
Kuro menatap wajah Rania dengan tatapan yang begitu dalam tangannya mengelus pipi tirus itu lalu membenahi selimut agar Rania merasa nyaman.
Sementara itu, Robert menunggu di depan pintu dengan kedua tangan terlipat di dada menatap sang kakak dengan tatapan meminta penjelasan dengan apa yang terjadi beberapa saat lalu.
Sebelumnya, Robert terkejut melihat Rania yang merupakan manusia tiba-tiba meminum darah, awalnya ia merasa bahwa ada makhluk yang merasukinya, tapi saat akan mendekat. Gadis itu tiba-tiba menyerangnya dengan api yang sangat familiar yang tak lain dan tak bukan adalah milik kakaknya sendiri. Ia terdiam cukup lama, mencoba berpikir mengapa Rania memiliki kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya hingga kembali tersadar ketika gadis itu kembali menyerangnya, karena keterkejutannya membuat Robert tak bersiap memblokir serangan itu.
Spontan, Robert memejamkan kedua matanya. Tetapi tak terjadi apapun.
Perlahan, ia membuka kedua matanya dan mendapati sang kakak yang memblokir serangan itu sekaligus menenangkan Rania.
Setelah berhasil menenangkan Rania, mereka berdua memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah. Sepanjang jalan, Robert tak bisa berhenti memikirkan apa yang sedang terjadi.
" Kakak, kita harus berbicara. " Kata Robert dengan nada tegas.
__ADS_1
Tanpa menolehkan kepalanya, Kuro langsung berbalik berjalan menghampiri Robert lalu berkata pada sang adik untuk menunggu sampai waktunya tiba.
Namun Robert menolaknya dan berkata bahwa dirinya dan bangsa vampir tak bisa menunggu lama lagi, karena Cesire mulai memburu vampir yang berpihak pada mereka berdua. " Jadi ini alasan Kakak tak mau kembali bersama ku? Kenapa tidak bilang?! Seharusnya kakak katakan sejak awal! Jika kamu merasa enggan padanya, biar aku yang memaksanya keluar. "
Kuro segera menahan pergelangan tangan adiknya, dia berkata bahwa inti kekuatannya tak bisa dikeluarkan begitu saja, jika Rania sampai mati ditangan mereka maka mereka akan menerima hukuman yang berat seperti di bakar hingga menjadi abu.
Robert pun mengacak rambut kepalanya dengan frustasi, ia merasa telah menjadi seorang adik yang gagal dan tidak berguna, semuanya karena salahnya, jika bukan karena menyelamatkannya mungkin kakaknya tidak akan berada dalam kondisi seperti ini.
" Apakah tidak ada cara lain untuk mengambilnya kembali? " Tanya Robert.
Robert terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sementara itu di alam bawah sadar Rania.
Gadis itu tengah berjuang melepaskan cengkraman kuat dari wanita itu, tapi tak lama kemudian tangan wanita terbakar karena berusaha membunuh Rania.
__ADS_1
Saat ini suasana hatinya begitu buruk, padahal jika tadi dirinya bisa menghisap darah itu, mungkin saat ini dirinya bisa kembali pada tuannya dan membantunya membalas dendam tapi kenapa? Tuannya malah menggagalkan usahanya, kenapa? Apa dia sudah tak menginginkannya kembali?
" Kamu, berhenti mengambil alih tubuh ku! Dan juga kenapa masih belum pergi?! "
Wanita itu semakin marah setelah mendengar perkataan Rania, " Kamu pikir aku tidak ingin pergi dari tempat jelek ini?! " Jawabnya dengan raut wajah kesal, jika harus memilih dirinya lebih baik mati dari pada tinggal di tempat buruk ini. Tetapi setahunya hanya ada dua cara agar dirinya bisa keluar dari tempat ini yaitu dengan cara dirinya di keluarkan secara paksa dari luar atau menunggu kekuatannya pulih, lalu tuannya datang dan menjemput dirinya. Tapi satu-satunya cara untuk dirinya pulih adalah dengan meminum darah manusia.
" Sampai kapan pun aku tak akan menjadi monster penghisap darah seperti yang kamu inginkan, karena kamu sangat membenci tempat ini maka tinggallah di sini selamanya. "
Wanita itu menyunggingkan bibirnya, lalu terkekeh pelan, meski ini adalah kali keduanya dia lolos, tapi bagaimana untuk ketiga kalinya, apalagi sebentar lagi adalah bulan purnama. Karena tak ada satupun manusia biasa yang bisa melewatkan malam itu.
Dirinya baru ingat, setiap malam purnama dirinya bisa mengendalikan dan memaksa manusia untuk melakukan apapun yang diperintahkan. bahkan saat itu ada banyak manusia yang menjadi korbannya, hanya saja tiba-tiba ia tertidur lalu terbangun kembali belum lama ini dan tahu-tahu sudah terperangkap di tempat jelek ini.
" Jangan menakuti ku. Kamu pikir aku takut! Akan ku buktikan bahwa aku bisa menahannya. "
__ADS_1
" Kalau begitu ayo kita bertaruh, siapa diantara kita yang menang. Aku atau dirimu. "