Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
127


__ADS_3

Serangan Kuro terhenti ketika ia menyadari sihirnya di tubuh Rania semakin melemah yang artinya wanita itu sedang dalam bahaya. Tanpa sadar kakinya melangkah pergi untuk mencari keberadaan Rania namun langkahnya terhenti ketika sebuah serangan menghalangi jalannya.


" Mau kemana? Apa kamu lupa bahwa aku masih hidup? " Kata Cesire sambil tersenyum menyeringai.


Kuro menolehkan kepalanya, ia lupa bahwa dirinya masih belum menyelesaikan masalahnya disini. Kedua matanya mendelik tajam menatap Cesire dengan tatapan benci, pria ini harus segera mati sebelum Rania. Tangannya kemudian mengayunkan pedangnya ke arah Cesire melelehkan sebagian dinding es yang dibuatnya.


Namun, dalam beberapa detik es cair itu kembali membeku seperti semula. Kuro yang sejak tadi terus menebas dinding Es itu tanpa untuk mengeluarkan dan membunuh Cesire mulai kesal dengan sikap pengecut pamannya itu yang terus bersembunyi dalam dinding es nya. di


" Paman, apa kamu sebenci itu pada Ayahanda? " Tanya Kuro tiba-tiba.


Cesire terdiam sejenak, lalu mengungkapkan bahwa dirinya amat membenci kakaknya itu, sejak dulu mereka selalu dibanding-bandingkan, tak peduli betapa keras usahanya agar bisa di akui, semuanya hanya terlihat seperti debu di mata semua orang.

__ADS_1


Tak hanya mendapat pujian di setiap harinya, kakaknya juga mendapat istri cantik dan juga populer sedangkan dirinya tak ada siapapun yang menginginkannya sama sekali, dia seperti sampah di mata orang lain.


Sejak saat itu ia bertekad untuk menjadi paling kuat di seluruh alam agar mereka bisa mengakui bahwa dirinya sangat spesial dari siapapun. Namun kali ini ia tidak berusaha memperlihatkannya pada siapapun karena dirinya ingin membuat kejutan pada semua orang bahwa dialah yang seharusnya menduduki tahta itu bukan kakaknya sayangnya Ayah mereka meninggal lebih awal karena usianya yang sudah sangat tua, padahal orang pertama kali yang ingin melihatnya sukses adalah pria itu, ia penasaran bagaimana ekspresi wajah pria tua itu saat mengetahui bahwa anak yang dia sia-siakan ternyata adalah berlian sedangkan anak yang dia anggap sebagai berlian ternyata hanyalah setumpuk sampah yang tidak berguna.


Tapi, ia tak bisa mengalahkan siapapun karena memang saat itu dirinya yang bersalah karena terlalu lemah.


Kendati begitu, masih ada satu orang lagi yang ingin dia perlihatkan kekuatannya yaitu kakaknya sendiri dan lagi-lagi usahanya gagal karena sang kakak malah mengetahui rahasia kekuatannya jadi bukan salahnya jika dia harus mati karena telah mengetahui rahasia yang seharusnya dia tak ketahui.


Yah meski ia tak menyangka bahwa kakaknya mati dengan mudah sebelum dia melihat kejayaannya yang sekarang.


Tiba-tiba kekuatan Kuro menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya, api yang keluar dari tubuhnya begitu panas hingga vampir lemah di sekitarnya terbakar lalu menjadi abu.

__ADS_1


Hedrian, Robert dan juga Laura segera menjauh sebelum nasib mereka sama seperti vampir kecil lainnya.


Sementara itu, kedua bola mata Cesire terbeliak ketika dinding yang melindungi dirinya perlahan mulai mencair. Ia pun menjadi panik lalu segera meminum darah dari botol yang ia simpan dari balik bajunya untuk meningkatkan kekuatannya.


Akan tetapi sebelum darah itu mengalir di dalam kerongkongannya, botol itu meleleh dan pecah begitu saja.


Cesire pun berteriak, menyayangkan darah itu, kedua bola matanya melotot tajam lalu berteriak memanggil nama Kuro dengan lantang mengumpatnya berkali-kali karena bernai membuatnya tampak menyedihkan seperti ini.


Di detik berikutnya ia memanggil Nala dan juga Smali untuk mendekat.


Smali dan Nala pun segera memanggil panggilan tuannya tapi siapa sangka bahwa panggilan itu adalah untuk menyerap kekuatan mereka hingga membuat keduanya berakhir menjadi abu.

__ADS_1


Dalam hitungan detik, kekuatan Cesire pun menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya dia bahkan bisa menciptakan sebuah monster es berukuran begitu besar hingga membuat vampir di sekitarnya menjadi kecil terutama Kuro yang terlihat seperti sebuah titik cahaya.


Cesire tertawa terbahak-bahak, kini ia tak peduli lagi dengan kekuatan keponakannya dan malah ingin menghancurkannya karena telah membuat sebotol darahnya terbuang percuma.


__ADS_2