
Tak hanya udaranya saja yang berubah bahkan langit pun ikut berubah menjadi semakin gelap gulita. Banyak dari bangsa vampir yang ketakutan serta kedinginan karena suhunya yang bertambah dingin dari sebelumnya, sebagian dari mereka membeku di tempat karena tak sempat menyelamatkan diri.
Tak hanya seluruh kota saja yang Cesire buat beku bahkan udara dingin itu juga menembus ruang bawah tanah di mana Rania , Frank dan Dokter Alvin berada.
Entah karena suhunya semakin dingin dari sebelumnya, Rania terlihat tampak kesakitan di bagian dadanya, Frank yang panik melihat putrinya menderita mencoba untuk tetap tenang dan memikirkan cara untuk menyelamatkan putrinya.
Setelah cukup lama berpikir, tanpa ragu Frank membuka pakaian atasannya hingga bertelanjang dada, meski dirinya juga sama sangat kedinginan tetapi nyawa putrinya jauh lebih penting.
Namun, tampaknya Dokter Alvin tak membiarkan hal itu berjalan lancar, pria itu kemudian merebut pemantik api dari tangan Frank yang akan membakar pakaiannya itu lalu melemparnya jauh berkata bahwa selama dirinya tidak bisa mendapatkan apapun maka siapapun tak akan bisa mendapatkannya termasuk Pasangan ayah dan anak di depannya.
__ADS_1
Frank yang mulai kesal dengan sikap kekanakan Dokter Alvin memukul, membentaknya lalu memarahinya sekaligus memintanya untuk berhenti terobsesi pada adiknya yang sudah meninggal, " tak bisakah kamu merelakannya pergi? Apa kamu pikir dia akan senang melihat mu seperti ini?! ". Katanya sambil mencengkram kerah baju Dokter Alvin.
Dokter Alvin terdiam sejenak, pria itu tiba-tiba menitikkan air matanya tetapi kedua sudut bibir yang melengkung atas membentuk sebuah senyuman menyedihkan mengabaikan rasa perih pada sudut bibirnya, orang lain mungkin berpikir bahwa dirinya sudah gila dan terlalu terobsesi, tapi itu karena dirinya adalah manusia. Ia akui bahwa dirinya sudah gila dan telah kehilangan semua kewarasannya, sama hal nya dengan Frank yang ingin menyelamatkan putrinya, saat itu ia pun ingin menyelamatkan satu-satunya orang yang peduli dan paling mengerti dirinya yaitu adiknya tapi dirinya terlambat.
" Jika kamu berada di posisi ku, kamu pasti akan melakukan hal yang sama. " Kata Dokter Alvin.
" Tidak akan, meski pun dia adalah satu-satunya cahaya dalam hidup ku, aku tak akan menghidupkannya kembali dan membuatnya menderita, apa kamu sungguh mempercayai makhluk itu?! Dia bahkan berniat membunuh kita semua! Apa kamu tidak sadar bahwa dia telah menipu mu?! "
Akan tetapi tampaknya rencananya kembali gagal, maka dari itu ia memilih untuk mati bersama-sama.
__ADS_1
Melihat keadaan Dokter Alvin yang seperti ini membuat Frank merasa sangat kasihan, cintanya kepada sang adik sudah terlalu jauh dan pria ini tak bisa di obati oleh apapun lagi.
Kendati begitu Frank tak ingin menyerah begitu saja dan kembali membujuknya untuk memintanya kembali, Ia tahu menerima kematian seseorang yang amat dicintai bukanlah hal yang mudah, sama halnya dengannya yang tak bisa melupakan mendiang istrinya, beberapa kali dirinya sempat memiliki pemikiran yang sama seperti Dokter Alvin untuk menghidupkannya kembali tapi ia sadar bahwa hal itu malah menyakiti istrinya dan mungkin saja malah menjadi boomerang baginya.
" Alvin, jika kamu bersedia maukah kamu membangun ulang lagi lab dan menciptakan jantung buatan agar orang lain dengan kondisi seperti adik mu dan juga anak ku bisa terselamatkan. "
Entah kenapa perkataan Frank membuat hati Dokter Alvin sedikit tergerak sekaligus menyadarkan perbuatannya, kepalanya menoleh menatap Rania yang tengah merintih kesakitan sambil memegangi dadanya, jika gadis itu tak meminta Kuro memasukkan sihir ke dalam tubuhnya mungkin saat ini dirinya sudah mati membeku. Meski perasaannya masih ragu, tapi ia ingin mencoba kesempatan kedua dengan mengulurkan tangannya dan menjabat tangan di depannya akan tetapi sebuah guncangan besar membuat mereka kehilangan keseimbangan.
Dengan sigap, Frank pun menyuruh Dokter Alvin segera keluar dari tempat itu, tapi sebelum itu Dokter Alvin melepaskan pakaiannya dan memberikannya pada Rania lalu menyuruh Frank untuk mengenakan pakaiannya kembali, karena sebelumnya ia sudah menerima sihir dari Kuro jadi dia tak memerlukannya berbeda dengan Frank yang tidak memiliki sihir apapun di dalam tubuhnya.
__ADS_1
Kedua sudut bibir Frank terangkat ke atas, merasa terharu dengan perhatian yang di berikan Dokter Alvin padanya, sejujurnya sejak dirinya sudah merasa sudah mau mati kedinginan