Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
25


__ADS_3

Esok paginya.


Kuro pun akhirnya tersadar dari tidur panjangnya, Laura yang senantiasa menunggu pria itu tersadar, langsung memeluk tubuh pria itu sambil mengucapkan maaf karena dirinya tak bisa berada di sampingnya saat kesulitan. Jika saat itu, dirinya percaya pada ucapan Rania, mungkin hal ini tak akan pernah terjadi.


Begitu pun dengan Robert, ia juga menyesal membiarkan gadis itu mencari keberadaan kakaknya seorang diri, tak kuasa menahan haru, air matanya mengalir begitu saja dan membasahi kedua pipinya. Spontan tangannya mengambil alih tubuh kakaknya dari Laura, memeluknya dengan erat sambil menangis layaknya seorang anak kecil.


Saat pertama kali mendengar bahwa kakaknya telah di temukan dengan kondisi tubuh yang terluka parah, seketika rasanya dunia Robert hancur saat itu juga dan membuatnya berpikir bagaimana jika kakaknya pergi seperti ayah dan ibunya, meninggalkan dirinya seorang diri di dunia yang kejam ini.


Namun, Robert segera menepis pemikiran tersebut karena dirinya percaya bahwa kakaknya tak akan pernah melakukan hal setega itu padanya. Tanpa membuang waktu, dirinya langsung pergi bergegas ke rumah Rania bersama Laura yang ikut senang tapi juga merasa khawatir dengan kondisi Kuro.


Setibanya di rumah Rania, ia dan Laura sangat terkejut mendapati kondisi sang kakak yang tengah terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang dengan di temani oleh Rania yang wajahnya terlihat sangat lelah dan lesu, seakan-akan jiwanya baru saja di sedot keluar.


" Kalian sudah datang? Maaf, memanggil kalian seperti ini, awalnya aku ingin mengawasinya dengan kedua matanya ku sendiri sampai dia tersadar, tapi tampaknya tubuh ku sudah tak kuasa lagi menahannya, " ujar Rania dengan nada lemah sembari berusaha tersenyum.


" Kenapa harus meminta maaf, seharusnya aku yang meminta maaf karena sempat tak mempercayai mu, " ujar Laura yang kemudian membantu Rania berjalan menuju kamar sebelah dan membiarkannya beristirahat.


Sedangkan Robert, langsung memeriksa denyut tangan kakaknya yang begitu lemah namun berangsur membaik seiring berkurangnya darah dalam kantung darah yang di masukkan kedalam tubuh sang kakak.


Robert terdiam sejenak dan menyadari bahwa Rania lah yang memberikan darah pada kakaknya, ia kemudian berjanji akan memanjakan gadis itu setelah dia sehat kembali.

__ADS_1


Flashback off


Mungkin sekarang, kakaknya beranggapan bahwa dia merasa tidak memiliki seorang adik yang begitu cengeng dan menangis layaknya seorang anak kecil, tapi biarlah kakaknya beranggapan seperti apa, yang penting dia telah kembali dengan selamat


" Dimana Rania? " Tanya Kuro.


Sembari berusaha menghentikan isak tangisnya, Robert mengatakan bahwa gadis itu sedang istirahat total di kamar sebelah, karena tubuhnya sedang kekurangan darah dan kekurangan zat besi.


Akan tetapi sebelum memutuskan untuk beristirahat, sebelumnya, Rania berpesan pada Robert untuk menjaga Kuro untuk sementara, jika pria itu kedapatan pergi lagi, maka gadis itu akan mengejar lalu mengurungnya jika perlu.


Mendengar hal tersebut, Kuro langsung turun dari pangkuan Robert dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar dimana Rania berada. Gadis itu tengah tertidur dengan begitu pulas, dengan raut wajah yang terlihat sangat lelah dan juga pucat, dia pasti sudah berusaha keras untuk mencari dirinya.


Tangan kecil berbulunya, ia letakkan pada luka yang masih terlihat jelas pada leher putih Rania, lalu menatap wajah yang terlihat begitu lelah, sungguh dirinya sangat menyesal dan bersalah karena telah menyakiti gadis itu, hanya karena dirinya ingin membuat gadis itu membencinya, tapi bukannya menjadi benci, gadis itu malah mengorbankan waktu bahkan kesehatannya hanya untuk mencarinya bahkan tanpa ada rasa takut sedikit pun, dia menolongnya dari Hedrian, jika saja dia tak muncul tepat waktu, mungkin sekarang, dirinya sudah mati di tangan pria itu.


Sebanyak apapun ia mencari alasan mengapa Rania begitu ingin mempertahankannya, tapi tak ada satu pun alasan yang terlintas di dalam benaknya, justru malah sebaliknya, ada banyak alasan agar dirinya bisa berada di samping gadis itu.


Sementara itu, Hedrian yang sama-sama baru saja tersadar, langsung mengepalkan telapak tangannya dengan erat setelah menyadari bahwa dirinya masih belum cukup kuat untuk membalas dendam terhadap Cesire.


Dirinya sangat malu pada kekuatannya yang begitu lemah yang tak bisa mengalahkan seorang pangeran vampir yang sedang sekarat sekali pun.

__ADS_1


Padahal, dirinya sudah percaya diri akan mengalahkan pria itu meski pun dia meminum banyak darah manusia sekalipun, tapi nyatanya ia tetap kalah, tak peduli jika orang lain mencampuri pertarungannya, sebab di akhir pertarungan, ia bisa merasakan energi lain dalam tubuh pria itu, mungkinkah itu efek dari meminum darah manusia? Jika tidak salah, pria itu di ketahui telah meminum darah untuk menyambung nyawa.


Menurut pengakuan Cesire, jika bangsa Vampir mengkonsumsi darah manusia dalam jangka panjang, maka kekuatan mereka akan setara dengan seorang dewa yang mampu menghancurkan gunung dalam satu kali serangan. Tapi Hedrian setengah percaya dan juga tidak, karena selama ini dirinya belum menemukan hal yang seperti itu.


.


Tapi dirinya tak menyangka, bahwa gadis itu akan muncul untuk menyelamatkan pria vampir itu, mungkinkah hubungan meraka sudah melebihi ekspetasinya?


Hedrian pun memiringkan kepalanya, ia penasaran seberapa jauh hubungan mereka? Di detik berikutnya, tiba-tiba sebuah tangan muncul, mencekik lehernya lalu memojokkannya ke dinding.


Dengan susah payah, ia berusaha melihat wajah orang yang sedang mencekiknya, seketika kedua bolanya terbeliak, ketika menyadari bahwa orang tersebut adalah Argolo, kepercayaan Cesire.


Tatapan pria itu tampak begitu kesal dan marah padanya karena sampai saat ini dirinya masih belum membawakan gadis itu padanya terlebih lagi kemarin ia berusaha membunuh Albert tanpa persetujuan pria itu.


" Ma .. . af, A. . ku tak a. . . kan mengulanginya. " Tubuhnya kemudian di lempar kesamping dengan keras hingga membuat sekawanan anjing menggeram melihat tuan mereka di sakiti.


Namun, Argolo tampak tidak takut sedikit pun, dengan menggunakan sedikit kekuatannya, ia mampu menerbangkan semua anjing yang ada di sana.


Kedua telapak tangan Hedrian mengepal dengan erat, tak terima kawanannya di sakiti, kedua matanya melotot marah, di detik berikutnya ia berlari lalu menerjang tubuh Argolo sembari mengeluarkan cakarnya,

__ADS_1


Tetapi, Argolo dengan mudahnya menangkis serangan itu dan kembali melempar tubuh Hedrian ke depan, sebenarnya dirinya sangat ingin sekali membunuh bangsa manusia serigala karena mereka pernah membunuh adik satu-satunya, tapi sayangnya, Cesire masih membutuhkan pria itu.


Ia berjalan mendekat ke arah Hedrian, lalu menarik dagunya hingga membuat jarak di antara wajah mereka hanya tersisa beberapa senti saja, kemudian berkata, " ingat, jangan kira tuan Cesire menyukai mu, bukan berarti aku tak berani menyakiti mu, sekali lagi kamu melakukan kesalahan, maka aku akan membunuh mu, " lalu pergi meninggalkan Hedrian dengan kondisi luka yang cukup parah.


__ADS_2