Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
107


__ADS_3

Nafas Rania terengah-engah dadanya berdegup dengan sangat cepat, untuk pertama kalinya dirinya merasakan ketakutan yang luar biasa seperti ini. Tubuhnya melorot ke bawah lalu memeluk kedua lututnya, padahal selama ini ia sudah mewanti-wanti agar tidak bertemu dengan Meta, bahkan sengaja melihat jadwal kapan dia pulang dari rumah sakit. Tapi kenapa dia sudah masuk lebih awal? Bukankah seharusnya dia baru masuk besok hari?


Setelah kejadian ini, pastinya Meta akan menganggapnya sebagai orang yang paling aneh, meski sebenarnya ia sudah mendapat gelar tersebut tetapi rasanya sangat berbeda dengan sebelumnya.


Jika bukan karena takut kejadian malam itu terungkap, mungkin Rania tak akan setakut dan secemas ini. Walau jauh di dalam lubuk hatinya dirinya ingin tahu tentang ingatan Meta pada malam itu, tetapi perasaan takut yang begitu kuat membuatnya tak ingin mengetahuinya.


" Apa yang sedang kamu lakukan? "


Tubuh Rania tersentak kaget ketika melihat Laura tiba-tiba berbicara di sampingnya, kedua matanya melotot tak percaya dengan sosok yang dilihatnya ini, padahal ia sangat yakin sudah bersembunyi dengan benar.


Laura yang menyadari arti tatapan Rania, menghela nafas lalu kemudian mengingatkan kembali bahwa dirinya memiliki penciuman yang tajam jadi bukan hal yang sulit bagi dirinya untuk menemukan orang yang suka bersembunyi seperti Rania.

__ADS_1


Rania pun mengangguk-anggukkan kepalanya sambil membuka mulutnya, sekarang ia mengerti kenapa Laura bisa menemukannya, tetapi tak lama kemudian ia tersadar akan kebodohannya lalu menundukkan kepalanya malu, merasa dirinya seperti anak yang gagal kabur dari rumah dan tertangkap basah oleh ibunya


" Apa telah terjadi sesuatu? Tak biasanya kamu bersikap seperti ini. " Tanya Laura kembali dengan nada cemas.


Rania terdiam tak menjawab sambil meremas rok seragamnya dengan kuat, ingin rasanya ia berbagi cerita pada Laura, tapi Kuro melarangnya untuk tidak memberitahu siapapun kecuali mereka, karena katanya kasusnya ini bukanlah sesuatu yang boleh diketahui oleh siapapun. Akan tetapi melihat Laura yang penuh perhatian untuk pertama kalinya membuat Rania tersentuh dan ingin bercerita.


" Sebenarnya aku. . .


Prank!! Tiba-tiba salah satu kaca jendela di ruangan itu pecah karena tubuh seorang siswa yang muncul entah dari mana dengan luka cukup parah di bagian kepalanya.


Di detik berikutnya, Laura mengernyitkan dahinya ketika ia mencium aroma vampir dari tubuh siswa tersebut, kemudian berpikir vampir bodoh mana yang berani manusia di siang bolong begini. Tetapi untuk sekarang, mereka harus segera membawa siswa itu ke rumah sakit.

__ADS_1


Namun saat akan mengangkat tubuh laki-laki itu, ia tiba-tiba mendengar suara derap langkah kaki yang berusaha mencoba kabur.


Karena penasarannya yang tinggi membuat Laura Memutuskan untuk mengejar vampir itu dan menyerahkan laki-laki itu pada Rania.


Rania yang tiba-tiba di beri tugas dadakan hanya bisa terdiam melongo tak percaya dengan apa yang Laura lakukan padanya. " Eh?!!! Tunggu!! Tapi Aku. ..


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Laura telah pergi menghilang tanpa jejak, dengan tangan gemetar ia mencoba menekan nomor ambulan. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika aroma darah yang begitu kuat menusuk ke dalam hidungnya.


Beberapa kali Rania menampar wajahnya beberapa kali untuk menyadarkannya dari pikiran-pikiran aneh yang menguasai kepalanya, dirinya bahkan mencoba untuk melarikan diri namun sosok di dalam tubuhnya tampaknya tidak membiarkan kesempatan langka begitu saja.


Tanpa sadar, Rania berjalan berbalik menghampiri siswa yang sudah tak sadarkan diri, perlahan ia mendekatkan wajahnya lalu menjilat penuh nikmat darah yang bercucuran tersebut. Kedua bola matanya berubah menjadi merah diiringi dengan munculnya sepasang taring di giginya.

__ADS_1


Di detik berikutnya, Rania berhasil merebut kesadarannya dan mencegah dirinya untuk meminum darah siswa itu, tetapi hal itu tak berlangsung lama karena kesadarannya kembali di rebut oleh sosok di dalam tubuhnya dan kembali mencoba menggigit leher siswa itu, akan tetapi tiba-tiba Robert muncul.


Pria itu berdiri membeku menatap Rania yang tampak tengah meminum darah manusia. " Rania, apa yang sedang kamu lakukan? " Tanyanya dengan raut wajah kebingungan.


__ADS_2