Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir

Kucing Ku Ternyata Seorang Vampir
45


__ADS_3

Kuro dan Hedrian saling bertukar pandang, lalu berlari menghampiri Rania yang baru saja pulang sekolah dengan kondisi tubuh yang tampak lesu tak bertenaga tak seperti Rania biasanya.


Saat di tanya, gadis itu hanya menjawab bahwa dia baru saja mendapatkan karma tanpa menjelaskan karma apa yang dia maksud itu, membuat Kuro dan Hedrian bingung, bagaimana cara menghibur gadis itu agar bisa ceria kembali. Bahkan dia menolak makanan yang telah di sediakan Kuro dan juga memilih bolos kerja.


Terpaksa, Kuro pun berbohong, mengaku sebagai paman Rania dan mengatakan bahwa keponakannya sedang sakit hingga tak bisa berkerja.


Di sebrang sana, Ryola tampaknya tidak mempermasalahkannya, wanita itu malah menyuruh Rania untuk beristirahat selama tiga hari.


Setelah memberitahu bos tempatnya bekerja, Kuro berjalan menghampiri Rania yang sejak tadi membenamkan tubuhnya di dalam selimut.


" Apa yang terjadi? " Tanya Kuro.


. . .


" Kamu tahu? Akhir-akhir ini aku juga sedang menerima karma ku, "


" Aku juga, " timpal Hedrian yang sama-sama terduduk di samping ranjang sambil menatap pemandangan di balik jendela.


Kuro berdecak sambil memicingkan kedua matanya, lalu menghela nafas, " meski awalnya terasa berat, tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai menerima karma itu dan menjadikannya sebuah pelajaran hidup. "


" Aku juga, " timpal Hedrian kembali.


" Meski aku tak tahu karma apa yang sedang kamu jalani, tapi aku harap, semoga kamu bisa menerima karma mu itu dan tetaplah bersemangat. "

__ADS_1


" Aku juga berharap yang sama dengan Kuro. "


Buk! Sebuah pukulan keras mendarat di atas kepala Hedrian


Hedrian pun melolong kesakitan, " kenapa kamu memukul ku? Apa salah ku? "


" Karena kamu begitu menyebalkan, " jawab Kuro dengan singkat.


Hedrian yang merasa tak terima, mencoba membalas memukul Kuro tapi sayangnya dirinya malah terus terusan mendapat pukulan tanpa bisa membalas satu pun pukulan tersebut.


Berkat perkataan Kuro semalam, Rania pun menemukan kembali semangatnya. Apa yang di katakan oleh Kuro benar, ia harus tetap semangat untuk mengembalikan Mia seperti dulu kala.


Saat berada di dalam kelas, Rania mencoba membuka obrolan meski akhirnya Mia selalu mengabaikan bahkan menganggap keberadaan Rania itu tidak ada.


Saat berada di dalam perpustakaan sekolah , Rania kembali mencoba mendekati Mia dengan membahas isi cerita dari sebuah novel yang tak sengaja ia temukan di rak buku geografi, " Eh Mi, lo tahu nggak kalau kisah buku ini. . .


Tanpa mendengar perkataan Rania sampai selesai, Mia langsung menutup buki bacaannya lalu pergi begitu saja.


Tapi Rania masih belum menyerah begitu saja, a terus menempeli kemana Mia pergi layaknya sebuah prangko.


Mia yang mulai risih pun mulai memarahi Rania dengan mengeluarkan kata-kata kasar, namun Rania hanya tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih.


" Lo aneh tahu nggak. " Katanya lalu melenggang pergi.

__ADS_1


Esok paginya, Rania terdiam kebingungan ketika dirinya tidak menemukan Mia dimana pun, bahkan ia sudah menyusuri tempat yang kemungkinan besar wanita itu kunjungi. Tapi sayangnya ia tak menemukan keberadaannya di mana pun.


Bahkan di kebun belakang sekolah pun, Rania masih belum menemukan keberadaan Mia. Sambil menghela nafas, Rania memutuskan untuk kembali ke kelas.


Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara erangan yang berasal dari bilik kamar mandi tidak terpakai yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.


Seketika isi kepala Rania langsung berfantasi. Tapi siapa yang berani melakukan hal mesum di sekolah? Apalagi hari masih terlihat begitu masih terang benderang.


Dengan berjiwa siswa teladan yang menjunjung tinggi kebenaran, Rania memutuskan untuk menangkap basah pasangan itu dan melaporkan mereka ke kepala sekolah agar mereka di hukum dan di beri efek jera.


Berani-beraninya mereka melakukan hal tidak senonoh di sekolah tercintanya ini, apa mereka tak takut ketahuan dan berakhir nikah muda seperti yang sedang ramai di sosial media?


Sungguh pergaulan anak jaman sekarang membuat


Rania menggelengkan kepalanya, miris sekaligus kasihan pada mereka yang harus putus sekolah karena suatu hal yang seharusnya tidak terjadi pada usia yang seharusnya mereka gunakan untuk bermain, nongkrong dan juga berbelanja bersama teman-teman sebaya. Rania merasa beruntung karena dirinya lebih memilih jatuh cinta pada karakter dua dimensi yang kemungkinan bisa hamilnya adalah 0%


Dengan senyum penuh percaya diri, Rania menyiapkan ponselnya untuk merekam bukti. Ia kemudian berjalan masuk mengendap-endap ke dalam toilet tersebut.


Semakin ia berjalan masuk kedalam , semakin jelas pula suara erangan tersebut.


Perlahan kedua sosok itu mulai terlihat, posisi keduanya saling menindih satu sama lain. Jantung Rania pun semakin berdegup kencang.


Namun, perasaan excited nya menangkap basah sepasang sejoli itu hilang dalam hitungan detik ketika dugaannya salah total, bukannya menemukan sepasang sejoli melakukan hal tak senonoh, Rania malah menemukan Nala yang tengah menghisap darah salah satu teman kelasnya. ' Jadi, dia juga seorang vampir? ' batinnya

__ADS_1


__ADS_2