Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
98


__ADS_3

" Kembalikan padaku! " Ucap Kuro dengan tegas sembari mempertahankan sandwich di mulutnya, kedua bola matanya menatap tajam ke arah Hedrian sambil menggeram, ekornya naik ke atas, menandakan bahwa dia sedang marah besar.


Sama halnya dengan Kuro, Hedrian pun melakukan hal yang sama dengan Kuro.


Tak ada satupun dari mereka yang mau menyerah ataupun mengalah, keduanya sama-sama memiliki kepala batu.


Sementara itu Rania hanya bisa terdiam menonton Kuro dan Hedrian yang masing-masing tidak mau menyerah karena sepotong sandwich yang awalnya di berikan pada Kuro karena semua bekal piknik mereka telah habis di makan oleh Hedrian. Akan tetapi manusia serigala itu tidak merasa kenyang dan memutuskan untuk mengambil bagian Kuro.


Meski Kuro tidak menyukai makanan manusia, tetapi entah kenapa dia tidak melepaskan sepotong sandwich yang tidak akan dia makan.


Rania yang merasa jengah sekaligus malu karena menjadi tontonan orang-orang karena pertikaian antara kucing dan anjing hanya karena sepotong sandwich, mencoba melerai mereka berdua dengan memberikan bagian miliknya agar mereka berhenti bertengkar.

__ADS_1


Namun, bukannya berhenti mereka berdua malah dengan kompak membentaknya dan berkata untuk tidak ikut campur urusan mereka berdua.


Mendengar mereka yang begitu kompak membuat Rania terkejut sekaligus heran dengan sikap mereka berdua.


Jika tahu akan berakhir seperti ini, Rania tak akan ikut pergi piknik bersama mereka, lebih baik dirinya tidur rebahan sambil menonton maraton film yang belum ditontonnya, padahal sebelumnya dirinya sangat excited dan sudah membayangkan akan makan, bermain bersama hingga lupa waktu, rasanya situasi ini sangat jauh dengan apa yang dibayangkannya dan dengan apa yang terjadi.


Sungguh mengecewakan.


" Kalian berdua, sampai kapan kalian akan berkelahi seperti ini? Apa kalian tidak lelah? " Bujuk Rania kembali, berharap kali ini mereka berdua mendengarnya


Tetapi, Kuro dan Hedrian tak bergeming sama sekali mereka berdua masih bersikeras mempertahankan sandwich di mulut mereka.

__ADS_1


" Jika kalian terus seperti ini, aku akan pulang. " Ucap Rania kembali dengan nada sedikit kesal.


" . . . "


" Baiklah terserah pada kalian berdua! Jika perlu kalian lakukanlah sampai puas! Aku pulang! " Dengan perasan marah, Rania pun bergegas bangkit dari posisi duduknya lalu pergi meninggalkan Kuro dan Hedrian yang tidak mendengarkannya sama sekali Barulah mereka berdua akhirnya merespon dan melepaskan sepotong sandwich itu secara bersama-sama lalu berusaha mengejar Rania.


Salah satu alis Rania pun terangkat ke atas sambil menatap Kuro dan Hedrian dengan kedua tangan yang terlipat di dada, " Kenapa kalian berhenti?! Kenapa tidak lanjutkan saja sampai kalian berdua puas?! " Kata Rania dengan nada kesal.


Kuro dan Hedrian pun saling bertukar tatapan lalu menghela nafas secara bersamaan, mereka berdua pun akhirnya meminta maaf dan menyesal atas perbuatan mereka dan menghancurkan acara piknik mereka yang seharusnya mereka nikmati hingga lupa waktu, tapi mereka berdua malah bertindak seperti anak kecil.


Rania menghela nafas lalu memaafkan mereka berdua, saat menolehkan kepalanya ternyata orang-orang di sekitanya masih belum pergi dan berbalik menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan entah itu tatapan aneh atau takjub karena bisa mengerti apa yang di katakan oleh kedua hewan di depannya.

__ADS_1


Meski Rania tampak seperti orang gila yang berbicara dengan dua hewan peliharaanya namun tanpa mereka sadari sejak tadi ada yang menyimak ucapan mereka.


__ADS_2