
Untung pertama kalinya hanya dengan mencium bau darah, Rania merasa sangat lapar dan ingin meminum darah itu hingga membuat dirinya kenyang. Semakin ia menatap darah yang mengalir itu, semakin besar pula keinginannya untuk meminum darah itu, tanpa sadar ia meneguk air liurnya bahkan menjilat bibirnya seakan-akan di depannya adalah makanan enak yang begitu menggoda dan begitu sulit untuk menolaknya begitu saja. Hanya dengan membayangkan darah itu mengalir ke dalam kerongkongannya itu, membuatnya semakin gila dibuatnya dan segera ingin meminum darah itu.
Saat hasrat tingginya memenuhi isi kepalanya, Rania segera menggelengkan kepalanya dengan cepat, menyadarkan diri dari pikiran gilanya dan segera membuang pemikiran aneh yang terus mengganggu pikirannya. Dengan perasaan tak karuan, Rania memilih segera menghubungi ambulan untuk segera datang ke sekolah, karena ruangan itu begitu gelap dan perempuan itu terus mengalami pendarahan, Rania memutuskan untuk membawa perempuan itu ke ruang uks untuk menerima pertolongan pertama sebelum ambulan tiba.
Namun, saat akan mengangkat tubuh perempuan itu, bau amis langsung menusuk indera penciuman Rania membuat kepalanya seketika menjadi sangat pusing dan membiarkan perempuan itu kembali jatuh ke lantai.
Entah setan apa yang baru saja merasukinya, Rania menindih tubuh perempuan itu lalu menjilat darah yang mengalir itu dengan begitu lahap, hingga tiba-tiba Kuro datang dan berteriak memanggil namanya " Rania! Apa yang sedang kamu lakukan?! "
Mendengar suara teriakan Kuro membuat Rania tersentak tersadar, ia pun tercengang dengan apa yang dilakukannya lalu segera menjauhkan diri dari perempuan itu, kedua bulu matanya gemetar menatap bayangannya di dalam sebuah cermin yang memperlihatkan sosoknya yang tampak seperti monster penghisap darah.
" A-aku A-aku tidak tahu apa yang terjadi aku tadi hanya. ..
Kuro langsung menarik tubuh Rania ke dalam pelukannya, mencoba untuk menenangkannya dengan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
Keesokan paginya,
Rania bangun dengan wajah muram dengan kantung mata yang begitu tebal, kejadian semalam membuatnya tak bisa tidur dan merasa terus dihantui dengan adegan waktu itu. Apalagi saat tertidur, dirinya malah kembali memimpikan sosok wanita yang pernah menyerangnya waktu itu.
Ada perasaan takut jika wanita itu kembali menyerang, akan tetapi wanita itu terlihat senang tak seperti biasanya, dia bahkan berterima kasih atas makanan yang di dapatnya, setelah sekian lama akhirnya ia bisa meminum darah manusia lagi.
Karena aturan kerajaan yang konyol, membuat dirinya dan juga tuannya tak bisa merasakan rasa manisnya darah seorang manusia.
Awalnya saat terbangun dan menyadari bahwa dirinya terkurung di tubuh yang begitu lemah ini adalah sebuah hukuman atas tindakannya bersama tuannya yang dulu. Tapi setelah dirinya berhasil mencicipi darah manusia, kini dirinya menarik perkataannya kembali dan menganggap bahwa semua ini adalah berkah tersendiri.
" Dasar Lo monster! "
" Jika aku monster, lalu kamu ini apa? Manusia? Hahahaha. "
__ADS_1
" Lo Monster jelek!! Cepat keluar dari sini!!! "
" Tenang saja, jika semua kebutuhan ku sudah tercapai, aku akan pergi meninggalkan tubuh lemah mu ini dan kembali pada tuanku tanpa kamu suruh. " Kata perempuan itu lalu menghilang
Kedua tangan Rania mengepal dengan erat, sebenarnya siapa wanita itu? Kenapa dia ada di alam bawah sadarnya?
" Rania? Rania! "
Tubuh Rania tersentak tersadar dari lamunannya, kepalanya menoleh dan mendapati Hedrian di depannya yang tengah menatapnya dengan tatapan cemas.
" Apa yang sedang kamu pikirkan? " Tanyanya.
" Bukan apa-apa. "
__ADS_1
" Wajah mu terlihat pucat, apa kamu sedang sakit? " Hedrian pun meletakkan punggung tangannya ke dahi Rania lalu meletakkan punggung tangannya ke dahinya, memastikan suhu tubuh mereka sama, tapi anehnya suhu tubuh Rania tidak terasa panas sama sekali. Ia kemudian tentang kejadian semalam, saat mereka kembali dari sekolah, raut wajah mereka terlihat aneh tak seperti biasanya.
Saat bertanya, keduanya dengan kompak menjawab " Tidak ada. " Kendati begitu mereka tampak mencurigakan apalagi dirinya bisa mencium bau darah manusia lain. Apa jangan-jangan, Rania diancam oleh Kuro untuk menutupi kejahatannya karena telah meminum darah manusia.