yang sakit