Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
86


__ADS_3

Kuro pov.


Setelah berhasil meloloskan diri dari Mikael, Kuro berusaha mencari tempat bersembunyi agar pria itu tidak menemukannya sekaligus dirinya harus mencari tempat untuk menghentikan pendarahan yang masih berhenti.


Akan tetapi, tubuhnya terasa sangat berat dan kepalanya juga pusing, tampaknya dirinya terlalu banyak kehilangan darah. Bahkan di saat seperti ini, hanya wajah Rania yang terlintas di dalam benaknya, berharap gadis itu datang untuk menyelamatkannya. Padahal gadis itu sudah mencuri miliknya yang paling berharga, tapi kenapa? Dirinya tak bisa membencinya bahkan untuk sedikit pun.


" Oh Sh**! " Umpatnya pelan sembari berusaha kembali untuk bangkit, tapi seluruh tubuhnya terasa sangat berat bahkan untuk mengangkat ekornya pun terasa amat sulit. Perlahan pandangannya menjadi kabur, tepat sebelum dirinya tak sadarkan diri, ia melihat sesosok gadis yang memiliki aroma yang begitu familiar.


.


.


.


Aroma masakan yang begitu pekat, mengganggu indera penciuman Kuro, bau itu terasa sangat familiar dan mengingatkannya pada seseorang. Perlahan, ia membuka kedua matanya dan menyadari bahwa dirinya sudah berada di rumah.


' Apa Hedrian yang membawaku pulang? ' Batinnya sambil bangun dari posisi tidurnya, entah kenapa tubuhnya terasa sudah sangat sehat dan lebih bertenaga dari sebelumnya, ia terdiam sejenak dan berpikir bahwa pria pengemis itu yang menolongnya.


Di detik berikutnya, Kuro mulai tersadar dengan rumah yang tengah di injaknya. Meski ia yakin bahwa ini adalah rumah Rania, tetapi anehnya ia merasa ada yang berbeda dengan rumah ini, rasanya sangat asing.


Tanpa pikir panjang, Kuro memutuskan menghampiri Hedrian yang tampaknya tengah memasak sesuatu, akan tetapi, langkahnya terhenti, tubuhnya tertegun menangkap sosok Rania dan bukannya Hedrian, ' apa aku sedang bermimpi? ' Batin Kuro.

__ADS_1


" Kamu sudah bangun? Syukurlah kamu akhirnya bangun juga, ku pikir kamu akan mati. "


Perkataan Rania dan sentuhan tangan yang mengelus puncak kepalanya dengan begitu tiba-tiba membuat Kuro menyadari bahwa dirinya sedang tidak bermimpi dan gadis di depannya benar-benar sosok Rania.


" Kamu tahu? Awalnya aku berpikir bahwa diriku sudah gila karena sudah memberimu darah ku untuk menyelamatkan mu tapi ajaibnya darah ku bekerja dengan sempurna. " Sambungnya dengan perasaan bahagia.


Mendengar ucapan Rania, membuat Kuro tak bisa berhenti mengernyitkan dahinya, entah kenapa ia merasa bahwa Rania di depannya seperti bukan Rania yang di kenalnya, dia sama sekali tidak mengenali dirinya, apa ini hanya sandiwara atau mungkin terjadi sesuatu padanya?


" Ada apa? Apa kamu lapar? " Tanya Rania.


" Apa kamu sudah lupa tentang ku? "


Bukannya menjawab, Kuro malah mengubah wujudnya menjadi manusia membuat Rania terkejut dan jatuh pingsan.


Beberapa jam kemudian, Rania pun tersadar dan langsung menjauhkan diri dari Kuro yang berada tepat di depan matanya, dengan tubuh gemetar, tangannya mengambil ponsel yang berada tak jauh dengannya dan berusaha menghubungi seseorang.


Namun, hal itu tidak terjadi karena Kuro langsung merebut ponsel Rania dan menyudutkannya ke dinding seperti seorang predator yang siap memakan mangsanya.


Seluruh tubuh Rania pun semakin gemetaran, kedua matanya menatap sepasang bola mata merah yang berada tepat di matanya.


Bugh!!!

__ADS_1


Tanpa di duga, Rania membenturkan kepalanya dengan keras ke kepala Kuro hingga pria itu meringis kesakitan sambil memegangi jidatnya yang terdapat luka memar di sana.


Setelah melakukan aksinya, dengan tergesa-gesa Rania meloloskan diri akan tetapi Kuro tiba-tiba sudah berada di depan matanya.


" Siapa kamu?! Mau apa kamu dengan ku? Kalau mau merampok, kamu memilih orang yang salah! Karena aku ini seorang anak yatim yang miskin. Jadi cepat pergi sana! " Teriak Rania sambil mengarahkan gagang sapu ke pada Kuro.


Salah satu alis Kuro pun terangkat ke atas, entah kenapa dirinya merasa dejavu. " Rania, apa kamu sungguh lupa tentang ku? "


Tubuh Rania tertegun sejenak, ketika pria yang tidak di kenalnya mengetahui namanya, " kenapa kamu bisa tahu nama ku? "


Di detik berikutnya, Kuro pun mengubah wujudnya menjadi seekor kucing hitam.


Rania pun terduduk lemas, menyadari bahwa dirinya sedang tidak bermimpi, bagaimana bisa seekor kucing berubah menjadi manusia?


Setelah menenangkan diri, Rania pun akhirnya paham bahwa kucing yang ia tolong adalah jelmaan vampir, anehnya, setelah mengetahui hal tersebut dirinya tidak terkejut sedikit pun membuatnya berpikir bahwa kucing yang di sapa Kuro ini berkata yang sejujurnya bahwa mereka pernah tinggal bersama, tapi kenapa dirinya tak ingat sama sekali?


" Tampaknya mereka telah melakukan sesuatu padamu, katakan, apa kegiatan mu yang sekarang? " Tanya Kuro


Rania tak langsung menjawab, ia terdiam sambil mengetuk dagunya untuk berpikir, beberapa saat kemudian ia mengungkapkan bahwa dirinya hanya menjalani aktivitas seperti biasanya, seperti pergi ke sekolah, bermain, belajar bersama kedua temannya lalu yang terakhir dirinya melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit.


" Rania, apa kamu percaya padaku? Jika kamu percaya, jangan pernah ceritakan apapun tentang ku pada mereka. "

__ADS_1


__ADS_2