Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
96


__ADS_3

Bugh!!


Semua orang terdiam, menatap tak percaya sekaligus menatap ngeri dengan apa yang baru saja mereka lihat dengan kedua mata kepala mereka sendiri saat tangan Bruno memukul tubuh Mia hingga menyerupai seonggok daging yang sudah tidak berbentuk.


Kedua buku mata Rania bergetar lalu di detik berikutnya ia berteriak dengan begitu histeris sambil memukul kepalanya berulang kali, kepalanya terus menggeleng keras, menolak dengan apa yang baru saja terjadi tepat di depan kedua mata kepalanya sendiri.


Meski Mia pernah menyakitinya, tetapi bagi Rania dia tetaplah teman terbaik yang pernah dimilikinya, tak peduli seberapa banyak kebohongan yang pernah dilakukannya, dia adalah sosok yang baik.


Frank yang melihat putrinya yang begitu histeris, segera menghampirinya lalu memeluknya dengan erat dan berkata bahwa semua ini hanyalah mimpi.


" Mimpi? Paman yakin? Tapi kenapa rasanya terlalu nyata, a-a-aku. . .


" Maafkan Ayah nak. "

__ADS_1


" Eh? Paman bilang apa? "


Tiba-tiba pandangan mata Rania menggelap lalu jatuh pingsan.


Frank menghela nafas, menatap wajah putrinya yang tak sadarkan diri, ia tahu bahwa apa yang dilakukannya saat ini adalah keputusan yang salah, kendati begitu ia terpaksa karena tak ingin melukai hati, perasaan, serta kehidupan putri kecilnya yang sudah susah payah didapatkannya. Perlahan kepalanya mendongkak, menatap Kuro yang tengah menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan.


" Aku tahu, tapi sebelum aku menjelaskan, bukankah lebih baik kita mencari jalan keluar terlebih dahulu dari tempat ini? " ucapnya, " sepertinya kamu sudah kehabisan waktu, " sambungnya saat melihat kondisi Kuro.


Kali ini Kuro mendesah, dirinya tak tahu harus berkata apa-apa pada pria di depannya dan juga ia gak bisa membantah perkataannya yang memang waktunya sudah habis, terlebih lagi pedang miliknya telah patah menjadi dua bagian.


Frank yang merasa tak tega, meminta Kuro untuk tidak terlalu memaksakan diri dan berakhir mengenaskan, bukankah lebih. baik menunggu bantuan dari pada mati sebelum bantuan tiba, lagi pula dirinya sudah meminta dua orang untuk menyelamatkan mereka.


Semakin mendengar ocehan Frank, semakin kesal pula perasaan Kuro saat ini, ' orang ini terlalu banyak berbicara, ' gumamnya pelan.

__ADS_1


Di detik berikutnya, Kuro mencoba mengeluarkan sisa tenaga dari dalam tubuhnya, namun usahanya itu malah membuatnya semakin memperburuk kondisi tubuhnya. Kendati begitu, Kuro tampaknya tidak mau menyerah, dia ingin membuktikan bahwa ada atau tidak ada inti kekuatannya, ia bisa mengalahkan pria di depannya dengan kemampuannya yang sekarang.


Akan tetapi, kekuatannya saat ini memiliki perbedaan kekuatan yang cukup jauh, hingga membuatnya berakhir terus menerus menerima pukulan.


Dokter Alvin yang sejak tadi menonton merasa tak tega lalu meminta Frank untuk membujuknya karena jika tidak lambat laun dia pasti akan berakhir pada kematian.


Sejujurnya Frank sendiri juga mengkhawatirkannya tapi ia tak bisa melakukan apapun karena ia merasa bahwa Kuro tampaknya sudah membulatkan tekadnya untuk mengakhiri perkelahian ini hingga salah satu dari mereka mati.


Di saat Frank dan Dokter Alvin begitu tegang menonton pertempuran Kuro melawan Bruno yang tampaknya akan di menangkan oleh Bruno, tetapi tanpa mereka duga, tubuh Bruno tiba-tiba terpental yang kemudian di ikuti oleh beberapa potong besi yang menancap tepat di jantung Bruno hingga pada akhirnya pria itu mati.


Sementara itu mereka bertiga terdiam terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang melakukan hal tersebut adalah Rania.


Tapi bagaimana bisa? Rania itu manusia, atau mungkin karena jantung atau inti spiritual Kuro yang berada di dalam tubuh Rania menangkap sinyal pemiliknya tengah berada di dalam bahaya. Jika benar seperti itu maka tindakan Rania itu menjelaskan semuanya

__ADS_1


Setelah Bruno mati, Rania pun kembali tak sadarkan diri yang tak lama kemudian diikuti oleh getaran kuat yang akan merobohkan gedung tersebut, tanpa berpikir panjang, Dokter Alvin dan Frank pun segera membawa mereka berdua pergi untuk menyelamatkan diri


__ADS_2