
Di sisi lain, Kuro yang tengah menghadapi para warga yang telah di kendalikan oleh Niki, beberapa kali kehilangan fokusnya hingga membuatnya mendapat empat luka yang cukup besar di tubuhnya, hal ini karena ia tak bisa fokus sama sekali karena memikirkan Rania, karena ia merasa bahwa Hedrian pasti kesulitan, mengingat lawannya adalah Mia yang tengah di kendalikan oleh Niki.
Laura yang sejak tadi bertarung sambil memperhatikan, mulai merasa kesal, kemudian memutuskan untuk membantu Kuro. Meski dirinya sangat benci akan fakta bahwa tunangannya ini telah menyimpan hati pada Rania, tapi ia juga tak bisa membiarkan pria yang dicintainya terus mendapat luka seperti ini, apalagi mengingat keadaanya yang belum sembuh.
" Pergi dan selamatkan Rania, biar aku dan Albert yang mengurus para warga. " Laura berkata sambil menangkis serangan warga yang mencoba untuk melukai Kuro.
Tanpa membuang waktu, Kuro pun pergi menyusul Rania dan Hedrian, tak lupa ia mengucapkan terima kasih pada Laura.
" Kamu yakin membiarkan kakak ku pergi? Bukankah ini adalah kesempatan yang langka? " Tanya Albert sambil membantu Laura dari serangan seorang warga yang hampir melukai dia.
Laura hanya terdiam tak menjawab, hingga tak lama kemudian ia meminta Albert untuk mengurus para warga sedangkan dirinya akan mencari Niki lalu membunuhnya.
" Eh? Tunggu. . . .
__ADS_1
Tanpa mendengar jawaban dari Albert, Laura sudah menghilang begitu saja, meninggalkan Albert yang kebingungan karena harus melawan seluruh warga seorang diri.
Sementara itu, Hedrian terus berjalan mundur sambil menangkis serangan Mia yang semakin lebih cepat dari sebelumnya. Hedrian bingung harus berbuat seperti apa, pasalnya ia tak bisa berbalik menyerang Mia karena selain permintaan Rania, ia juga tak bisa membalas serangan itu.
Setelah cukup lama bertahan, Hedrian pun mulai kewalahan dengan keringat basah yang telah membasahi seluruh tubuhnya serta nafas yang tersengal-sengal, begitu pun dengan Mia yang sudah lelah di kendalikan, bahkan ia merasa bahwa kedua tangannya terasa sudah mau patah.
Mia yang mulai kewalahan pun dan semakin kesulitan untuk terus menyerang Hedrian dan Rania, ia kemudian memohon kembalo pada Hedrian untuk membunuhnya, ia sudah merasa tak sanggup menanggung derita ini lebih lama lagi.
Hedrian yang melihat tersebut, langsung menahan tangan Rania lalu memintanya untuk bertahan sebentar lagi, setidaknya mereka harus menunggu Kuro datang.
Namun, tampaknya Rania sudah membulatkan tekadnya, salah satu tangannya melepas genggaman tangan Hedrian dan memintanya untuk tidak memaksakan diri lebih dari ini karena ia akan menyerahkan diri.
" Keluarlah! Aku menyerah. " Kata Rania dengan suara yang penuh percaya diri, " aku tahu kamu ada di sini sejak tadi bukan? " Sambungnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Nala pun muncul dari balik semak-semak, dengan menggunakan dress midi berwarna hitam, lengkap dengan aksesories yang melekat di kepalanya yang di ikat dua, termasuk payung hitam yang berfungsi untuk mengahalau sinar matahari darinya, dengan senyuman diwajahnya, " Eh, ternyata aku sudah ketahuan, sayang sekali, padahal aku ingin melihat ekspresi wajah mu saat melihat teman mu ini mati kelelahan. " Katanya sambil memasang wajah cemberut.
Karena ingatannya sudah kembali, Mia pun langsung melototi Nala dengan perasaan benci karena dialah penyebab semua ini.
Nala yang menyadari akan arti tatapan Mia, hanya tersenyum sebagai balasannya lalu mengabaikannya dengan menatap Rania yang berada dua langkah darinya.
Namun, tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah bilah pisau dari balik bajunya lalu menusukkannya ke jantung Rania.
Hedrian, Mia dan juga Kuro yang baru saja sampai, terkejut ketika Nala tanpa ragu menusukkan benda tajam itu pada jantung Rania, bukankah misinya adalah membawa Rania ke dunia vampir? Tapi kenapa dia malah membunuhnya.
Dengan penuh amarah, Hedrian dan Kuro pun langsung menyerang Nala secara bersamaan, hingga membuat tubuh Nala terpental cukup jauh bahkan memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya.
" Rania! Sa. . . kamu baik-baik saja? " Tanya Kuro heran, padahal ia sangat yakin bahwa Nala menusuk Rania dengan pisau yang di sembunyikannya, tapi kenapa Rania masih baik-baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1