
Karena guncangan itu cukup kuat, membuat para investor ketakutan dan memilih untuk menyelamatkan diri meninggalkan Mia seorang diri dan membuat wanita berambut pondok sebahu itu semakin kesal. Spontan kedua kedua tangannya mengepal kuat sembari memejamkan kedua matanya lalu menghela nafasnya dengan kasar, di detik berikutnya, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Darian.
Akan tetapi, tampaknya suasana di luar sama-sama kacau, yang terdengar hanyalah suara tembakan serta diiringi suara jeritan dari para tentara. Tanpa mendengar lebih jauh lagi, Mia pun langsung menutup panggilan tersebut, kemudian membenturkan ponselnya ke atas meja dengan dangat keras hingga meninggalkan jejak retak yang cukup besar pada layar ponsel miliknya.
" Dokter Alvin, apa yang sedang kamu lakukan? " Tanya Mia melalui mikrofon yang berada di sampingnya dengan suara intonasi yang begitu mendominasi ketika melihat Dokter Alvin langsung melakukan operasi Rania tanpa menunggu aba-abanya terlebih dahulu.
" Dokter Alvin, apa kamu mendengarkan ku? "
" . . . "
" DOKTER ALVIN! Jangan pernah kau menguji kesabaran ku. "
__ADS_1
Akan tetapi, Dokter Alvin terlihat masih tidak bergeming sama sekali dia tampak asik dengan dunianya sendiri. seakan-akan dirinya tidak mendengar suara Mia sama sekali.
Kesal. Mia pun memutuskan untuk menghampiri Dokter Alvin di ruang operasi dengan perasaan marah dan juga kesal.
Setibanya di sana, amarahnya semakin meledak ketika melihat ruangan itu ternyata sejak awal kosong dan ia lihat dari balik kaca ternyata hanyalah ilusi saja. Pantas saja, dia terlihat bersikap sangat aneh.
" B*j*ng*n!!! " Teriaknya sambil mengumpat, dengan penuh amarah, Mia mengambil ponsel satunya lagi lalu menghubungi Darian dan menyuruhnya untuk mencari Rania beserta Dokter Alvin.
" Maafkan aku ketua, tapi aku tak bisa. Karena di sini aku harus menghadapi puluhan pengemis yang menggila, mereka tiba-tiba menyerang kami bahkan mereka memiliki granag dan juga ada dua vampir. meski aku tak tahu apa yang membuat mereka kuat dari sebelumnya tapi. . .
" Temukan mereka sekarang juga. " Ucapnya singkat namun tegas.
__ADS_1
Sementara itu, Dokter Alvin terus berjalan setengah berlari membawa Rania yang terduduk di atas kursi roda, membawanya ke tempat aman untuk mengeluarkannya dari gedung tersebut.
Sebelumnya, saat menemui Frank yang merupakan Ayah Rania yang masih hidup, pria itu awalnya menolak menemuinya bahkan berusaha membunuhnya saat itu juga jika dirinya berani menyentuh sedikit saja putrinya meski pun itu hanya satu helai rambut saja.
Namun, setelah mendengar alasan kedatangannya, Frank pun akhirnya menurunkan kewaspadaannya sedikit, tatapan matanya masih menatap penuh kecurigaan. Dokter Alvin mengerti, dia pasti masih marah karena dirinya adalah salah satu penyebab kematian mendiang istrinya itu, sejujurnya selama ini dirinya selalu di hantui rasa penyesalan yang begitu dalam. Karena itu, dirinya memutuskan untuk menjaga Rania selepas Frank memutuskan pergi dan menghilangkan jejaknya setelah berhasil menyelamatkan putrinya dengan benda terlarang itu yang mereka sebut Jantung Keabadian. Karena bentuknya mirip dengan jantung tapi benda itu bukan jantung, karena benda itu berada persis di samping di jantung yang asli mereka menyebutnya seperti itu.
Awal penemuan benda tersebut, kala itu Frank melakukan X-ray pada seorang pria yang ia yakini bukanlah manusia, tentunya banyak yang mengolok-oloknya karena terlalu terobsesi menyelamatkan putrinya yang sudah lama hidup layaknya mayat hidup
Namun, saat mengetahui bahwa Frank ternyata tidak berhalusinasi, mereka pun berbalik memujinya bahkan meminta Frank untuk memasukkan mereka ke dalam projek nya itu, akan tetapi Frank menolak, dengan alasan benda itu cukup berbahaya. Karena hal itu pula membuat siapapun termasuk dokter Alvin sama sekali tidak mengenal sifat dari benda itu.
Hal pertama yang di lakukan frank adalah mengambil benda yang menyerupai jantung itu, ajaibnya, meski Frank berhasil mengeluarkan benda itu, pria itu tidak mati melainkan hanya menyusut dan menjelma menjadi seekor kucing hitam.
__ADS_1
Sejak saat itu mereka percaya bahwa Frank menemukan harta karun. Hal pertama yang dilakukan Frank dengan benda itu adalah dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia dari berbagai kalangan dan juga usia. Tapi siapa sangka, kekuatan Jantung itu cukup kuat hingga membuat manusia biasa tak bisa menahan kekuatannya yang begitu besar hingga pada akhirnya menelan banyak korban.
Frank yang sudah putus asa, mulai frustasi dan memutuskan untuk menyerah, akan tetapi sebuah insiden yang tidak mengenakan pun terjadi, istrinya. Alena, meninggal kehabisan darah karena berusaha mendekati makhluk itu dan berakhir di gigit hingga mati di tempat.