
" Mengapa kamu begitu terobsesi pada sesuatu yang tak pernah ada di dunia ini? Tidakkah kamu belajar dari orang-orang terdahulu yang berakhir pada kematian karena berusaha mengejar keabadian? " Ungkap Frank sambil berjalan menghampiri Mia dengan begitu santainya.
Namun, sebelum kedua kakinya sampai pada Mia, sebuah selongsong pistol mengarah tepat didepannya yang siap menghancurkan kepalanya kapan saja. Frank hanya bisa terdiam sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sembari mencoba menenangkan Mia sekaligus meminta wanita itu untuk menjauhkan benda berbahaya dari wajahnya.
Akan tetapi, Mia tidak mengindahkan ucapakan Frank, sambil menyunggingkan bibirnya ia bersiap-siap menarik pelatuknya dengan tatapan sorot mata kemenangan.
Seketika Dahi Frank mengernyit heran sekaligus penasaran akan ekspresi yang Mia berikan padanya. Bukankah dia seharusnya tidak bisa tersenyum karena semua rencananya telah gagal.
Tak perlu lama untuknya mendapatkan jawaban, karena di detik berikutnya, Dokter Alvin kembali muncul dengan membawa Rania yang terduduk di kursi roda bersama seorang pria yang memiliki badan tinggi nan besar dengan bekas luka besar di wajahnya. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Bruno, manusia yang pertama kali berevolusi menjadi manusia super sama hal nya dengan Mikael dan juga Darian.
Berbeda dengan Mikael dan Darian yang di desain sebagai penyerang jarak jauh dan strategi. Bruno secara khusus di desain untuk power atau kekuatan, satu kali hantamannya saja bisa membuat tank menjadi hancur lebur. Tak heran jika Dokter Alvin memilih seorang yang penurut karena jika Frank berada di posisinya ia pasti akan melakukan hal yang sama.
Tapi satu hal yang tak ia mengerti kenapa pria itu bisa menemukan Dokter Alvin dan juga putrinya? Jangan bilang kalau Mia menaruh pelacak di dalam tubuh putrinya?
__ADS_1
Frank pun spontan menatap Mia yang tengah menatap baliknya dengan tatapan meremehkan.
.
" Kenapa kamu begitu terkejut? Meski tak ingin aku akui, otak mu memang sangat lah pintar dalam menciptakan sesuatu tapi sayangnya kamu tak pandai menyusun siasat seperti ku. Kamu pikir dengan para sampah di luar bisa menggagalkan semua rencana ku yang sudah sempurna ini? Tentu saja tidak. Pikiran mu itu terlalu dangkal, " jelas Mia kemudian melirik Dokter Alvin, dengan isyarat menyuruhnya untuk meletakkan Rania kembali ke tempat semula.
Dokter Alvin terdiam sejenak, lalu menatap Frank dengan memberinya sebuah isyarat tatapan meminta tolong.
" Lakukan saja apa yang dia katakan. " Kata Frank
" Cepat, keluarkan benda itu sekarang juga. " Ucap Mia kembali.
Dokter Alvin kembali terdiam sambil melirik Frank.
__ADS_1
" Lakukan. " ucap Frank
" Baiklah, tapi aku butuh seseorang untuk membantuku mengekstrak obat abadi ini dan aku tak tahu apakah aku harus mengeluarkan jantung ini atau mengekstraknya langsung? " Kata Dokter Alvin sambil menatap Frank.
Mia menghela nafas, lalu ikut menatap Frank. " Kenapa diam saja? Cepat, beritahu padanya apakah dia harus membunuh putri mu secara halus atau membuatnya mati dalam kesakitan yang luar biasa? "
Kedua tangan Frank mengepal dengan erat menatap Mia dengan tatapan marah, ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan siap memukul Mia kapan saja. Akan tetapi. . .
Dor!
Sebuah peluru t mendarat di bahu kiri Dokter Alvin membuat pria itu menjerit meringis kesakitan sambil menekan luka di bahunya.
Kejadian itu begitu cepat terjadi, baik Dokter Alvin maupun Frank keduanya sama-sama tidak bisa menduga hal tersebut akan terjadi, Kedua bola mata Frank seketika terbeliak dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu murka, " Kau!! "
__ADS_1
" Tampaknya, lebih baik kamu saja saja yang melakukannya? Tolong, lakukan dengan cepat karena aku tak memiliki banyak waktu untuk dihambur-hamburkan. "