Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
109


__ADS_3

Esok paginya.


Seluruh sekolah di gemparkan oleh penemuan mayat seorang siswa yang sudah terbujur kaku di gedung terbengkalai tanpa ada darah sedikit pun yang tersisa sedikit pun seakan-akan darahnya telah di hisap hingga habis. Mayat ini pertama kali di temukan oleh seorang pria tua tukang kebun yang berniat mengambil beberapa barang yang tertinggal di gedung itu tapi siapa sangka dia malah menemukan sesuatu yang membuat tubuhnya merinding, pria itu pun segera memanggil polisi.


Karena hal itu pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan para murid agar pihak polisi bisa melakukan pemeriksaan sebagai bentuk kerja sama sekolah dalam melakukan penyelidikan.


Setelah melakukan pemeriksaan tempat kejadian secara menyeluruh dan memeriksa rekaman CCTV, polisi di buat terheran-heran dengan kasus yang tengah mereka selidiki, pasalnya mereka tak menemukan jejak pembunuh sedikit pun, siswa itu mati secara misterius.


Tak ada tanda-tanda bahwa kekerasan lain selain luka di kepala yang di akibatkan oleh benturan tapi anehnya mereka tak menemukan bukti perlawanan apapun seakan-akan tubuh korban itu melayang terbang.


Apa itu mungkin?

__ADS_1


Karena keterbatasan bukti adanya pembunuhan, pihak polisi hanya bisa mengatakan bahwa korban tewas karena bunuh diri. Meski terbilang tidak masuk akal, tapi apa boleh buat setidaknya hal itu yang bisa mereka sampaikan untuk menenangkan para orang tua siswa dan pihak sekolah pun menyetujui hal tersebut.


Namun, semua murid di sekolah yang mendengar keputusan itu, tidak mempercayai sama sekali dengan apa yang di sampaikan oleh pihak sekolah maupun polisi dan mulai berspekulasi bahwa siswa itu mati di bunuh oleh seorang yakuza yang memiliki dendam pada keluarnya bahkan ada yang mengatakan bahwa itu adalah perbuatan seorang vampir.


Tapi dari banyaknya spekulasi, hanya Meta diantara teman sekelasnya yang percaya bahwa siswa itu mati karena di bunuh vampir, karena ia merasa malam itu adalah perbuatan vampir


" Meta, aku pikir ada yang salah dengan isi kepala mu, di zaman sekarang mana ada hal yang seperti itu. Aku sarankan berhentilah menonton film vampir karena itu bisa merusak otak mu. " Ungkap Reya teman sebangku Meta yang sudah jengah dengan sikap temannya itu.


Namun, sayangnya dia tak bisa menemukannya di kelas. Meta pun merasa sedih padahal dirinya sudah susah payah kembali untuk mencarinya, jika dipikirkan kembali, Rania selalu menghilang setiap kali ia mencarinya, terkadang ia tak mengerti kenapa Rania begitu tak ingin bertemu dengannya bahkan menjaga jarak dengannya, padahal dirinya hanya ingin mengucapkan terima kasih saja tidak kurang tidak lebih.


Festival sekolah sebentar lagi akan di mulai dan ia berencana untuk mengajak Rania untuk berjalan-jalan, tapi sayangnya hal itu tak akan pernah terjadi. Sungguh dirinya hanya ingin berterima kasih dan memintanya untuk menjadi temannya.

__ADS_1


Sementara itu di salah satu gudang sekolah, Rania memeluk kedua lututnya dengan tubuh menggigil, meski dirinya tak begitu ingat tapi entah kenapa dia merasa bahwa itu adalah perbuatannya, kenapa hidupnya menjadi berubah seperti ini?


" Kamu ingin tahu? "


Tubuh Rania terlonjak kaget, kedua bola matanya terbeliak melihat sosok Nala berdiri tepat di depannya dan spontan mundur menjauh dari wanita itu


" Jangan cemas, percaya atau tidak, untuk saat ini aku tak akan menyakiti mu. " Katanya sembari berjalan mendekati Rania, Nala tersenyum menatap Rania dengan tatapan penuh arti lalu mengatakan bahwa semua kejadian ini karena sesuatu benda yang seharusnya tak Rania curi dari seseorang.


Rania mengernyitkan dahinya, tak mengerti dengan apa yang Nala bicarakan, apa maksudnya dengan mencuri? Meski tak memiliki orang tua tapi ia tak pernah mencuri apapun dari siapapun.


" Kalau begitu aku akan memberitahu mu. " Nala pun meniupkan sesuatu dan membuat Rania jatuh pingsan.

__ADS_1


__ADS_2