Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
79


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit, Hedrian menyambut Kuro dengan antusias, menyangka bahwa pria itu kembali bersama dengan pemiliknya, Rania. Tapi perasaan antusias itu seketika luntur ketika dirinya tidak melihat Rania di manapun, yang ada hanya wajah datar tanpa Ekspresi dari Kuro.


Hedrian yang penasaran pun, menghampiri Kuro lalu menyerangnya dengan beberapa pertanyaan seperti: Dimana dia? Kenapa dia tak ada? Apa dia tak jadi pulang hari ini? Apa dia masih sakit?


Kuro melirik Hedrian sesaat, lalu pergi begitu saja mengabaikan semua pertanyaan Hedrian.


Hedrian yang dirinya tahu telah di abaikan secara sengaja, spontan membuka mulutnya lebar-lebar lalu mendengus kasar pada Kuro, kemudian berkata setengah berteriak pada Kuro bahwa dirinya akan mencari Rania sendiri, ia juga menambahkan jika dirinya sudah menemukan gadis itu dan tak akan pernah memberitahu Kuro sedikit pun.


Namun, tampaknya Kuro sama sekali tidak perduli dengan ucapan Hedrian yang menurutnya tidak penting sama sekali.


Sadar, bahwa dirinya benar-benar telah di abaikan, Hedrian pun kembali mendengus lalu pergi ke rumah sakit untuk menemui Rania sekaligus bertanya tentang apa yang terjadi pada mereka.

__ADS_1


Sementara itu, Kuro yang sebenarnya tidak pergi, ia berdiam diri di atas genting sambil memperhatikan Hedrian yang menggerutu sepanjang jalan. Setelah Hedrian pergi, Kuro pun pergi sayangnya ia tak berniat mencari Rania melainkan untuk menjadi udara segar dengan berjalan di bawah gelapnya langitnya malam hingga tanpa sadar membawanya ke tempat si pria pengemis.


Setibanya di sana, Pria pengemis itu beberapa kali mengerjapkan kedua matanya sambil melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul dua dini pagi.


" Jangan hiraukan aku, anggap saja aku tak ada dan fokus saja pada pekerjaan mu itu. " Kata Kuro yang menyadari tatapan pria pengemis itu.


Tanpa menjawab, Pria pengemis itu hanya menganggukkan kepalanya, akan tetapi isi kepalanya mendadak tak bisa berpikir dan memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya sejenak sekaligus berniat untuk mengisi perutnya yang sudah lapar sejak tadi.


Keduanya saling terdiam dengan dunia mereka masing-masing, tapi seiring berjalannya waktu, pria pengemis itu mulai merasa risih dengan kedatangan dan diamnya Kuro yang terasa sangat berbeda dari biasanya, ia pun memberanikan diri memecah keheningan di antara mereka dengan bertanya padanya, apa yang sebenarnya terjadi padanya.


Pria itu menghela nafas sambil mengepalkan kedua tangannya karena merasa gemas dengan sikap kucing hitam di sampingnya, padahal beberapa jam yang lalu dia sangat antusias untuk menyambut kepulangan Rania atau jangan-jangan. . .

__ADS_1


" Kalian berdua putus?! " Pekiknya tanpa sadar.


Seketika kedua mata Kuro mendelik tajam pada pria pengemis itu dan menyangkal bahwa mereka sama sekali tidak putus karena mereka berdua tak memiliki hubungan seperti itu.


Kedua bola mata pria itu seketika membesar sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan mengatakan bahwa Kuro begitu jahat, bagaimana bisa dia mengatakan hal kejam seperti itu, padahal dia yakin bahwa kucing hitam ini pasti sudah menyadari perasaan Rania.


Kuro pun hanya terdiam, tak menyangkal ucapan pria itu, memang benar dirinya menyadari bahwa Rania menyukainya hanya saja ia merasa tak yakin dengan penilaiannya itu karena ia merasa bahwa rasa suka Rania bukan karena rasa suka seperti bayangannya melainkan karena sesuatu miliknya yang ada di dalam tubuh Rania, ia juga menyakini bahwa Rania sendiri juga pasti bingung dengan perasaan sukanya padanya.


Sejujurnya ia sudah menyadari beberapa waktu yang lalu atau mungkin sejak awal dirinya sudah sadar bahwa tujuannya mendekati Rania adalah untuk mengambil miliknya, tetapi dirinya memilih menjadi orang bodoh dengan berpura-pura tidak menyadarinya sama sekali.


Tetapi apakah benar, Rania pergi meninggalkannya karena dia takut benda di dalam tubuhnya di ambil kembali seperti yang di katakan oleh Mikael?

__ADS_1


" Hey ada apa? Apa kalian bertengkar? " Pertanyaan pria pengemis itu menyadarkan Kuro dari lamunannya, ia kemudian menjawab bahwa Rania telah pergi dan membuangnya


Prang!! Tanpa sadar pria pengemis itu menjatuhkan gelas di tangannya, " apa kamu bilang? "


__ADS_2