
Sementara itu keadaan Kuro sudah babak belur oleh Rania yang terus menyerangnya secara bertubi-tubi tanpa membiarkannya mengambil nafas sejenak seakan dia terburu-buru ingin mengakhirinya.
Nala sengaja membuat mereka berdua berkelahi hingga salah satu dari mereka mati, dia tidak membiarkan siapapun masuk dan merusak pertunjukannya bahkan Hedrian yang mencoba masuk pun terpaksa jatuh ke dalam hipnotisnya yang membuatnya tak bisa kembali dalam waktu dekat sedangkan yang lainnya terpaksa harus menyelesaikan masalah yang saudarinya lakukan.
Layaknya seorang penonton, Nala duduk cantik di salah satu kursi sembari memakan sebuah popcorn yang di tinggalkan penonton sebelumnya, meski terkadang dahinya terus mengernyit karena rasanya tidak cocok dengan lidahnya yang menurutnya rasanya seperti tanaman, kendati begitu ia terus memakannya hingga habis tak tersisa.
Sesekali Nala tertawa, bertepuk tangan, bersorak ria tapi lama kelamaan dirinya sudah mulai jenuh karena Kuro hanya terus bertahan dan menerima semua pukulan lawan gadisnya, sementara itu jika di dilihat secara seksama tampaknya inti kekuatan Kuro juga mulai kehilangan kendali dan Rania sempat mengambilnya, tampaknya dia gagal mengambil tubuh orang yang di tinggalnya.
Merasa sudah berada di titik jenuhnya, Nala pun menyunggingkan bibirnya lalu kemudian memutar sebuah adegan dimana adik berserta para pengikut Kuro yang tersisa termasuk Clara tengah kesulitan menghadapi pasukan Cesire yang berjumlah puluhan ribu sedangkan dari pihak Robert hanya berjumlah ribuan saja, bahkan setengah dari pengikut telah tewas terbunuh.
Kuro membulatkan kedua bola matanya, lalu mendelik tajam kearah Nala.
__ADS_1
" Kenapa melihatku seperti itu? Aku hanya membantu mu untuk menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat, jika tidak adik dan pengikut mu yang lain akan mati, jangan salahkan aku jika kamu tak bisa melihat mereka lagi. " Ujar Nala dengan tenangnya.
Kedua tangan Kuro mengepal dengan erat, bulu matanya bergetar, di satu sisi ia tak ingin menyakiti Rania tapi di sisi lain ia juga tak ingin kehilangan keluarga satu-satunya. Kepalanya menoleh menatap Rania yang tengah bersiap-siap untuk menyerangnya.
Sambil memejamkan kedua matanya dalam, Kuro menghela nafas lalu mengeluarkan pedang dari tangannya, kedua matanya terlihat berlinang, " maafkan aku. " Dengan kedua bola mata yang menyala semerah darah, Kuro berlari lalu menusukkan pedangnya tepat di jantung Rania dan menarik paksa inti kekuatannya kembali ke dalam tubuhnya.
Seketika api merah di pedangnya berubah menjadi api biru yang membara, kekuatan Kuro pun bertambah menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya, ini lah kekuatan Kuro yang sebenarnya dia adalah satu-satunya vampir yang menguasai api neraka selain nenek moyangnya yang telah meninggal ribuan tahun.
Nala yang percaya diri mencoba untuk menangkisnya tapi siapa sangka kekuatannya tak mampu menangkisnya karena kekuatan mereka sangat berbanding jauh dari sebelumnya. Serangan itu menembus dan membelah tubuhnya menjadi dua. Nala yang terkejut dengan perbedaan kekuatan mereka hanya terdiam dan merasa bahwa semua ini hanyalah mimpi.
Namun, nyatanya semua ini adalah nyata dan dirinya menyadari saat dirinya telah mati.
__ADS_1
Karena inti kekuatan itu sudah kembali pada pemilik aslinya, Rania pun kembali mengambil kesadarannya, ia terdiam sejenak lalu menolehkan kepalanya dan melihat bagaimana Kuro membunuh Nala hanya dalam sekali serang saja.
Sadar tengah di tatap, Kuro pun bergegas menghampiri Rania yang sedang sekarat. " Bertahanlah, aku akan segera kembali. " Ujar Kuro lalu pergi.
Akan tetapi tangannya di tahan oleh Rania. " Maaf, sudah berkata kasar pada mu tadi, aku hanya terbawa emosi " katanya. dengan susah payah.
Kuro menggelengkan kepalanya dan berkata bahwa dirinyalah yang harus meminta maaf karena sejak awal ia sengaja membiarkan inti kekuatannya tinggal di tubuh Rania untuk memulihkan diri karena saat itu dirinya membutuhkan darah manusia untuk memulihkan diri, tetapi karena sebuah perjanjian membuatnya tak bisa melakukannya dan akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dengan inti kekuatannya dan memulihkan diri masing-masing hingga saat waktunya sudah tepat maka mereka akan kembali.
Tapi siapa sangka ternyata prosesnya akan semenyakitkan ini bahkan dirinya sempat memutuskan untuk mati saja tetapi begitu melihat adik dan pengikutnya menderita ia tak bisa diam saja, " aku harap kamu jangan pernah memaafkan ku. "
Mendengar semua itu Rania hanya terdiam, setelah di pikir kembali pria itu tak pernah mengatakan suka atau cinta padanya untuk sekali saja, ternyata selama ini dia hanya memanfaatkan tubuhnya saja , lalu semua perlakuan baiknya ternyata hanya karena benda di dalam tubuhnya dan bukan perasan suka.
__ADS_1
Ah~ Kenapa hidupnya terasa pahit begini? Tetapi kenapa Rania tidak merasa sedih sedikit pun dan malah merasa lega karena ia merasa tak perlu berhutang nyawa lagi atau mungkin karena sebentar lagi dirinya akan segera menemui ibunya.