Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
51


__ADS_3

Di sisi lain di waktu bersamaan, Nala menghampiri saudara kembarnya yang tengah terduduk dengan ratusan benang yang melilit di seluruh tangan dan tubuhnya yang merupakan perantaranya untuk mengendalikan boneka manusia di luar sana.


" Apa kamu masih belum menemukan mereka? " Tanya Nala pada saudari kembarnya.


" Jika sudah, aku pasti tak akan terus berada di posisi seperti ini sepanjang siang dan malam ini, " jawab Niki dengan nada ketus.


Nala pun berdecak kesal, bisa-bisanya rencana mereka gagal hanya karena seorang serangga, padahal hanya tinggal satu langkah lagi mereka bisa membawa Rania pergi bersama mereka, tapi siapa sangka orang yang mereka duga sudah mati ternyata masih hidup, apakah racun mereka kurang efektif?


" Ini salah mu karena kamu ingin bermain dengan mereka dan membuatku menderita seperti ini, " ungkap Niki dengan perasaan kesal.


" Eh, janganlah berkata seperti itu, bukankah kamu juga senang ikut memainkan boneka-boneka itu? Kita bahkan bisa meminum darah sepuas mungkin, seharusnya kamu berterima kasih pada ku bukan malah menyalahkan ku seperti ini. "


" . . . "


Nala kemudian menghela nafasnya dengan panjang, ia tiba-tiba memikirkan Cesire, memikirkan sedang apa dia sekarang?


" Menurutmu kenapa Yang Mulia begitu menginginkan gadis itu? Apa karena wajahnya? Tapi ku lihat wajahnya di bawah rata-rata, ataukah ada sesuatu yang lain? Menurut mu bagaimana? "


" . . . "

__ADS_1


" Hey, kenapa diam? Jawab aku. "


" Bisakah kamu menutup mulut mu itu? Aku sedang berkonsentrasi di sini, " jawab Niki dengan nada ketus.


Nala pun mencebikkan bibirnya sambil menghentakkan kedua kakinya, ia kemudian memainkan jari jemarinya, merasa dirinya mulai bosan, ia kemudian berjalan meninggalkan saudara kembarnya itu, namun langkahnya tiba-tiba terhenti ketika saudara kembarnya mengatakan bahwa dia telah menemukan mereka, seketika senyum di wajahnya terpatri jelas, di detik berikutnya tubuhnya menghilang seperti angin.


Sementara itu, Rania dan lainnya berlari secepat mungkin, setelah Mikael tersadar, mereka memutuskan untuk segera meninggalkan kota barat tersebut dan pergi mencari bantuan.


Sebelum memutuskan meninggalkan tempat persembunyian, Darian menyarankan pada Rania dan Mia untuk di gendong oleh Kuro dan Darian, sedangkan dirinya akan membawa Mikael yang terluka.


Meski awalnya Mia menolak karena dirinya tak suka orang lain menyentuhnya, tapi setelah di yakinkan oleh Rania, dia pun terpaksa mematuhinya, begitu pun dengan Mikael yang tak ingin di gendong oleh Darian, dia merasa bahwa harga dirinya akan hancur ketika tubuhnya di gendong oleh pria lain yang mana tubuh pria itu lebih kecil darinya.


Di katai tubuhnya kecil, salah satu alis Darian pun berkedut, tanpa berpikir panjang, tangannya menekan luka pada tubuh Mikael, membuat pria itu meraung kesakitan.


" Jika kamu ingin sekali mati, maka dengan senang hati, aku akan meninggalkan mu membusuk di sini! " Sarkasnya, " karena dia memilih untuk mati, ayo kita pergi, " sambungnya sambil mengajak Rania dan lainnya pergi, namun di detik berikutnya, langkahnya terhenti ketika sebuah tangan besar menahan ujung pakaiannya.


Darian pun menolehkan kepalanya dan mendapati Mikael yang memelas untuk ikut.


" Maaf, mengatai mu kecil. Aku bersalah dan aku masih ingin hidup, " ungkapnya dengan tulus.

__ADS_1


Meski Darian sangat tak menyukai Mikael, namun melihatnya memelas seperti ini membuatnya tak tega dan akhirnya membawanya pergi terlebih lagi pria itu terluka karena menyelamatkan nyawanya.


Di tengah perjalanan, sesekali Mikael melontarkan protesnya karena Darian membawanya begitu kasar hingga membuatnya harus menahan sakit yang luar biasa.


" Apa kamu lupa? Kamu sedang membawa orang sakit di sini. " Katanya berusaha mengingatkan Darian.


" Kalau begitu aku bisa melemparkan mu dan membiarkan mu mati di sini, " jawabnya singkat.


Seketika Mikael pun terdiam dan mengeratkan pegangannya pada Darian sembari menahan rasa sakit di punggungnya.


Namun, tiba-tiba Darian terhenti, seketika Mikael pun semakin mengeratkan pegangannya, berpikir bahwa pria itu benar-benar akan melemparkannya.


" Apa kamu ingin membunuhku? Lepaskan atau aku akan membunuh mu lebih dulu. "


" Aku tidak akan melepaskan pegangan ku, tidak akan pernah. Meski kamu berniat membuang ku, aku akan terus menempeli mu sampai kapan pun, jadi jangan harap kamu bisa meninggalkan ku. "


Daria memutar bola matanya dengan malas, ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya tidak berniat membuangnya hanya saja di depan mereka ada musuh.


Mikael tentunya tak langsung percaya begitu saja, hingga dirinya melihat ekspresi ketakutan dari Rania dan juga Mia, seketika ia pun mengerti dan melonggarkan pelukannya, " maaf, ku pikir kamu ingin membuang ku. "

__ADS_1


" Tadinya. "


" Kamu. "


__ADS_2