
Sementara Mia, Frank dan Dokter Alvin saling merebutkan Rania. Di sisi lain, Kuro melawan Bruno seorang diri. Meski dirinya sudah meminum darah Rania, tetapi ia di buat terkejut akan kekuatan pria di depannya, bagaimana bisa seorang manusia memiliki kekuatan seperti raksasa? Sebenarnya manusia jenis apa dia ini? Bahkan saat tergores oleh pedangnya, luka di tubuh pria itu langsung menutup begitu saja, tampaknya ada banyak rahasia manusia yang tidak diketahuinya olehnya. Sebelumnya ia berpikir bahwa tiada makhluk yang lebih kejam dan mengerikan dari pada Cesire, tapi ternyata ia salah, karena setelah melihat semua ini ia menyadari bahwa manusialah yang mengerikan.
" Kenapa? Apa hanya segini saja kemampuan mu? " Tanya Bruno dengan nada merendahkan, ia tersenyum puas karena mampu menyudutkan seorang vampir. Tak heran, karena dirinya adalah manusia terkuat di bumi ini.
Melihat sikap sombong dan percaya diri dari manusia di hadapannya, Kuro terkekeh geli sambil menyunggingkan bibirnya, " jangan terlalu sombong, kalian, manusia terlalu meremehkan kami, " seketika pedang di tangannya perlahan berubah, pedang itu di penuhi oleh cahaya api kemerahan.
Kuro kemudian menarik salah satu kakinya kebelakang, kedua matanya berubah warna menjadi merah menyala, di detik berikutnya, ia langsung menyerang Bruno dengan satu kali serang.
Sring! Gerakannya begitu cepat bagaikan sebuah angin. Perlahan Kuro memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarungnya dan seketika cahaya kemerahan itu menghilang begitu saja
Akhhhhh!!! Pria itu berteriak kesakitan ketika menyadari bahwa salah satu tangannya telah terpisah dari badannya begitu saja tanpa ia sadari.
__ADS_1
Kedua bola matanya melotot marah, " KAU!! KAU!! BERANINYA MAKHLUK RENDAHAN SEPERTI MU MELUKAIKU!! " Teriaknya dengan penuh amarah.
Tangan satunya mengepal dengan erat, seluruh tubuhnya gemetar manahan amarah, tak lama kemudian, ia memasukkan tangannya ke dalam saku bajunya dan mengambil sesuatu dari sana
kuro mengernyitkan dahinya, menatap penasaran dengan apa yang dilakukan pria di depannya, tetapi ia tak memiliki untuk hal itu karena dirinya harus segera menemui Rania. Karena sebuah aturan bahwa dirinya tak boleh membunuh manusia, maka Kuro memutuskan untuk membuat pria di depannya pingsan.
Namun sebelum Kuro melakukannya, tiba-tiba tubuhnya melayang lalu menghantam tembok yang berada di belakang punggungnya hingga menciptakan retakan yang begitu besar bahkan membuat gedung itu bergetar.
Boom!! Krak!! Serangan kedua melayang begitu saja, beruntung Kuro bisa menghindari serangan tersebut.
Nafasnya tersengal-sengal, raut wajahnya masih terlihat kebingungan, namun ia segera menyadarkan diri dengan menampar wajahnya dengan cukup keras.
__ADS_1
Di sisi kain, Bruno tertawa terbahak-bahak ketika melihat lawannya bertekuk lutut di depannya, meski kesal karena salah satu tangannya telah hilang, tetapi ia merasa senang karena akhirnya bisa menemukan lawan yang sepadan dengan kekuatannya, selama ini tak ada satu pun yang mampu menyaingi kekuatannya. Setidaknya ia bisa menjadikan makhluk didepannya sebagai uji coba.
Kedua sudut bibirnya terangkat ke atas, sorot matanya menunjukkan sorot kebahagiaan yang belum pernah dirasakannya sembari menghirup udara kesenangan yang akan dirasakannya.
Di detik berikutnya, Bruno pun langsung menyerang Kuro dengan melayangkan beberapa pukulan. Kali ini tak hanya kekuatannya saja yang meningkat, kecepatannya juga ikut berubah menjadi dua kali lipat, bahkan kali ini dia bisa mengimbangi kecepatan Kuro sebelumnya dan juga tangannya kembali tumbuh seperti tumbuhan. Kini dia tak tampak seperti manusia seperti sebelumnya karena dia sekarang lebih mirip dengan monster sungguhan.
Otot besar menghiasai badan dan juga kedua tangannya, warna kulitnya berubah menjadi hijau, mengingatkan Kuro pada sebuah film yang pernah ditontonnya bersama Rania. Ia tak menyangka bahwa karakter itu ternyata ada di dunia nyata
Kuro yang terkejut sekaligus bingung dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya secara langsung, perubahan pria itu terlalu tidak nyata hingga membuatnya kehilangan fokus dan beberapa kali mendapat pukulan hingga membuatnya wajahnya menjadi babak belur, tapi ia beruntung karena luka itu tak cukup fatal karena sebelum pukulan itu mendarat di wajahnya, ia telah memasang penghalang untuk mengahalau dampak dari pukulan itu.
" Kau mengatakan padaku bahwa aku sebagai manusia terlalu sombong, tapi nyatanya dirimu yang sombong karena menganggap dirimu sebagai makhluk paling kuat di bandingkan dengan kami (manusia), asal kalian tahu, dengan teknologi yang kami miliki sekarang, bahkan tanpa jantung mu yang tidak berguna itu, kami masih bisa memiliki kekuatan yang bisa melebihi bangsa kalian. " Ungkap Bruno
__ADS_1