
" Apa kamu baik-baik saja? " Tanya Kuro sambil menatap cemas pada Rania sekaligus terpana melihat Rania yang terlihat lebih cantik dengan balutan gaun pengantin yang sangat cocok dengannya.
Sementara itu Rania terdiam tersenyum bahagia sekaligus terharu karena tuhan ternyata telah mendengarkan doa-doanya, pria yang ia tunggu akhirnya datang juga, akan tetapi di detik berikutnya, senyum dan harunya luntur begitu saja ketiak kenangan dimana pria itu menusuk dadanya melintas begitu saja, spontan tangannya mendorong pria itu menjauh darinya dan memintanya untuk tidak dekat-dekat dengan dirinya karena traumanya belum sembuh.
Mendapat perlakuan seperti itu, Kuro hanya terdiam pasrah menyikapi sikap Rania, tak ada yang salah dengan hal itu karena dirinya memang pantas mendapatkannya dari semua kesalahan yang telah dilakukannya padanya.
" Bukankah hadiah mu ini terlalu berlebihan wahai keponakan tercintaku? "
__ADS_1
Kuro yang tersadar bahwa Cesire ternyata masih hidup, langsung menarik Rania ke dalam dekapannya untuk melindunginya dari puluhan jarum yang mengarah pada mereka. Ia kemudian mengayunkan pedangnya dan menebas semua jarum itu dengan satu tangan saja. Dahinya mengernyit heran, bertanya-tanya mengapa pria itu masih hidup padahal ia yakin apinya telah membakar tubuh pria itu dan seharusnya dia sudah mati di lahap api birunya.
Hanya dalam hitungan detik api itu pun hilang sekejap dalam pandangan, memperlihatkan sosok Cesire yang tersenyum menyeringai, seluruh tubuhnya tidak terluka sedikit pun hanya pakaiannya saja yang sedikit terkoyak akibat serangan api Kuro.
Pria itu terdiam sejenak menatap pakaiannya yang koyak, satu detik saja dirinya tidak mengaktifkan perisai esnya mungkin saat ini dirinya sudah menjadi abu. Tapi ia tak menyangka ternyata keponakannya telah menemukan kekuatan sejatinya dan yang paling mengejutkan kekuatan sejatinya itu adalah kekuatan paling langka dan juga paling diinginkannya selama ini. Kedua tangannya mengepal dengan erat, dari semua vampir mengapa harus bocah ingusan itu yang mendapat kekuatan itu dan bukan dirinya?
" Alvin, apa kamu ingin melakukan eksperimen yang lebih menantang dari sebelumnya? Bahkan eksperimen ini mungkin akan jadi satu-satunya di alam semesta ini, jangan khawatir adik mu pasti akan ku buat dia hidup kembali bahkan tanpa menunggu sampai dia memiliki anak dengan ku " Kata Cesire sambil menunjuk ke arah Rania yang menggigil ketakutan dalam dekapan Kuro.
__ADS_1
Cesire pun kembali menyunggingkan bibirnya, kali ini dirinya tak akan membiarkan keponakannya lolos seperti sebelumnya dan ia akan merebut inti kekuatannya agar menjadi miliknya, setelah itu ia akan menjadi penguasa sejati di dunia vampir. Tentu saja dirinya masih menginginkan gadis itu karena bagaimana pun selama itu milik keponakannya maka harus menjadi miliknya.
" Meski kamu sangat membenci ku sekarang, tapi tetaplah di belakang ku, aku akan menjaga mu. " Ujar Kuro sambil berdiri dengan kokoh.
Rania mendongkak menatap wajah pria itu dari samping, sejujurnya dirinya tak membencinya sama sekali karena dirinya menyadari bahwa pria terpaksa melakukannya hanya saja ia masih kesal untuk alasan yang ia sendiri tak tahu.
Tanpa sadar tangan Rania menggenggam erat ujung pakaian Kuro, berpikir apakah ia harus menghapus perasaan sepihak yang dirasakannya selama ini? Karena ia merasa jika Kuro jatuh cinta padanya sekali pun, ia yakin cinta mereka tak akan pernah berjalan mulus.
__ADS_1
Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Rania, Kuro meraih salah satu tangan Rania dan menggenggamnya dengan erat dan berkata bahwa dirinya tak akan melakukan kesalahan yang sama dan mereka pasti bisa menjalani kehidupan bersama-sama seperti dulu.
Rania cukup terkejut dengan tindakan Kuro, dari apa yang di tonton dan di bacanya selama ini, pria di depannya tampaknya memiliki perasaan yang sama dengannya. Mengetahui hal itu, Rania pun tersenyum dan membalas menggenggam erat tangan itu sambil menganggukkan kepalanya dan berjanji setelah berhasil keluar dari tempat ini ia berjanji akan mengungkapkan perasaannya.