
Seketika suasana ruangan operasi itu berubah menjadi sangat menegangkan karena perseteruan antara Mia dan Frank yang menolak membedah anaknya sendiri.
Meski pada akhirnya Frank mengalah karena ancaman Mia yang akan menghancurkan tempat itu dan membunuh mereka semua termasuk orang-orang yang masih terjebak di dalam gedung itu. Tak ingin ada lagi korban yang berjatuhan, Frank pun terpaksa menuruti permintaan Mia meski pun di dalam pikirannya ia sangat ingin membunuh wanita itu dengan pisau yang berada di tangannya itu
Di sudut ruangan, Dokter Alvin hanya bisa terduduk sambil memegangi bahunya yang terluka, melihat kedua temannya yang pernah dekat itu saling berseteru. Benar apa yang di katakan oleh Frank, tak ada yang abadi di dunia ini seperti persahabatan mereka.
" Apa yang kamu tunggu? Ingat, jangan pernah macam-macam lagi dengan ku atau kalian semua akan mati. " Ancam Mia sambil tak melepaskan pistol ditangannya yang tak sabar melihat Frank yang masih belum memulai operasinya.
Mendengar semua ocehan Mia, Frank hanya terdiam tak bergeming sembari menatap wajah putrinya yang masih tertidur akibat pengaruh obat bius, raut wajahnya terlihat begitu tenang seakan tak ada beban di dalam hidupnya mengingatkannya pada Alena yang selalu terlihat tenang meski nyawanya telah direnggut begitu saja dengan makhluk yang belum lama dijumpainya.
Baginya, Alena dan Rania adalah anugerah terindah yang pernah di milikinya, mereka berdua adalah cahaya dalam hidupnya.
__ADS_1
' Andai saja saat itu Alena masih hidup, apakah dia akan menyetujui keputusannya menaruh jantung itu ke dalam tubuh putri mereka? ' Batin Frank.
Kendati begitu Frank tak menyesali keputusannya, memasukkan jantung keabadian itu ke dalam tubuhnya putrinya, karena setidaknya, dengan jantung itu ia bisa mewujudkan keinginan putrinya yang menginginkan kehidupan seorang gadis normal seperti gadis pada umumnya
Dengan perasan berat, Frank mengangkat tangannya perlahan dan siap membedah tubuh putrinya. Akan tetapi tangannya terhenti ketika sebuah tangan menahannya dengan begitu kuat, kepalanya menoleh dan mendapati Kuro dengan sepasang mata merahnya yang menyala, di detik berikutnya, tubuhnya di buat terbang hingga menghancurkan beberapa peralatan di sana.
Spontan, Mia mengarahkan senjata apinya pada Kuro dan menembakinya hingga peluru di tangannya telah habis, " s**l! " Umpatnya lalu melirik Bruno, " kenapa diam saja?! Cepat habisi makhluk itu jangan biarkan dia menyentuh Rania!! " Teriaknya dengan lantang lalu berlari ke arah ranjang Rania, ia berniat membawanya ke tempat lain
Tak lama setelah mendengar perintah itu, Bruno pun langsung melayangkan pukulannya ke arah Kuro. Tetapi pukulan itu meleset dan hanya mengenai lantai hingga menciptakan retakan yang cukup besar.
Kuro yang melihat retakan yang besar itu, spontan menelan salivanya, jika saja ia terkena pukulan itu, mungkin saja tubuhnya sekarang sudah menjadi bubur.
__ADS_1
" Hey, kucing hitam! Tangkap! " Seru Frank sembari melemparkan sekantung darah ke arah Kuro, " minumlah, itu adalah darah Rania. Kau boleh mengatai ku sebagai pria yang tak tahu diri, tapi menang kan pertempuran ini dan tolong jaga putri ku. "
Tanpa ragu, Kuro langsung meneguk sekantung darah itu hingga habis tak tersisa, dalam hitungan detik kekuatannya bertambah berkali-kali lipat, dari dalam tubuhnya terpancar aura yang begitu kuat. Ia pun segera mengeluarkan pedang petir miliknya sambil berkata, " jangan khawatir, tanpa di minta pm pun aku akan menjaganya bahkan dengan nyawa sebagai taruhannya dan juga. . . aku minta maaf soal kematian istri mu, aku tak bermaksud membunuhnya. " Ucapnya dengan perasaan menyesal.
" Aku tahu, apa sekarang kita impas? " Tanya Frank.
" Tidak, karena kamu belum mengatakan yang sejujurnya pada Rania, tak ingin kah kamu memberitahunya bahwa pria pengemis yang selalu membantunya adalah Ayah kandungnya sendiri? " Tanya Kuro di sela-selanya bertarung melawan Bruno.
Frank terdiam sambil tersenyum simpul, mendengar sebutan Ayah itu membuatnya merasa malu, dirinya merasa tak pantas dengan panggilan Ayah tersebut. Lagi pula, Ayah mana yang menjadikan putrinya sebagai kelinci percobaan dan parahnya lagi dia melarikan diri begitu saja setelah berhasil melakukannya, rasanya ia seperti seorang ayah yang brengsek dan kejam
" Meski begitu, putri mu selalu merindukan dirimu setiap malam walau dia tak tahu bahwa Ayah yang selalu di rindukannya selalu berada disampingnya selama ini. "
__ADS_1
Tubuh Frank tersentak, sejujurnya ia mengetahui semua itu karena setiap hari dan jamnya ia selalu memperhatikan putrinya dari kejauhan, meskipun terkadang sangat sulit untuk mendekatinya karena Mia selalu berada di samping putrinya dan tak membiarkan dirinya mendekat sedikit saja.